apahabar.com
Anggota Polsek Simpang Empat mengecek kaki Ahmuda. Foto-Polsek Simpang Empat for apahabar.com

apahabar.com, MARTAPURA – Nahas dialami Ahmuda (25). Warga Desa Benua Hanyar, Kecamatan Cintapuri Darussalam, Kabupaten Banjar ini tewas akibat setruman ikan miliknya sendiri.

Kejadian itu terjadi pada Rabu (09/10/2019) tadi, sekitar pukul 11.00 Wita. Waktu itu, dia sedang mencari ikan di Desa Simpang Empat menggunakan alat setrum. Alat setrum dari aki mobil berkekuatan tinggi.

Menurut keterangan dari Kapolsek Simpang Empat, Iptu Endris Ary Dinindra, Ahmuda saat menangkap ikan tidak sendiri. Namun bersama kakak kandungnya, bernama Ahmad (30).

“Menurut saksi, dia bersama dengan korban. Saat berada di TKP, dia mengajak korban untuk berpindah tempat. Karena merasa tempat penyetruman tidak aman. Namun korban tidak mau, dan bersikeras untuk tetap di sana,” ungkap Endris.

Setelah 15 menit Ahmad meninggalkan, lalu memanggil korban, namun tak menerima respon. Ahmad langsung berlari ke tempat di mana Ahmuda sebelumnya mencari ikan.

Saat sampai di TKP ternyata sang adik sudah tidak bernyawa lagi, dengan badan yang tertelungkup kejang seperti tersengat listrik.

“Pada insiden tersebut pihak keluarga korban tidak mau dilakukan visum dan otopsi. Mereka menerima kejadian tersebut murni adalah musibah,” beber Endris.

Namun dari kejadian tersebut, Endris menyebutkan badan korban didapati luka melepuh pada bagian kaki sebelah kiri.

Baca Juga: Mau Pergi Umrah, Rumah Mastaniyah Malah Dilalap Si Jago Merah

Baca Juga: Ditinggal Saksikan Liga RT, Sebuah Rumah di Tala Ludes Terbakar

Baca Juga: Kebakaran Kuin Utara, Diduga Akibat Lilin yang Nyala Saat Listrik Padam

Baca Juga: Nestapa Bocah di Banjarmasin: Diajari Jadi Budak Seks Sejak 14 Tahun

Reporter: AHC 15
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin