Sah! Jaksa Tetapkan Kades di Kelumpang Kotabaru Tersangka Pungli Cafe Jual Miras di Banjarmasin Bak Kebal Hukum, Buntut Izin Pusat? Catat! Pengecer di Banjarmasin Bakal Dilarang Jual Gas 3 Kg Dugaan Penggelembungan Suara Pilgub Kalsel, Muthalib: Paraf Saya Dipalsukan Lepas Kepemilikan Klub, Begini Penjelasan Manajemen Martapura FC

Normalisasi Sungai Terkendala Bangunan Tepi Sungai, Pemkot Mati Pikir?

- Apahabar.com Senin, 28 Oktober 2019 - 17:03 WIB

Normalisasi Sungai Terkendala Bangunan Tepi Sungai, Pemkot Mati Pikir?

Kondisi sungai di kota Banjarmasin yang memprihatinkan. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Program normalisasi sungai di kota Banjarmasin disebut terkendala bangunan tepi sungai. Selain pengerukan sulit dilakukan, bangunan tepi sungai sudah memiliki sertifikat yang membuat pihak Pemkot Banjarmasin sulit menertibkan.

Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Watoni mengakui ada banyak bangunan tepi sungai yang menjadi kendala dalam usaha menormalisasi sungai.

Hizbul Watoni mengungkap, ada 176 sungai Banjarmasin yang harus dikeruk, baik sungai besar maupun kecil.

“Ini tidak bisa satu instansi. Harus bersinergi karena butuh penertiban dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Watoni, keadaan juga diperparah dengan adanya sertifikat yang dikantongi pemilik bangunan di tepi sungai. Sehingga, Pemkot tak mudah bisa melakukan penertiban.

Ketika semua bangunan tidak bisa ditertibkan, lanjutnya, setidaknya harus ada jalan untuk alat berat masuk ke dalam sungai-sungai kecil.

“Ketika masih banyak bangunan di pinggir sungai, alat berat tidak bisa keluar masuk. Pengerukan sungai dibawah bangunan warga itu harus hati-hati. Jika tidak rumahnya akan miring, itulah (mengapa) harus secara manual,” sambungnya.

Dengan demikian, sambungnya, pihaknya hanya bisa melakukan pengerukan sebisanya. Melalui titik-titik yang bisa dijangkau dengan tenaga manusia secara manual, tetapi berkelanjutan.

“Butuh waktu memang, jika sering melakukan itu. Namun, wajib dilakukan agar daerah tersebut tak mengalami pendangkalan sehingga sulit dilakukan normalisasi,” terangnya.

Sementara itu, pihak PUPR Banjarmasin sudah berupaya mengantisipasi banjir di Banjarmasin sebelum datangnya musim penghujan. Di antaranya dengan menjaga keseimbangan debit air di hulu dan hilir dam-dam pengendali banjir dan mencari sumbatan-sumbatan aliran saluran air.

Baca Juga: Sayed Jafar berharap Warga Kurang Mampu Terdaftar di BPJS Kesehatan

Baca Juga: Genjot Renovasi Stadion 17 Mei, Kontraktor Bakal Kerja Siang-Malam

Reporter: Bahaudin Qusairi

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Debat Pilkada Tanbu, Mila Karmila: Kapan Lagi Buhan Pian Handak Beisi Bupati Bebinian

Kalsel

PTM di Banjarbaru Ditarget Awal Desember, SMPN 1 Banjarbaru Bersiap
banjir

Kalsel

Ratusan Wartawan Terdampak Banjir, PWI Kalsel Siap Distribusikan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Bupati Balangan, Terdakwa Penipuan Cek Kosong Diadili
banjir kalsel

Banjarmasin

Memprihatinkan, Penampungan Pengungsi Banjir di Terminal Tipe B Banjarmasin Over Kapasitas
apahabar.com

Kalsel

Mengintip Sepak Terjang Jurnalis Nanik Hayati, Moderator Debat Pilgub Kalsel Malam Ini
apahabar.com

Kalsel

Terkendala Covid-19, Jadwal SKB CPNS Banjarbaru Belum Ada Kepastian
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Warga Geruduk DPRD HST, Minta Guru Syarkawi Angkat Kaki
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com