Bupati Sleman Positif Covid-19 Pascavaksinasi, Berikut Penjelasan Kemenkes Kecelakaan di Tabalong, Pengemudi Terios Meninggal Dunia Jubir Covid-19 Banjarmasin Tak Kebal Corona, Wali Kota Beber Faktanya Kalsel Hujan hingga Lusa, Tanbu-Kotabaru Kudu Waspada! Positif Covid-19 Usai Divaksin, Kadinkes Banjarmasin Langsung Dirawat Intensif

Menkominfo: Akses Internet di Papua Sudah Normal

- Apahabar.com Rabu, 9 Oktober 2019 - 18:06 WIB

Menkominfo: Akses Internet di Papua Sudah Normal

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (kiri) mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka Rapat Pimpinan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Tahun 2019 di Istana Wapres Jakarta, Rabu (09/10). Foto-Biro Pers Setwapres

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengatakan akses internet di Papua sudah kembali normal setelah akses internet di sejumlah wilayah diblokir sejak akhir Agustus hingga September akibat kericuhan di daerah tersebut.

“Sudah lama (normal). Saya sampai lupa (kapan dicabut) malah. Sudah diaktifkan datanya, semuanya diaktifkan. Memang waktu kejadian di Wamena dinonaktifkan sebentar, di Wamena saja, tapi setelah itu sudah tidak ada lagi (blokir),” kata Rudiantara di Istana Wapres Jakarta, Rabu.

Pemblokiran akses internet tersebut dilakukan Pemerintah untuk menekan penyebaran hoaks di tengah kondisi kericuhan di Papua. Terkait penyebaran hoaks Rudiantara mengaku tidak mengetahui data pastinya, namun dia memastikan bahwa angkanya menurun drastis.

Sebelum Wamena, pemblokiran akses internet juga dilakukan Kementerian Kominfo di sejumlah daerah di Papua dan Papua Barat, pada akhir Agustus, sebagai dampak dari meluasnya aksi demonstrasi yang berakhir dengan kericuhan.

“Kita (Kemenkominfo) melihat dari dunia maya saja, berapa URL (uniform resource locator) hari ini yang naik mengamplifikasi hoaks. Kalau hoaks yang didaur ulang masih ada. Saya harus cek, daripada saya bicara salah. Tapi kalau pun ada, sudah menurun jauh,” ujarnya.

Kementerian Kominfo menilai pembatasan internet sebagai solusi untuk menekan penyebaran hoaks, kabar bohong dan ujaran kebencian. Peredaran hoaks di Papua mencapai puncaknya pada 31 Agustus 2019 dengan URL mencapai 42.000, menurut Kominfo

Kominfo mengklaim angka tersebut menurun hingga mencapai sekitar seribu URL pada 12 September 2019, setelah pemblokiran akses internet dilakukan.

Baca Juga: Sekretaris Umum FPI Penuhi Panggilan Polisi Sebagai Saksi Kasus Ninoy

Baca Juga: Gerebek Kasino di Apartemen Robinson, Polisi Amankan 133 Orang

Baca Juga: Reaksi Ratu Dangdut Elvy Sukaesih Setelah Menantunya Ditangkap

Baca Juga: 10 Jamaah Haji yang Dirawat Segera Dipulangkan Pekan Ini

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Pemilihan Wali Kota Surakarta

Nasional

Polri Tetapkan 8 Tersangka Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta
apahabar.com

Nasional

Cair 25 Agustus, Karyawan Calon Penerima Bantuan Wajib Penuhi Syarat Ini
apahabar.com

Nasional

Jelang Pelantikan Presiden, 30 Ribu Pasukan Gabungan Disiagakan
apahabar.com

Nasional

Jokowi: Tak Ada Toleransi untuk Perusuh Negara

Nasional

Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jabar Dicopot Gara-gara Lalai Prokes, Ini Penggantinya
apahabar.com

Nasional

Wacana Jabatan Presiden 7-8 Tahun Mulai Dapat Dukungan Publik
apahabar.com

Nasional

BREAKING NEWS: Jokowi Teken UU Ciptaker 1.187 Halaman, Nomor 11 Tahun 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com