apahabar.com
Ilustrasi balap sepeda nomor BMX. Foto-liputan6.com

apahabar.com, JAKARTA – Tidak termasuk dalam cabang olahraga (Cabor) yang dipertandingkan di PON 2020 Papua, membuat Pengurus Besar Ikatan Seluruh Sepeda Indonesia (PB ISSI) kecewa. Sedikitnya ada 37 cabor yang telah dirilis oleh KONI pusat untuk dilombakan di ajang olahraga multi even tersebut.

“Kecewa jelas. Kami menyebut ini diskriminasi cabang olimpik,” kata Ketua Umum PB ISSI Raja Sapta Oktohari dikutip apahabar.com dari Antara, Minggu (13/10).

Selama ini, menurutnya PB ISSI tidak banyak diajak membahas kendala yang dihadapi oleh Papua sebagai tuan rumah.

Lebih jauh dia mengungkapkan, jika kendalanya menyangkut pembangunan lokasi pertandingan, maka sebenarnya ada beberapa solusi untuk mengatasinya.

“Untuk lokasi pertandingan, Ketua ISSI Pengprov Papua sudah melapor ke saya bahwa siap untuk membangun khususnya untuk BMX. Lokasinya di Keerom. Tapi kondisi sekarang sudah berbeda. Balap sepeda dicoret dan tidak dipertandingkan,” terang pria yang juga Ketua Komite Olimpiade Indonesia tersebut.

Absennya balap sepeda di PON 2020, menurutnya bisa berpengaruh dengan rantai olahraga yang harus dilakukan secara berkaitan. Apalagi Pra PON Papua untuk balap sepeda juga sudah digelar.

“Kami menilai PB PON tidak mengerti jika balap sepeda sangat penting untuk prestasi dunia,” kata pria yang juga seorang promotor tinju profesional itu.

Padahal di SEA Games medali emas mampu dipersembahkan dari disiplin BMX. Begitu juga pada level Asian Games. Emas mampu diraih dari disiplin MTB (downhill).

“Dari Asian Para Games juga mampu mempersembahkan medali emas. Makanya kami cukup kecewa dengan keputusan yang ada,” kata pria yang belum mendapatkan persetujuan mundur dari Ketua Umum PB ISSI itu.

Sebelumnya Ketua KONI Pusat Marciano Norman meneken Surat Keputusan (SK) terkait cabang olahraga yang dipertandingkan PON Papua.

SK Penyempurnaan Penetapan Cabang Olahraga, Nomor Pertandingan, dan Kuota Atlet Setiap Cabang Olahraga PON 2020 itu ditandatangani oleh Marciano Norman bersama Gubernur Papua Lukas Enembe pada Jumat (11/10) .

Dalam SK tersebut ditetapkan 37 cabang olahraga dari 47 cabang dari rencana sebelumnya, 56 disiplin cabang olahraga, 679 nomor pertandingan/perlombaan, dan kuota atlet sebanyak 6.442 orang.

Berikut 37 Cabor tersebut:

1. Aerosport
2. Akuatik
3. Anggar
4. Angkat Besi/Angkat berat/ Binaraga
5. Atletik
6. Baseball/Softball
7. Bermotor
8. Biliar
9. Bola Basket
10. Bola Tangan
11. Bola Voli
12. Bulutangkis
13. Catur
14. Cricket
15. Dayung
16. Gulat
17. Hoki
18. Judo
19. Karate
20. Kempo
21. Layar
22. Menembak
23. Muaythai
24. Panahan
25. Panjat Tebing
26. Pencak Silat
27. Rugby seven
28. Selam
29. Senam
30. Sepakbola dan futsal
31. Sepak takraw
32. Sepatu Roda
33. Taekwondo
34. Tarung Derajat
35. Tenis
36. Tinju
37. Wushu

Baca Juga: Sukses Runer-up EPA Liga 1 U-20 2019, Pemain Barito Muda Direkomendasikan ke Tim Senior

Baca Juga: Persebaya Juara, Pemain Barito Rebut Gelar Top Skor dan Pemain Terbaik EPA Liga 1…

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin