3 Jam Hujan Deras, Ratusan Rumah Warga Desa Miawa Tapin Kebanjiran Kisah Pilu Istri Korban Disambar Buaya di Kotabaru, Harus Rawat 4 Anak, 1 di Antaranya Berusia 6 Bulan Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah Produksi Migas Kalimantan-Sulawesi Lampaui Target, Kok Bisa? PLTS Tak Berfungsi, Kades Panaan Mengadu ke Dinas ESDM Kalsel

Pemkot Banjarbaru Soroti Penggunaan Zat Kimia Perajin Sasirangan

- Apahabar.com Kamis, 24 Oktober 2019 - 18:53 WIB

Pemkot Banjarbaru Soroti Penggunaan Zat Kimia Perajin Sasirangan

Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Banjarbaru, Muhammad Rustam, saat meninjau Pelatihan Menyirang Kain Sasirangan, Kamis (24/10). Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Pemerintah kota (Pemkot) Banjarbaru masih menyorotipenggunaan zat kimia sebagai pewarna kain sasirangan.

Meskipun menggunakan pewarna berbahan kimia akan menghasilkan produk yang memesona, tetapi tak sedikit dampak negatifnya terhadap lingkungan.

“Di era sekarang ini, masih banyak para perajin menggunakan bahan kimia dalam menyirang kain sasirangan,” ucap Kepala Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Banjarbaru, Muhammad Rustam, di sela Pelatihan Menyirang Kain Sasirangan, Kamis (24/10).

Oleh sebab itu, ia menilai para perajin mesti memahami dan mengerti terkait bahaya penggunaan zat kimia. Terlebih apabila tak mengenakan peralatan lengkap seperti sepatu bot, sarung tangan, masker, dan tutup kepala.

“Bahan kimia tak baik bagi lingkungan. Dampaknya mungkin baru bisa dirasakan 5 hingga 10 tahun ke depan, sehingga alangkah baiknya menggunakan pewarna alami saja. Itu jelas ramah lingkungan dan bisa menjaga kesehatan para perajin sasirangan,” tegasnya.

Ketua TP PKK Kota Banjarbaru Ririen Nadjmi Adhani mengatakan kain sasirangan telah berkembang menjadi berbagai macam produk fashion.

“Seiring berkembangnya kreatifitas perajin dan para desainer, saat ini sasirangan telah memiliki berbagai macam motif,” bebernya.

Dalam proses pembuatan kain sasirangan, ujar dia, tentu tak lepas dari proses pewarnaan. Proses pewarnaan kain sasirangan yang diproduksi di Banjarbaru masih menggunakan zat pewarna sintetis, karena memang memiliki banyak keunggulan.

“Seperti¬†halnya jenis warna beragam, ketersediaan terjamin, warna yang dihasilkan tajam, mudah diperoleh, murah, ekonomis, dan mudah digunakan,” sebutnya.

Namun sayang, terang dia, zat pewarna sintetis dapat menimbulkan masalah kesehatan dan lingkungan. Limbah pewarna sintetis dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Selain itu, juga dapat menyebabkan pencemaran air yakni menjadi keruh dan berbau.

Tak hanya itu, apabila limbah dibiarkan mengalir, maka akan menyumbat pori-pori tanah, sehingga berakibat pada hilangnya produktivitas tanah, tekstur tanah mengeras, dan kesuburan tanah berkurang.

Baca Juga: Operasi Zebra Intan 2019, Pemkot Banjarbaru Tambah Armada Bus Sekolah

Baca Juga: Nadjmi Adhani : Lulusan Pesantren Punya Hak Pendidikan yang Sama

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Puja Mandela

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Kunjungi Guntung Paikat, Pjs Wali Kota Banjarbaru Juga Ingin Penataan Sungai Kemuning
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Berusia Satu Abad, TK Aisyiyah Bustanul Athfal Dukung Generasi Emas 2045
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Pengabdian Tak Bertepi, Sosok Nadjmi Adhani di Mata Para Kolega
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

SKPD Harus Sampaikan Informasi Sesuai Standar Pelayanan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Pemkot Hibahkan Tanah Untuk Pembangunan Mapolsek Banjarbaru Barat
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Hari Pertama Ajaran Baru, Nadjmi Kunjungi Sekolah
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Gelar Vidcon, Ririen Sampaikan Pesan Penting ke PKK Kecamatan dan Kelurahan
apahabar.com

Pemko Banjarbaru

Bandara Bantu Korban Kebakaran Cempaka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com