apahabar.com
Para peziarah yang berniat datang ke makam Habib Hamid bin Abbas Bahasyim lebih dulu datang ke makam ibunda beliau Syarifah Sya'anah. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

apahabar.com, BANJARMASIN – Perjalanan hidup para Wali Allah selalu ada hikmah hidup yang dapat dipetik untuk dijadikan pelajaran. Satu di antaranya, riwayat hidup dari Habib Basirih.

Habib Basirih adalah satu dari sekian banyak ulama yang ada dan memiliki karomah seperti disampaikan dalam manaqib cerita jalan hidupnya, sehingga masyhur di kalangan muslim Banjarmasin.

Habib Basirih begitu Habib Hamid bin Abbas Bahasyim dikenal masyarakat luas, karena semasa hidup bertempat tinggal dan dimakamkan di Kampung Basirih.

Ada hal menarik dari sang ulama yang di masa hidupnya kala itu masih di zaman penjajahan. Beliau memberikan pesan wasiat kepada keluarga dan masyarakat yang ada di kampung Basirih agar ketika menemui beliau lebih dulu mendapati ibu beliau.

“Akan kupalingkan mukaku kepada orang yang datang padaku tanpa pamit kepada ibuku, karena aku selalu hadir di sisi ibuku,” pesan Habib Basirih kepada keluarga dan warga kampung Basirih selagi hidupnya.

Tak ayal, kini setiap peziarah yang hendak berziarah ke makam sang habib, lebih dulu datang ke makam ibunda beliau, yaitu Syarifah Sya’anah.

Seperti rombongan ziarah asal Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Salah satu peziarah Suriani mengaku niatnya berziarah ke makam Habib Basirih, namun kedatangannya lebih dulu mampir ke makam ibunda Habib Basirih yang letaknya tak jauh dari makam Habib Basirih.

apahabar.com
Nasehat Habib Hamid bin Abbas Bahasyim pada keluarga dan masyarakat yang kini menjadi perhatian setiap peziarah. Foto-apahabar.com/Ahya Firmansyah

“Ini mampir dulu ke sini berziarah, baru masuk meneruskan ke makam Habib. Karena ini adalah makam ibu beliau, seperti yang sudah dinasehatkan habib,” kata Suriani.

Senada dengan Suriani, peziarah lainnya juga merasa nasehat habib sudah membuat peziarah menjadi tahu akan adab kepada siapa yang didatangi.

“Kita tak nyaman kalau datang ke makam Habib tapi belum datang ke makam ibu beliau seperti teguran nasehat beliau,” ungkap Haji Agnia peziarah lainnya.

Pada makam Syarifah Sya’anah sendiri telah diletakkan nasehat tersebut agar menjadi perhatian kepada para peziarah dan bisa menjadi sebuah renungan.

Bahwa Habib bukan hanya menasehati keluarga, namun memberikan pelajaran kepada masyarakat terlebih muslim agar senantiasa menghormati orang tua dan mengajarkan kita tentang adab memperlakukan orang tua kita.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Komunitas Muslim di Hong Kong

Baca Juga: Menilik Kampung Mualaf Di Desa Loksado  

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini