Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga Dampak Libur Panjang, Banjarbaru Kembali Zona Merah! Dikejar Polisi, ASN Buang Sabu dari Jendela Mobil di Banjarmasin Sejumlah Guru di Banjarbaru Positif Covid-19, 2 Sekolah Hentikan Pembelajaran Tatap Muka BREAKING NEWS! Kabar Duka, Ananda Suami Mama Lita MasterChef Meninggal Dunia

Menyingkap Potensi Pohon Ulin di Desa Artain Kabupaten Banjar

- Apahabar.com Minggu, 20 Oktober 2019 - 10:14 WIB

Menyingkap Potensi Pohon Ulin di Desa Artain Kabupaten Banjar

Sejumlah warga saat melihat pohon ulin di Desa Artain, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJAR – Pohon Ulin merupakan flora yang terbilang cukup langka di Indonesia. Terlebih pohon bernama latin Eusideroxylon zwageri & Binn itu dominan tumbuh di hutan Kalimantan.

Salah satu desa di Kalimantan Selatan yakni Desa Artain, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar ternyata memiliki kekayaan alam berupa pohon Ulin.

Untuk menyingkap adanya potensi pohon Ulin itu, Kepala Resort Pengelola Hutan Sungai Luar bersama Tenaga Kontrak Pengamanan Hutan (TKPH) langsung melakukan survei awal.

Didampingi Kades Artain beserta warga, mereka berjalan menuju lokasi yang terdapat di daerah pegunungan.

Jarak tempuh dari desa Artain menuju
lokasi sekitar kurang lebih 12,5 kilometer. Apabila ditempuh menggunakan sepeda motor, memerlukan waktu 1,5 jam. Lalu dilanjutkan dengan jalan kaki sekira 1,5 jam.

“Adapun lokasi pohon Ulin tersebut berada di Hutan Produksi Tetap (HPT) wilayah kerja KPH Kayu Tangi,” ucap Kepala Resort Pengelola Hutan Sungai Luar, Markus Liling melalui siaran pers yang diterima apahabar.com, Minggu (20/10) pagi.

Ia mengatakan saat ini pohon Ulin sedang berbuah, bahkan ribuan bijinya berjatuhan. Tak sedikit pula ditemukan bibit Ulin dengan ketinggian 1 meter.

“Saya berharap kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga kelestarian hutan khususnya pohon Ulin, karena pohon ini bernilai tinggi,” tegasnya.

Sementara Kepala Tahura Sultan Adam, Rahmad Riansyah mengatakan pihaknya akan menyampaikan hal itu kepada Dishut Kalsel dan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) untuk proses tindak lanjut.

Ia meminta agar pohon Ulin diregister terkait koordinat dan dimensi pohon. Kemudian dibuat peta sebarannya dan akan difasilitasi pembuatan peraturan desa, sehingga pohon langka akan dilindungi masyarakat desa Artain sendiri.

“Semoga dengan terkelolanya lokasi pohon Ulin ini, hutan kita akan lestari. Lalu masyarakat desa Artain sejahtera,” pungkasnya.

Baca Juga: Polhut Sita 500 Kayu Bulat Tak Bertuan di Tanah Laut

Baca Juga: Sepanjang Musim Kemarau, 7.000 Bibit Sengon Mati di HSS

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dishut Kalsel

Antisipasi Karhutla, Dinas Kehutanan Dampingi Pansus DPRD Kalsel Kunjungi KLHK
apahabar.com

Dishut Kalsel

Revolusi Hijau Kalsel, Hanif Serahkan Mandat ke Fatimatuzzahra
apahabar.com

Dishut Kalsel

KPH Balangan Patroli Cegah Illegal Logging di Ekowisata Batu Bainggi
apahabar.com

Dishut Kalsel

Lagi, KPH Tala Sita Puluhan Kayu Illegal Logging di Kintap
Buluh Kuning Siap Lestarikan Tari Tradisional Dayak Meratus

Dishut Kalsel

Buluh Kuning Siap Lestarikan Tari Tradisional Dayak Meratus
apahabar.com

Dishut Kalsel

Hasil Lelang Jadi Dana Bagi Hasil, Dishut Tetap Tingkatkan Patroli
apahabar.com

Dishut Kalsel

Rakor Komda Bahas Upaya Pelestarian Plasma Nutfah dalam Bentuk SDG
apahabar.com

Dishut Kalsel

KPH Hulu Sungai Panen Perdana Madu Kelulut di Desa Haruyan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com