Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat

Peneliti Coba Mengungkap Sejarah Nusantara

- Apahabar.com Selasa, 1 Oktober 2019 - 05:30 WIB

Peneliti Coba Mengungkap Sejarah Nusantara

Peta Kesultanan Islam nusantara. Foto-Wordpress.com

apahabar.com, JAKARTA – Tak banyak sejarawan Indonesia yang mengungkap tentang nusantara sebelum datangnya Islam. Selama ini, gambaran tentang nusantara mengacu pada sejumlah fakta sejarah yang dikemukakan sejarawan Barat.

Karena itu, para peneliti muda Indonesia mencoba untuk membongkar fakta sejarah berdasarkan kitab para penjelajah yang pernah mengunjungi Nusantara.

Dosen dan peneliti muda dari Universitas Indonesia, Bastian Zulyeno baru-baru ini mengungkap fakta sejarah tentang nusantara dalam kitab teks bahasa Arab dan bahasa Persia.

Hal ini disampaikan Bastian dalam kuliah umum yang digelar di Prodi Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia (FIB UI), Depok, belum lama ini.

Dalam kuliah umum itu, Bastian memaparkan dua kitab klasik, Kitab Akhbar Alshin wa Alhind. Buku ini memuat kisah perjalanan Sulaiman at Tajir ke Cina dan India yang ditulis oleh sejarawan dan ahli geografi Abu Zaid al Hasan bin Yazid as Sirafi dengan tambahan informasi-informasi dari ibn Wahab al Qarsyi yang berlayar ke Cina pada tahun 870 M. Kitab ini dipublikasikan oleh as Sirafi pada tahun 916 M.

Bastian menjelaskan, Kitab Akhbar Alshin wa Alhind, buku ini memuat kisah perjalanan Sulaiman at Tajir ke Cina dan In dia yang ditulis oleh sejarawan dan ahli geografi Abu Zaid al Hasan bin Yazid as Sirafi dengan tambahan informasi-informasi dari ibn Wahab al Qarsyi yang berlayar ke Cina pada tahun 870 M. Kitab ini dipublikasikan oleh as Sirafi pada tahun 916 M ditulis oleh Abu Zaid Assirofi dengan menggunakan bahasa Arab dan naskah asli kitab ini sekarang terletak di Museum Nasional Paris, Prancis.

Menurut Bastian, kitab tersebut membahas tentang negeri Zabaj atau yang kini dikenal dengan istilah nusantara. Penulis kitab ini membahas khusus tentang Zabaj atau nama nusantara dulu, itu ada empat lem bar.

Jadi, cuma empat lembar dia membahas tentang nusantara, ujar Bastian saat seusai memberikan kuliah umum di Universitas Indonesia.

Baca Juga: Rais Aam PBNU Kunjungi Kalsel, Tinjau Kesiapan Muktamar NU?

Baca Juga: Polri Tetapkan 5 Tersangka Kerusuhan Wamena

Baca Juga: 8 Tuntutan Demo Aliansi Gelombang Rakyat Kalsel di Banjarmasin

Baca Juga: Kabupaten Lanny Jaya Jadi Tempat Aman Tampung Pengungsi

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Waspada Curah Hujan Tinggi Oktober-November, Termasuk Kalsel
apahabar.com

Nasional

Pasutri Penyerang Wiranto Diamankan, Diduga Terpapar ISIS
apahabar.com

Nasional

Lagi, Rumah Menteri Susi Dilempari Batu
apahabar.com

Nasional

Polisi Tetapkan 87 Pengunjuk Rasa UU Cipta Kerja di Jakarta Sebagai Tersangka
Kabar Virus Corona: Mie Instan Hingga Minyak Goreng Laris Manis, Kok Bisa?

Nasional

Kabar Virus Corona: Mie Instan Hingga Minyak Goreng Laris Manis, Kok Bisa?

Nasional

Masa Kampanye, Bawaslu Keluarkan 233 Surat Peringatan
apahabar.com

Ekbis

Ekspor Udang Jawa Timur Melesat Saat Pandemi Covid-19, Tiga Negara Raksasa Penyerap Setia
Relawan Bengkel Kula Kula Selamatkan Kendaraan Jemaah yang Bermasalah

Nasional

Relawan Bengkel Kula Kula Selamatkan Kendaraan Jemaah yang Bermasalah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com