ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Kalsel

Senin, 28 Oktober 2019 - 17:03 WIB

Normalisasi Sungai Terkendala Bangunan Tepi Sungai, Pemkot Mati Pikir?

Redaksi - apahabar.com

Kondisi sungai di kota Banjarmasin yang memprihatinkan. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Kondisi sungai di kota Banjarmasin yang memprihatinkan. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Program normalisasi sungai di kota Banjarmasin disebut terkendala bangunan tepi sungai. Selain pengerukan sulit dilakukan, bangunan tepi sungai sudah memiliki sertifikat yang membuat pihak Pemkot Banjarmasin sulit menertibkan.

Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Watoni mengakui ada banyak bangunan tepi sungai yang menjadi kendala dalam usaha menormalisasi sungai.

Hizbul Watoni mengungkap, ada 176 sungai Banjarmasin yang harus dikeruk, baik sungai besar maupun kecil.

“Ini tidak bisa satu instansi. Harus bersinergi karena butuh penertiban dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Watoni, keadaan juga diperparah dengan adanya sertifikat yang dikantongi pemilik bangunan di tepi sungai. Sehingga, Pemkot tak mudah bisa melakukan penertiban.

Baca juga :  Tabalong Mulai Tes Swab Ratusan Spesimen, Termasuk Pegawai Kantoran?

Ketika semua bangunan tidak bisa ditertibkan, lanjutnya, setidaknya harus ada jalan untuk alat berat masuk ke dalam sungai-sungai kecil.

“Ketika masih banyak bangunan di pinggir sungai, alat berat tidak bisa keluar masuk. Pengerukan sungai dibawah bangunan warga itu harus hati-hati. Jika tidak rumahnya akan miring, itulah (mengapa) harus secara manual,” sambungnya.

Dengan demikian, sambungnya, pihaknya hanya bisa melakukan pengerukan sebisanya. Melalui titik-titik yang bisa dijangkau dengan tenaga manusia secara manual, tetapi berkelanjutan.

Baca juga :  Jalani Karatina Khusus, Kabag Keuangan Sekwan Tala Titip Pesan

“Butuh waktu memang, jika sering melakukan itu. Namun, wajib dilakukan agar daerah tersebut tak mengalami pendangkalan sehingga sulit dilakukan normalisasi,” terangnya.

Sementara itu, pihak PUPR Banjarmasin sudah berupaya mengantisipasi banjir di Banjarmasin sebelum datangnya musim penghujan. Di antaranya dengan menjaga keseimbangan debit air di hulu dan hilir dam-dam pengendali banjir dan mencari sumbatan-sumbatan aliran saluran air.

Baca Juga: Sayed Jafar berharap Warga Kurang Mampu Terdaftar di BPJS Kesehatan

Baca Juga: Genjot Renovasi Stadion 17 Mei, Kontraktor Bakal Kerja Siang-Malam

Reporter: Bahaudin Qusairi

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan; Toko Ini Didatangi Ratusan Pembeli Setiap Hari
apahabar.com

Kalsel

Hari Pertama Idul Fitri Diprediksi Hujan
apahabar.com

Kalsel

Tari La’ang Asal Balangan Raih Harapan 2 di Harganas
apahabar.com

Kalsel

HUT Kalsel Ke-69, Intip Pesan Lengkap Paman Birin ke Warga Banua
apahabar.com

Kalsel

KPU Banjarmasin Sosialisasikan Pemilu di Ponpes Nurul Jannah
apahabar.com

Kalsel

Pagi-Pagi, Korporasi Raksasa Penambang Pulau Laut Sumbang Ratusan Rapid Test
apahabar.com

Kalsel

Sah-Sah Saja Berlagak Polisi India di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kapolresta Banjarmasin Ingatkan Kembali Fungsi Polri dalam Apel Jam Pimpinan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com