Sosok Promotor Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Paman Birin Bukan Orang Sembarangan Tempo Dua Bulan, Polres Tala Ungkap Puluhan Tersangka Kasus Narkoba Kebakaran di Pampanan, INAFIS Polres Tabalong Turun Tangan Kios di Tapin Terbakar, Satu Orang Jadi Korban Tarif PCR Sudah Turun, Maskapai Penerbangan di Kalsel Masih Menjerit

Obat Lambung Raniditin Ditarik BPOM karena Berpotensi Picu Kanker

- Apahabar.com     Senin, 7 Oktober 2019 - 11:54 WITA

Obat Lambung Raniditin Ditarik BPOM karena Berpotensi Picu Kanker

Ilustrasi obat. Foto – healtheals.com

apahabar.com, JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menarik peredaran obat asam lambung yang mengandung raniditin. Obat ini tercemar N-Nitrosodimenthylamine (NDMA) karena diduga berpotensi memicu kanker.

“Berdasarkan nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan, Badan POM memerintahkan kepada Industri Farmasi pemegang izin edar produk tersebut untuk melakukan penghentian produksi dan distribusi serta melakukan penarikan kembali (recall) seluruh bets produk dari peredaran (terlampir),” tulis BPOM dalam situs resmi pom.go.id serta media sosial Instagram @bpom_ri pada 4 Oktober lalu.

Dijelaskan, seperti dikutip dari detikhealth, nilai ambang batas cemaran NDMA yang diperbolehkan adalah 96 ng/hari (acceptable daily intake). Bahan ini bersifat karsinogenik (bisa memicu kanker) jika dikonsumsi di atas ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Hasil uji yang dilakukan BPOM terhadap sejumlah sampel menunjukkan, sebagian mengandung cemaran NDMA dengan jumlah melebihi batas yang diperbolehkan. Pengujian dan kajian risiko terhadap seluruh produk masih akan dilanjutkan.

apahabar.com

BPOM

Melampiri penjelasan tersebut, berikut daftar obat mengandung ranitidin yang ditarik dari pasaran:

Perintah Penarikan:

1. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
– Nomor bets produk beredar:
95486 160 s/d 190
06486 001 s/d 008
16486 001 s/d 051
26486 001 s/d 018
– Pemegang izin edar:
PT Phapros Tbk

Penarikan Sukarela:

1. Zantac Cairan Injeksi 25 mg/mL
– Nomor bets produk beredar:
GP4Y, JG9Y, XF6E
– Pemegang izin edar:
PT Glaxo Wellcome Indonesia

2. Rinadin Sirup 75 mg/5mL
– Nomor bets produk beredar:
0400518001
0400718001
0400818001
– Pemegang izin edar:
PT Global Multi Pharmalab

3. Indoran Cairan Injeksi 25 mh/mL
– Nomor bets produk beredar
BF 12I008
– Pemegang izin edar:
PT Indofarma

4. Ranitidine Cairan Injeksi 25 mg/mL
– Nomor bets produk beredar:
BF17I 009 s/d 021
– Pemegang izin edar:
PT Indofarma

Dilansir dari laman WebMD, ranitidine adalah obat yang digunakan untuk mengobati bisul perut dan usus dan mencegah mereka kembali setelah sembuh. Obat ini juga digunakan untuk mengobati masalah lambung dan tenggorokan tertentu (seperti esofagitis erosif, penyakit refluks gastroesofageal-GERD, sindrom Zollinger-Ellison).

Di Indonesia BPOM telah memberikan persetujuan terhadap ranitidin sejak tahun 1989 melalui kajian evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu.

Ranitidin biasanya tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan injeksi. US-FDA merilis beberapa produk ranitidin, termasuk produk ZANTAC yang terkenal di Amerika ditemukan telah tercemar NDMA.

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Gantikan Jokowi, Hari Ini Ma’ruf Amin Bertolak ke Jepang Hadiri Penobatan Kaisar
apahabar.com

Nasional

Siswa SMA Chandra Kumala Juara Lima Penelitian di Nasa
apahabar.com

Nasional

UMP 2021 Tak Naik, Buruh Ancam Mogok Nasional

Nasional

Imbas Kisruh Demokrat, Pengamat: Semua Partai Bisa ‘Dibegal’ di Siang Bolong
apahabar.com

Nasional

Menkominfo: Netflix Tayang di TVRI Tak Salahi Aturan
Mesya Ananda

Nasional

Mesya Ananda, Polwan Cerdas yang Diterima di 7 Universitas di Inggris
apahabar.com

Nasional

10 Yutuber Terkaya di Indonesia 2018, Penghasilan Ratusan Juta per Bulan
apahabar.com

Nasional

Kaltim Jadi Ibu Kota, Tabalong dan Kotabaru Disapkan Jadi Pusat Industri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com