Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru Alhamdulillah, 21 Warga Tanbu Sembuh dari Covid-19 Gunakan Pakaian Adat, Mitra Pariwisata Kapuas Galang Dana untuk Banjir Kalsel Terparah dalam Sejarah, Jokowi Blakblakan Biang Kerok Banjir Kalsel Wali Kota Beber Biang Kerok Banjir Banjarmasin, Bukan karena Hujan

PKS Hormati Pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan SBY

- Apahabar.com Sabtu, 12 Oktober 2019 - 19:05 WIB

PKS Hormati Pertemuan Jokowi dengan Prabowo dan SBY

Pertemuan Jokowi dan Prabowo di Istana. Foto-Biro Pers Setpres

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan PKS menghormati pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono pada Kamis (10/10) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Jumat (11/10).

“Komunikasi politik itu wajar saja, apakah kemudian berujung koalisi di pemerintahan? Itu juga sah-sah saja jika benar terjadi sebagai sebuah pilihan politik, PKS menghormati,” kata Jazuli di Jakarta, Sabtu (12/10).

Jazuli menegaskan bahwa PKS tetap berada di luar pemerintahan, agar lebih objektif memberikan masukan kepada pemerintah dalam memberikan solusi alternatif masalah bangsa.

Jazuli mengatakan, PKS tidak pernah menutup diri dari komunikasi politik apalagi untuk tujuan silaturahim kebangsaan, karena bangsa Indonesia tidak mungkin bisa dibangun sendiri namun membutuhkan kerja sama atau gotong royong untuk kemaslahatan bangsa dan negara.

Namun, dia menilai komunikasi atau silaturahmi antar elit politik tidak harus dimaknai atau dilihat sebagai bagi-bagi kekuasaan “an-sich” namun diharapkan terjadi diskusi mendalam tentang permasalahan fundamental yang dihadapi bangsa dan perspektif solusinya.

“Pimpinan negara dan elit politik diharapkan bicara solusi-solusi dan optimisme di hadapan rakyat yang menyaksikan pertemuan tersebut,” ujarnya.

Dia menegaskan bahwa PKS akan lebih mantap dan objektif dalam memberikan perspektif dan alternatif solusi terhadap permasalahan bangsa jika tetap berada di luar pemerintahan.

Menurut dia, PKS ingin memberi contoh budaya politik yang sehat dan partainya tidak ingin masuk kabinet karena ingin menghormati partai-partai yang berkeringat memenangkan Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kami ingin memaksimalkan peran parlemen dalam hal check and balances sesuai konstitusi. Apalagi, kami merasa tetap di Pemerintahan Republik Indonesia karena PKS punya kader-kader terbaik yang menjadi gubernur dan bupati/wali kota,” katanya.

Baca Juga: Ada Kesan di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo

Baca Juga: PAN Tegaskan Siap Jadi Oposisi

Baca Juga: Sepak Terjang Denny Indrayana Belum Pukau Parpol di Kalsel

Baca Juga: Maju Pilwali Banjarmasin, Habib Banua Melawan Arus di PKS

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Demokrat Tinggalkan BPN Prabowo-Sandi
apahabar.com

Politik

Respons Paslon BirinMU Soal Wacana Nonton Bareng Debat di Pilgub Kalsel 2020
apahabar.com

Politik

Di Satui, SHM-MAR Diprediksi Unggul 75 Persen
apahabar.com

Politik

Anang-Firdaus, Calon Independen di Banjarmasin Diminta Lengkapi Berkas
apahabar.com

Politik

Petinggi Gerindra Sebut Akan Tetap Menjadi Oposisi
apahabar.com

Politik

Lamar PDIP, Saidi Mansyur Ingin Teruskan Koalisi Nasional di Pilkada Banjar 2020
apahabar.com

Politik

Peringati Maulid Nabi, Calon Wakil Wali Kota Banjarmasin Ariffin Noor Ajak Teladani Sifat Rasullah
pilwali

Politik

Sesi Akhir Debat Pilwali Banjarbaru 2020, Calon Wali Kota Adu Unggul Masalah Pelayanan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com