Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

Normalisasi Sungai Terkendala Bangunan Tepi Sungai, Pemkot Mati Pikir?

- Apahabar.com Senin, 28 Oktober 2019 - 17:03 WIB

Normalisasi Sungai Terkendala Bangunan Tepi Sungai, Pemkot Mati Pikir?

Kondisi sungai di kota Banjarmasin yang memprihatinkan. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Program normalisasi sungai di kota Banjarmasin disebut terkendala bangunan tepi sungai. Selain pengerukan sulit dilakukan, bangunan tepi sungai sudah memiliki sertifikat yang membuat pihak Pemkot Banjarmasin sulit menertibkan.

Kepala Bidang Sungai Dinas PUPR Banjarmasin, Hizbul Watoni mengakui ada banyak bangunan tepi sungai yang menjadi kendala dalam usaha menormalisasi sungai.

Hizbul Watoni mengungkap, ada 176 sungai Banjarmasin yang harus dikeruk, baik sungai besar maupun kecil.

“Ini tidak bisa satu instansi. Harus bersinergi karena butuh penertiban dan sebagainya,” ujarnya.

Menurut Watoni, keadaan juga diperparah dengan adanya sertifikat yang dikantongi pemilik bangunan di tepi sungai. Sehingga, Pemkot tak mudah bisa melakukan penertiban.

Ketika semua bangunan tidak bisa ditertibkan, lanjutnya, setidaknya harus ada jalan untuk alat berat masuk ke dalam sungai-sungai kecil.

“Ketika masih banyak bangunan di pinggir sungai, alat berat tidak bisa keluar masuk. Pengerukan sungai dibawah bangunan warga itu harus hati-hati. Jika tidak rumahnya akan miring, itulah (mengapa) harus secara manual,” sambungnya.

Dengan demikian, sambungnya, pihaknya hanya bisa melakukan pengerukan sebisanya. Melalui titik-titik yang bisa dijangkau dengan tenaga manusia secara manual, tetapi berkelanjutan.

“Butuh waktu memang, jika sering melakukan itu. Namun, wajib dilakukan agar daerah tersebut tak mengalami pendangkalan sehingga sulit dilakukan normalisasi,” terangnya.

Sementara itu, pihak PUPR Banjarmasin sudah berupaya mengantisipasi banjir di Banjarmasin sebelum datangnya musim penghujan. Di antaranya dengan menjaga keseimbangan debit air di hulu dan hilir dam-dam pengendali banjir dan mencari sumbatan-sumbatan aliran saluran air.

Baca Juga: Sayed Jafar berharap Warga Kurang Mampu Terdaftar di BPJS Kesehatan

Baca Juga: Genjot Renovasi Stadion 17 Mei, Kontraktor Bakal Kerja Siang-Malam

Reporter: Bahaudin Qusairi

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Aksi Berjalan Kondusif, Kapolresta Banjarmasin Berikan Apresiasi kepada Massa Demonstrasi
apahabar.com

Kalsel

Jadi Khatib, Bupati Banjar Ajak Jemaah Berdoa Corona Cepat Diangkat
apahabar.com

Kalsel

2 Hari Tak Keluar, Kakek di Martapura Ditemukan Meninggal Dunia
apahabar.com

Kalsel

Izin Tempat Minuman Beralkohol Dipersempit
apahabar.com

Kalsel

Desa Liyu Jadi Pusat Penanaman Pohon Serentak di Balangan
apahabar.com

Kalsel

Pembakar Rumah Kontrakan di Jalan Manggis Ditangkap!
apahabar.com

Kalsel

Di Usia 70 Tahun, Nenek Rusmina Juga Ikut Baayun Maulid
apahabar.com

Kalsel

Kehadiran Anggota DPRD Kalsel Jadi Atensi Dalam Pembahasan Tatib
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com