apahabar.com
Prosesi pemakaman Serma (Purn) Imanuel Nuhan di Taman Makam Pahlawan, Sanaman Lampang, Palangka Raya, Sabtu (12/10). Foto-Antara.

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Tuntas sudah perjuangan hidup Serma (Purn) Imanuel Nuhan. Dia dimakamkan di Taman Malam Pahlawan, Sanaman Lampang, Palangka Raya, Sabtu (12/10) kemarin.

Atas jasanya, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) akan mengusulkan almarhum yang salah satu penerjun pertama asal Kalimantan Tengah mendapat gelar Pahlawan Nasional.

“Kita akan kita usulkan dari TNI AU. Akan diusulkan ke Pemerintah sebagai Pahlawan Nasional,” kata Komandan Korps Pasukan Khas (Dankopaskhas) Marsekal Muda TNI Eris Widodo Yuliastono dikutip apahabar.com dari Antara.

Almarhum menurutnya layak jadi sosok Pahlawan Nasional. Pasalnya jasa-jasa almarhum saat menjalankan tugas sebagai anggota TNI AU yang saat itu masih bernama AURI.

Salah satu jasa yang menjadi bagian sejarah terutama bagi TNI AU karena pria kelahiran 1 Januari 1924 merupakan salah satu dari 13 penerjun pertama yang melakukan penerjunan di daerah Sambi, Kotawaringin Barat, Kalteng pada 17 Oktober 1994.

“Pada hari ini khususnya TNI AU berduka dengan berpulangnya Serma (Purn) Imanuel Nuhan. Semangat dan ketokohan beliau masih kami teladani dan akan kami teruskan khususnya kami dari koprs baret jingga,” kata Eris.

Acara pemakaman itu sendiri dihadiri sejumlah pejabat pemerintahan dan tokoh masyarakat serta unsur Forkopimda di wilayah Kalimantan Tengah.

Sekda Provinsi Kalimantan Tengah, Fahrizal Fitri pun mengajak seluruh masyarakat di provinsi setempat meneladani dan mengamalkan semangat almarhum untuk memajukan pembangunan daerah.

“Untuk Pemerintah Kalteng sendiri, dalam rangka menghargai dan untuk mengenang beliau berencana mengabadikan namanya menjadi nama jalan,” kata Fakhrizal.

Pihaknya pun sangat mendukung upaya TNI AU yang mengusulkan almarhum Emanuel Nuhan sebagai Pahlawan Nasional dari Kalteng.

Baca Juga: Tiga Nelayan KM Berkat Barokah Kobar Masih Belum Ditemukan

Baca Juga: ABK TB Selwin Tewas Dalam Kamar Mesin, Rekannya Temukan Kejanggalan

Sumber: Antara
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin