Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter Update Covid-19 di Tanbu: Positif 18 Orang, Sembuh 12 Teringat Kebaikan Warga Kalsel Saat Haul Sekumpul, Bantuan Terus Mengalir dari Kaltim Belum Ada Pasokan, BBM di Tabalong Mulai Langka Terdakwa Bantah Polisi, Sidang Sabu 300 Kg Banjarmasin Memanas

Pernah Gagal, Pemerintah Pusat Mau Bangun Pabrik Gula di Kalsel

- Apahabar.com Jumat, 18 Oktober 2019 - 13:33 WIB

Pernah Gagal, Pemerintah Pusat Mau Bangun Pabrik Gula di Kalsel

Ilustrasi pabrik gula. Foto-Istimew

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana pemerintah pusat membangun pabrik gula di Kalsel bakal tak semudah membalikan telapak tangan.

Setelah meresmikan pabrik di Blitar, pemerintah berencana membangun sembilan pabrik lagi di sejumlah wilayah lain. Seperti di Sumba Timur, NTB, Lampung, OKI, Sumsel, Bombana Sulteng, Blora Jateng, Lamongan dan Kalsel.

Kalsel menjadi salah satu daerah yang ditarget pemerintah punya satu pabrik gula rakyat.

Namun, pabrik gula rakyat sebenarnya bukan hal asing bagi masyarakat Kalsel, khususnya Kabupaten Tanah Laut. Era 1982-1999, Kalsel pernah punya pabrik gula di Pelaihari. Sempat belasan tahun berjaya, pabrik aspirasi masyarakat itu akhirnya gulung tikar.

apahabar.com bertemu dengan Imam Suprastowo. Dia adalah pegawai perusahaan Gula milik pemerintah yang dulunya bernama PTP2425 (PTP XXIV-XXV) (Persero) Proyek Gula I Pelaihari, pada tahun 1982.

Dulu, Pelaihari dikenal sebagai pemasok gula bagi masyarakat Kalsel, bahkan nasional karena keberadaan pabrik guna mempercepat swasembada gula itu.

“Saya dulu orangnya pabrik gula. Saya di sini (Kalsel) dulu dikirim pabrik gula tahun 1982,” kata Imam.

Imam yang kini Ketua Komisi II DPRD Kalsel menceritakan sepak terjang pabrik gula di masanya itu. Pabrik gula yang didirikan pemerintah, beroperasi sejak 1982 sampai 1999. Ditutupnya pabrik yang sudah beroperasi selama kurang lebih 17 tahun lantaran jumlah produksi yang tak memuaskan.

Imam menceritakan rendemen atau perbandingan hasil air tebu menjadi gula tak mencapai perbandingan sepadan. Hal itu menyebabkan kurangnya jumlah target produksi harus dicapai.

“Kalau tidak salah, targetnya sehari memproduksi gula 30 ribu ton,” sambung Imam.

Dengan luas perkebunan sebesar 15 ribu hektare tebu plasma, pabrik pemerintah itu tidak mampu menghasilkan produksi 30 ribu ton gula perhari. “Tanahnya kurang cocok untuk tebu,” tuturnya.

Area perkebunan tebu itu kini sudah menjadi perkebunan sawit. Yang dikelola perusahaan. Menanggapi porgram pemerintah untuk kembali mendirikan pabrik gula rakyat di Kalsel, Imam pesimis. Legislator Rumah Banjar ini meminta pemerintah mengkaji kembali rencana pembangunan pabrik gula tersebut.

Baca Juga: Pabrik Penggilangan Padi di Jelapat Terbakar

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Fariz Fadhilah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Terlibat Penculikan dan Pemerasan WN Inggris, 4 Oknum Polisi Diamankan

Nasional

Sosok Fuad, Pengganti Dirut Garuda yang Selundupkan Harley

Nasional

Jokowi Minta Soal Vaksin Covid-19 Jangan Tergesa-gesa
apahabar.com

Nasional

Jika Pemerintah Terapkan Tatanan New Normal, Simak Permintaan IDI
apahabar.com

Nasional

Siap-siap! 100 Ribu Lowongan CPNS Buka Oktober 2019
apahabar.com

Nasional

Positif Corona, Menteri Kesehatan Inggris Isolasi Diri Sendiri

Nasional

POTRET Hiruk Pikuk Ribuan Jemaah Jejali Kawasan Sekumpul

Nasional

@KetumProdem Terkejut Deklarator KAMI Syahganda Nainggolan Ditangkap Polisi Pukul 04.00 Subuh
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com