MPP Banjarbaru Bawa Angin Segar, Investasi Lampaui Target hingga 124 Persen Peredaran Rokok Ilegal Tinggi, KAKI Kalsel Geruduk Kantor Ditjen Bea Cukai Status Siaga Banjir di Balangan Berlaku hingga 12 Desember Waspada Banjir Rob, BPBD Tanah Bumbu Ingatkan Warga Pesisir Laut Puncak Harjad ke-56 Tabalong, Momentum Melanjutkan Estafet Pembangunan Lebih Maju

Penerbangan di Kalteng Alami Penurunan

- Apahabar.com     Sabtu, 5 Oktober 2019 - 19:28 WITA

Penerbangan di Kalteng Alami Penurunan

Ilustrasi Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya, Kalteng. Foto – beritatrans.com

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Badan Pusat Statistik Kalimantan Tengah mencatat frekuensi penerbangan selama Agustus 2019 dari dan menuju provinsi setempat sekitar 1.874 kali, mengalami penurunan sebesar 3,10 persen dibandingkan Juli 2019 yang mencapai 1.934 kali.

Pengurangan jadwal penerbangan terjadi hampir di seluruh bandara, kecuali H Asan Sampit yang justru bertambah 20 penerbangan, kata Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri di Palangka Raya, Sabtu (05/10).

“Bandar Tjilik Riwut yang terbesar dan berada di Ibu Kota Kalteng, tapi frekuensi penerbangannya terbesar penurunannya, sekitar 52 penerbangan,” beber dia.

Secara umum, penurunan frekuensi penerbangan diikuti oleh berkurangnya jumlah aktivitas penumpang dan volume arus barang. Di mana penurunan jumlah penumpang yang berkisar 0,81 persen, dipengaruhi penumpang datang sekitar 9,06 persen, sekalipun ada kenaikan penumpang berangkat sekitar 9,32 persen.

Sementara untuk volume arus barang yang mengalami penurunan sebesar 23,88 persen, dipengaruhi berkurangnya muat barang sekitar 30,52 persen dan bongkar barang 19,28 persen.

Dibanding periode yang sama tahun lalu, frekuensi penerbangan pesawat selama Januari-Agustus 2019, terjadi penurunan cukup tinggi sekitar 14,57 persen, diikuti berkurangnya jumlah penumpang sekitar 22,99 persen dan volume arus barang 32,45 persen.

“Layanan arus lalu lintas penumpang dan barang, relatif rendah sejak awal tahun 2019. Itu ditandai menurunnya frekuensi penerbangan yang terjadi secara konsisten sejak semester II tahun 2018,” kata Yomin.

Rata-rata jumlah penumpang sekitar 135.293 orang per bulan selama periode Januari-Agustus 2019, atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun 2018 sekitar 175.694 orang per bulan.

Penurunan aktivitas penumpang ini, diperkirakan akibat berkurangnya frekuensi penerbangan dan masih tingginya tarif tiket pesawat. Distribusi jumlah penumpang pesawat berdasarkan bandar udara terkonsentrasi pada tiga bandar udara utama, yakni di Kota Palangka Raya, Pangkalan Bun, dan Sampit.

Pola volume arus barang serupa dengan pola aktivitas penumpang. Rata-rata volume arus barang selama delapan bulan terakhir sekitar 1.379 ton per bulan, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2018 (2.042 ton per bulan).

“Tapi, secara umum, terdapat korelasi positif antara volume arus barang dengan aktivitas penumpang. Artinya, arus barang melalui transportasi udara umumnya barang bawaan penumpang atau bagasi, bukan barang kiriman melalui kargo pesawat,” pungkas Yomin.

Baca Juga: Terminal Baru Bandara Syamsudin Noor Beroperasi Bulan Depan

Baca Juga: Pepsi Hengkang, Gemar Minum Kopi Salah Satu Pemicunya

Sumber:  Antara

Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dorong Pengembangan Produk Halal
apahabar.com

Ekbis

Kecemasan Terhadap Pandemi Mereda, Rupiah Ditutup Menguat
apahabar.com

Ekbis

Triwulan II, Intip Utang Luar Negeri Indonesia
Ilustrasi. Foto-net

Ekbis

Tebar Promo, AirAsia Gratiskan Bagasi 15 Kg
apahabar.com

Ekbis

Wings Air Buka Rute Penerbangan Palangka Raya-Solo
apahabar.com

Ekbis

FLUKTUASI RUPIAH: Perkasa bersama Rupee dan Renminbi
apahabar.com

Ekbis

Momen Natal dan Tahun Baru, Kadis Perdagangan Kalsel Wanti-Wanti Pelaku Usaha
apahabar.com

Ekbis

Gagal Bayar Utang, Pendiri Ponsel Cina Dilarang Naik Pesawat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com