Debat Ke-2 Pilbup Tanbu: “Wakil Komitmen” HM Rusli Bikin Bingung Alpiya, Mila Karmila Speechless PN Martapura Putuskan Camat Aluh-Aluh Melanggar Netralitas ASN Kembali, Duta Zona Selatan Batola Memenangi Atak Diang Kawal Pilkada Serentak, Polda Kalsel Komitmen Tegakkan Netralitas Tapin Berpotensi Tinggi di Sektor Energi Terbarukan, Pertanian, dan Parawisata

Prabowo Jadi Menhan, The Guardian: Dark Day for Human Rights

- Apahabar.com Rabu, 23 Oktober 2019 - 20:32 WIB

Prabowo Jadi Menhan, The Guardian: Dark Day for Human Rights

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Merdeka. Foto: Andhika Prasetia/Detikcom

apahabar.com, JAKARTA – ‘Dark Day for Human Rights’. Begitu judul sebuah artikel milik The Guardian, hari ini, Rabu 23 Oktober 2019.

Kira-kira artinya: ‘Hari Gelap untuk Hak Asasi Manusia: Subianto Ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan’. Muatan judulnya mengandung sindiran atas terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan (Menhan).

Lewat artikel itu, The Guardian coba mengungkit masa lalu Prabowo semasa Orde Baru. ‘Prabowo Subianto – seorang mantan jenderal angkatan darat dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia,’ demikian salah satu baris kalimat dari paragraf pembuka. Sedikitnya ada sembilan paragraf artikel dengan 400 lebih kata itu.

Di paragraf kedua, disebutkan jika pengangkatan Prabowo menimbulkan keresahan bagi sebagian besar pendukung Jokowi. Kegelisahan publik atas rekam jejak Prabowo saat memegang kekuasaan pasukan khusus angkatan bersenjata.

Prabowo saat itu, sebagai menantu ‘Diktator’ Soeharto, diduga mengatur penculikan dan penyiksaan terhadap para aktivis menjelang demonstrasi anti-pemerintah pada 1998. Guardian juga menyebut Prabowo tidak pernah didakwa atas insiden penculikan aktivis.

“Ini akan menjadi hari yang gelap bagi hak asasi manusia di negara ini,” ujar Usman Hamid, Eksekutif Amnesty International Indonesia, dalam artikel tersebut, menanggapi penunjukkan Prabowo sebagai Menhan.

Selain itu, The Guardian juga menyindir kasus kekerasan yang meletus di Papua saat sejumlah pedemo menuntut kemerdekaan di Bumi Cendrawasih.

 

Adapun, Presiden Jokowi resmi memperkenalkan 38 menterinya dan pejabat setingkatnya, siang tadi, Rabu (23/10). Termasuk di antaranya Prabowo. Jokowi bersikap beda pada bekas rival-nya di Pilpres 2019 itu.

Saat pengumuman, Presiden mengajak para menteri dan pejabat setingkat-nya duduk di tangga istana. Mereka yang disebut nama dan posisinya langsung berdiri. Tiba giliran Prabowo, Jokowi enggan menyebutkan tugas pokok fungsi purnawirawan jenderal TNI Angkatan Darat itu.

“Menteri Pertahanan Pak Prabowo, hehe. Selamat pagi, Pak. Saya kira tugas beliau saya tak usah sampaikan, beliau lebih tahu daripada saya,” ujar Jokowi disambut gelak tawa menteri lainnya.

Usai pelantikan, Prabowo sendiri meminta waktu untuk lebih dulu mempelajari situasi. “Baru saja kita selesaikan pelantikan, saya harus lihat kantor kementerian dulu, pasti ada proses serah terima, saya belajar dulu situasi terakhir baru kita akan kerja,” kata Prabowo saat didaulat oleh wartawan memberikan keterangan pers usai pelantikan, dikutip dari Antara.

Selain dihujani banyak pertanyaan, Prabowo juga mendapatkan ucapan selamat dari para wartawan. Tak banyak kalimat yang terlontar dari mulut Prabowo. Kemudian ia bergegas menuju mobilnya untuk melaksanakan serah terima jabatan di Kantor Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Di Kemenhan, Prabowo sendiri menggantikan Jenderal Ryamizard Ryacudu,rekan seangkatannya saat di Akademi Militer pada 1974.

apahabar.com

Infografis-apahabar.com/Zulfikar

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erick Thohir: Tol Pertama di Aceh Bukti Pemerataan Pembangunan
apahabar.com

Nasional

Kebakaran Kejagung, Apa Kabar Berkas Perkara Djoko Tjandra?
apahabar.com

Nasional

Pemilu 2019 Selesai, Jokowi Minta Rakyat Indonesia Bersatu Kembali
apahabar.com

Nasional

Polisi Tangkap Dua Spesialis Penjual Cula Badak langka
apahabar.com

Nasional

Wapres: Kinerja Pemerintah Tidak Cukup Dinilai 100 Hari
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Indonesia Siapkan Strategi Baru Bela Siti Aisyah
apahabar.com

Nasional

Waspadai Fenomena La Nina, Simak Imbauan BNPB
apahabar.com

Nasional

Maruarar Sirait : Kepentingan Rakyat Lebih Utama Jokowi Diharapkan Tinjau Kembali Kebijakan Ekonominya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com