‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging

Operasi Besar-besaran di Banjarbaru, 53 Budak Narkotika Diamankan!

- Apahabar.com     Selasa, 29 Oktober 2019 - 11:50 WITA

Operasi Besar-besaran di Banjarbaru, 53 Budak Narkotika Diamankan!

Puluhan tersangka penyalahgunaan narkotika dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolres Banjarbaru, Selasa (29/10) siang. apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Selama Operasi Antik Intan 2019, Polres Banjarbaru panen tangkapan.

Dalam rentang waktu 13 hari, sebanyak 53 pengguna dan pengedar narkotika beragam jenis berhasil diamankan di lokasi berbeda.

“Total ada 48 kasus yang kami ungkap,” ujar Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya dalam konferensi pers, Selasa (29/10) siang.

Ironisnya, dari 53 tersangka diamankan salah seorang di antaranya masih berstatus di bawah umur. Ia ditetapkan sebagai pengguna narkotika.

“Ibu-nya sudah ditangkap sebelum si anak ditangkap,” terang Kelana. “Kami perlakukan khusus sesuai aturan [peradilan anak],” ujarnya lagi. Tak cuma itu, adapula delapan orang tersangka perempuan.

Selama Operasi Antik Intan, beragam jenis narkotika diamankan. Baik, dari pelaku yang merupakan target operasi (TO) maupun non-TO.

Total barang bukti berupa narkotika milik TO seberat 1,24 gram, narkotika non-TO seberat 27,92 gram, zenit 87 butir, obat daftar G 722 butir, dan ekstasi dua butir.

Dari barang bukti yang didapatkan, sebagian tersangka merupakan TO. “5 kasus TO dan sisanya 48 kasus merupakan non-TO,” terang Kelana.

Kerugian untuk semua barang narkotika yang diamankan diperkirakan miliaran rupiah.

“Ini tangkapan semua polsek, ada 5 polsek, dan saat ini kami masih mendalami peran masing masing tersangka,” ucapnya.

Ke-53 tersangka itu dijerat dengan Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Narkotika, Pasal 114 ayat 1 sub pasal 112 ayat 1.

Kelana mengimbau jika melihat mendengar dan mengetahui adanya tindak pidana narkotika untuk tak segan melapor. “Kita punya aplikasi Si Harat,” imbaunya.

Sementara itu, Kasat Narkoba AKP Elche Angelia menambahkan dari hasil operasi, titik rawan narkotika mendominasi di Banjarmasin dan Martapura.

“Ini ditangkap di banyak TKP, dominan Martapura dan Banjarmasin, sedangkan di Banjarbaru pengguna kecil saja mereka dapat dari Martapura-Banjarmasin,” jelasnya.

Untuk motif, lanjutnya, rata rata mereka pakai untuk dirinya sendiri.

“Untuk happy fun, rata rata tersangka-nya orang Landasan Ulin, Liang Anggang dan Cempaka,” lanjutnya.

Ia mengakui 53 tersangka yang diamankan merupakan tangkapan terbesar selama 2019. “Karena setiap hari pasti ada, dan Cempaka boleh dibilang Texas-nya,” ujarnya mengakhiri.

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Cabai

Kalsel

Ribut-Ribut Soal Harga Cabai di Kalsel Naik, Tabalong Justru Turun
apahabar.com

Kalsel

Omnibus Law RUU Cipta Kerja Sah Jadi UU, Buruh di Kalsel Bereaksi
OTT Amuntai

Kalsel

OTT Amuntai, Gestur Bupati Wahid Usai Diperiksa di Gedung KPK
apahabar.com

Kalsel

Nyaris Tak Diwarnai Hujan
Kedelai

Kalsel

Harga Kedelai Melonjak, Pembuat Tahu di Banjarmasin Lakukan Ini
apahabar.com

Kalsel

Buntut Demo Rusuh di Jakarta Pusat, RS Polri Rawat 31 TNI-Polri dan 30 Warga Sipil
apahabar.com

Kalsel

Wisata Hutan Meranti Kotabaru Dibuka, Pengunjung Diwajibkan Patuhi Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Dewan Kota Kritik Cara Dishub Banjarmasin Soal U-Turn Jalan H Hasan Basri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com