‘Banyu’ Naik, Remaja Tewas Tersetrum di Siring Amuntai Kala Tapin Siap Jadi Lumbung Pangan IKN Baru di Kaltim Rangkaian Hari Menanam Indonesia, Wali Kota dan DLH Banjarbaru Tanam Ribuan Pohon Ternyata Rumah Ambruk di Gatot Subroto Banjarmasin tidak Kantongi IMB Kebanjiran Terus, Kalsel Siapkan Megaproyek Kolam Regulasi, Wabup HST Bantah Ilegal Logging

Pengembala Kambing: Tuan, Panas di Dunia Belum Sebanding dengan Panasnya Api Neraka

- Apahabar.com     Jumat, 18 Oktober 2019 - 06:00 WITA

Pengembala Kambing: Tuan, Panas di Dunia Belum Sebanding dengan Panasnya Api Neraka

Ilustrasi. Foto – m.inilah.com

apahabar.com, JAKARTA – Suatu kali Abdullah bin Umar RA sedang pergi ke pasar bersama dengan sahabatnya. Kemudian ia mencari tempat untuk makan. Seketika, ia melihat seorang anak kecil penggembala kambing lewat dihadapan mereka.

Abdullah bin Umar RA memanggilnya dan mengajaknya makan bersama. Namun anak penggembala kambing tadi menolaknya karena ia sedang berpuasa.

Mendengar hal itu, Abdullah bin Umar menatapnya dengan perasaan kagum dan terharu. Lalu ia bertanya, “Saat cuaca yang sedang panas dan terik seperti ini, engkau tetap berpuasa sambil menggembala kambing?”

Kemudian anak itu menjawabnya, “Tuan, panas di dunia belum sebanding dengan panasnya api neraka.”

Sungguh jawaban yang sangat mulia. Setelah itu, Abdullah meminta anak itu untuk menjual satu kambing yang sedang digembalakannya itu. Namun ternyata kambing itu bukanlah miliknya, melainkan milik majikannya, dan anak kecil itu tidak berani menjual kambing-kambing itu sekalipun hanya satu tanpa seizin dan sepengetahuan majikannya.

Abdullah bin Umar RA berniat untuk menguji sifat amanah anak penggembala tadi. Ia berkata, “Jual saja satu kambing ini padaku, dan gunakanlah uang itu sesuka hatimu nak. Jangan merasa takut pada majikanmu, lagipula dia tidak melihatmu. Dan katakan saja bahwa satu kambing tadi telah dimakan serigala. Tentu majikanmu akan percaya pada perkataanmu.”

Mendengar bujukan Abdullah bin Umar RA, anak itu langsung menyahutnya, “Astaghfirullahalazim, walaupun majikanku tidak melihat perbuatanku, tapi ketahuilah tuan, bahwa ada Allah SWT yang selalu melihat semua yang aku kerjakan. Semoga Allah SWT memaafkan tuan. Dimanakah Allah? Dimanakah Allah?” Anak itu terus mengulang-ulang perkataannya sembari bercucuran air mata. “Dimanakah Allah? Dimanakah Allah? Dimanakah Allah?”

Akhirnya Abdullah bin Umar RA pun ikut menangis dan mengikuti perkataannya “Dimanakah Allah?” Kemudian ia membeli anak penggembala tadi beserta kambing – kambingnya. Sehingga anak itu terbebas dari perbudakan, dan Abdullah bin Umar RA memberikan kambing-kambing itu pada sang anak sebagai hadiah atas perbuatan amanah dan keimanannya pada Allah SWT.

Baca Juga: Menikah di Bulan Safar? Dua Pasangan Agung Ini Melakukannya

Baca Juga: Akibat Kejadian Ini, Tuan Guru Zainal Ilmi Batal Disemayamkan di Makam Pahlawan

Sumber: Islampos.com
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Sirah

Kisah Juraij dan Terkabulnya Doa Jelek Orangtuanya
apahabar.com

Hikmah

Kisah Budak Rasulullah SAW yang Menyembunyikan Rampasan Perang
apahabar.com

Sirah

Mengenang Dinasti Abbasiyah pada Masa Gemilang
apahabar.com

Sirah

Keutamaan Para Sahabat Rasulullah SAW Dijelaskan dalam Injil
apahabar.com

Sirah

Tidak Mudah Menjadi Pendakwah di Zaman Dulu, Tunji Abbas Mengalaminya
apahabar.com

Religi

Said Agil Munawar Ceritakan Betapa Mudahnya Syekh Yasin Bertemu Rasulullah
apahabar.com

Sirah

Syekh Yasin dan Abah Guru Sekumpul Mengetahui Waktu Kewafatan Sendiri
apahabar.com

Religi

Abdullah bin Umar RA, Kokoh Berdiri di Garis Tengah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com