Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala Alasan FM, Oknum ASN Banjarbaru Tuduh Polisi Provokator Demo Omnibus Law

Peringatan Sumpah Pemuda, Milenial Diingatkan Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan

- Apahabar.com Senin, 28 Oktober 2019 - 18:39 WIB

Peringatan Sumpah Pemuda, Milenial Diingatkan Menjunjung Tinggi Bahasa Persatuan

Ilustrasi Sumpah Pemuda. Foto-Tribunnews.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Kaum milenial diharapkan benar-benar bisa memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun ini. Termasuk di Banjarmasin.

Dikatakan Duta Bahasa Kalsel, Siti RosyianiKhalisha, secara umum generasi milenial menjadi ujung tombak sebuah perubahan. Mereka memegang peranan penting dalam sebuah kemajuan negara.

Termasuk dalam pengutamaan Bahasa Indonesia sebagai satu diantara poin dari Sumpah Pemuda. Poin bicara menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

“Zaman modern membuat masyarakat berlomba menguasai bahasa asing yang lama kelamaan sudah menjadi tuntutan perkembangan zaman,” ucap mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP ULM Banjarmasin ini.

Hal demikian kemudian menjadi ancaman dan tidak menutup kemungkinan bahwa Bahasa Indonesia akan tergantikan.

Namun, sebagai pemuda-pemudi yang menjunjung tinggi bahasa Indonesia, iamenyakini harus bertindak dan menjadi contoh yang baik terhadap lingkungan sekitar.

Dimulai dari diri sendiri dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Terlebih di zaman yang sangat mudah menyampaikan pendapat dan informasi seperti sekarang.

“Menguasai bahasa asing memang perlu dan sangat disarankan, tapi jangan sampai hal itu membuat kita lupa terhadap bahasa negara kita, bahasa Indonesia,” tegasnya.

Nada serupa juga disampaikan mahasiswi Psikologi ULM Banjarbaru, Rima Anjani.

Ia beranggapan tepat 91 tahun yang lalu semangat persatuan dan gotong royong para pemuda dari seluruh Indonesia melahirkan suatu gagasan luar biasa bernama Sumpah Pemuda.

“Kini semangat itu harus kembali kita hadirkan dalam bentuk kolaborasi antar seluruh lapisan masyarakat dengan berinovasi dan melahirkan karya untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Lebih lanjut Rima juga mengingatkan, dalam berpendapat apalagi mengkritik sebaiknya harus dibarengi dengan saran. Sebab, jika seseorang mengeluarkan pendapat yang mengkritik tanpa adanya saran, bisa-bisa pendapat itu bisa menjatuhkan seseorang.

“Boleh berpendapat, mengkritik, tapi harus bijak. Jangan sampai kritikan tapi tak ada saran. Itu jatuhnya bisa menjadi bully,” tutupnya.

Baca Juga: Sumpah Pemuda, Menpora Pinta Pemuda HST Miliki Intelektual dan Skil Kepemimpinan

Baca Juga: Pilwali Banjarmasin: Ibnu Sina Maksimalkan Momen Sumpah Pemuda

Baca Juga: Hj. Sadariah Salurkan Bansos di Batulicin

Reporter: BahaudinQusairi
Editor: Syarif

 

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tragedi Sungai Andai: Luka Sayatan di Lengan Ibu Picu Pembunuhan Ayah Tiri
apahabar.com

Kalsel

Kapolres Kotabaru Ungkap 3 Agenda Penting di Wilayahnya
apahabar.com

Kalsel

Langkah Korem 101/Antasari Cegah Karhutla di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Dandim Barabai Ingin Keharmonisan TNI dan Insan Pers Selalu Terjalin
apahabar.com

Kalsel

Warga Diimbau Waspada Potensi Radikalisme di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Sosok Pria Balangan yang Mengaku Isa Almasih di Mata Warga
apahabar.com

Kalsel

Harga Elpiji 3 Kg di Martapura Capai Rp50 Ribu
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Pasar 5 Positif Corona Wafat, Kluster Baru Ancam Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com