Brakkk! Detik-Detik Rumah Ambruk di Manarap Banjar Kontroversi Upin Ipin Sudah Meninggal, Les’ Copaque Beri Penjelasan Penggerebekan Maut Kakek Teluk Tiram: Sarijan Rupanya Target Tersohor Kepolisian Maraton, Proses RUU jadi UU IKN Digelar Hari Ini Tok! Pemerintah-Pansus Sepakat RUU IKN Lanjut ke Paripurna DPR

Pengungsi Wamena Siap Kembali Jika Aman

- Apahabar.com     Minggu, 6 Oktober 2019 - 07:13 WITA

Pengungsi Wamena Siap Kembali Jika Aman

Salah satu keluarga korban kerusuhan Wamena yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya di Wamena, Sabtu (05/10). Foto–Antara/Desi Purnamawati

apahabar.com, WAMENA – Pascakerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, sejumlah pengungsi mengaku bersedia untuk kembali jika situasi sudah aman dan rumah mereka kembali dibangun.

“Bertahan di sini dulu sudah,” kata Fani, warga asal Toraja yang mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya, Wamena, Sabtu (05/10).

Fani bersama tiga anak dan suaminya terpaksa mengungsi karena rumah mereka di Distrik Hom-Hom rata dengan tanah karena terbakar saat terjadi kerusuhan pada 23 September 2019.

Namun ia bersama keluarga tetap bertahan di Wamena dan tidak kembali ke kampung halaman di Tanah Toraja, Sulawesi Selatan, karena masih punya harapan untuk tetap tinggal di Papua.

Selain itu, untuk pulang kampung, dibutuhkan biaya yang besar, sementara mereka tidak memiliki harta benda lagi karena semuanya sudah terbakar bersama kediamannya.

Hal senada disampaikan Damaris yang juga mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya.

“Rencana untuk pulang ke rumah. Mereka yang tidak pulang karena rumahnya sudah habis terbakar,” kata Damaris.

Yang terpenting bagi mereka adalah situasi keamanan yang kondusif dan bantuan pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak.

Sebanyak 1.254 orang masih bertahan mengungsi di Kodim 1702/Jayawijaya sejak kerusuhan.

Total 2.636 orang yang masih mengungsi di Wamena pascakerusuhan. Sebelumnya ribuan orang sudah meninggalkan Wamena kembali ke kampung halaman masing-masing.

Pemerintah melalui Kementerian Sosial telah mendistribusikan bantuan senilai Rp3,8 miliar untuk penanganan dampak kerusuhan di Wamena berupa logistik, usaha ekonomi produktif dan santunan ahli waris korban meninggal dunia.

Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kementerian Sosial Harry Hikmat mengatakan, pemerintah mendorong agar warga yang eksodus untuk kembali ke Wamena.

“Dengan jaminan keamanan dari aparat TNI dan Polri, situasi cukup kondusif dan kegiatan masyarakat termasuk aktivitas ekonomi sudah berjalan,” katanya.

Baca Juga: Misteri Bekas Kekerasan pada Mayat Dalam Karung di Sulbar

Baca Juga: Bisakah Presiden Dipecat karena Perpu? Pakar: Tidak Ada Dasar

Baca Juga: HUT ke-74, Ancaman Nirmiliter Jadi Atensi TNI

Baca Juga: Usai Bentrokan Senayan, 1.365 Perusuh Diamankan

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Tanpa Turis, Tengok Nasib Bali

Nasional

Polisi Segera Limpahkan Berkas Kasus Kece dan Yahya Waloni ke Kejaksaan

Nasional

Subhanallah, Bayi Prematur Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Nasional

Indonesia Desak Australia Pertimbangkan Soal Yerusalem Barat
apahabar.com

Nasional

52 Warga Ponorogo Hijrah ke Malang, Ini Jawaban Gus Romli
apahabar.com

Nasional

KLHK Kalimantan Tetapkan Dua Aktor Intelektual Tersangka Pembalakan Liar
apahabar.com

Nasional

Tim Jokowi Optimistis Putusan MK ‘Sama’ dengan MA
apahabar.com

Nasional

Ketum Hipmi: Baru 3 Persen Pemuda Indonesia Jadi Pengusaha
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com