Jadwal Penumpang Banjarmasin Tujuan Bali Transit di Surabaya Berubah, Begini Respons Lion Air Mulai Berlaku, Syarat Wajib PCR Bikin Warga Kalsel Terbang ke Bali Berpikir Dua Kali Pembacok Jurkani di Tanbu Juga Rampas Barang Pribadi, Pelaku Disebut Berhalusinasi Jasad Wanita Muda Banjarmasin dengan Luka Tusuk di Dada Itu Ternyata… Sosok Pembacok Advokat Jurkani di Tanah Bumbu, dan Detik-Detik Penganiayaan

Rapat Hari Santri, PCNU Banjar Tidak Ingin Ada yang Mojok

- Apahabar.com     Rabu, 16 Oktober 2019 - 15:27 WITA

Rapat Hari Santri, PCNU Banjar Tidak Ingin Ada yang Mojok

PCNU Banjar melakukan rapat persiapan Hari Santri 2019 di kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar. Foto-PCNU Banjar for apahabar.com

apahabar.com, MARTAPURA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Banjar bersama dengan PCNU kembali menggelar rapat kali kedua persiapan hari santri di kabupaten tersebut pada Rabu (16/10) pagi.

Rapat kali ini dihadiri Kabid Kebudayaan, Yuarna Karta Abidi, Ketua Pelaksana M. Zaini, Polres Banjar, Dishub, Satpol PP serta instansi terkait lainnya.

Zaini yang juga Sekretaris PCNU Banjar mengharapkan pengamanan acara yang sudah tiga kali berlangsung di Kabupaten Banjar agar semakin ditingkatkan.

“Karena pada tahun sebelumnya ada didapati kehilangan HP bahkan ada yang mengambil dompet peserta di dalam stand,” tutur M. Zaini.

Terlebih lagi, dirinya menginginkan agar tidak ada orang yang berpacaran atau mojok pada saat kegiatan berlangsung.

“Kota kita ini terkenal dengan Kota Serambi Makkah, terlebih lagi acara yang kita selenggarakan adalah hari santri, maka jangan sampai ada yang mojok di tempat yang gelap. Maka dari itu saya meminta agar rekan dari Satpol PP agar lebih meningkatkan keamanan,” ujarnya.

Sekertaris PC NU itu juga mengatakan bahwa pihaknya untuk pengamanan akan menurunkan Barisan Serba Guna (Banser).

“Namun karna keterbatasan dana kami hanya menurunkan 15 orang Banser saja,” tuturnya.

Zaini mengatakan, hari santri di Kabupaten Banjar adalah acara yang paling meriah di Kalimantan Selatan, pasalnya di Kabupaten lain tidak sampai mengadakan lomba-lomba seperti di sini.

“Kalau di tempat lain setahu saya hanya mengadakan Kirab saja,” bebernya.

Selain itu, untuk memeriahkan acara, pihak PC NU mengadakan lomba membaca kitab kuning.

“Karena kalau belum bisa membaca kitab kuning itu belum santri namanya,” kata Zaini.

Selain itu, pihaknya juga akan mengadakan lomba stand untuk setiap pesantren yang mengikuti acara.

“Jadi kita ada 22 pesantren yang ikut dalam acara Hari Santri ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Gandeng PCNU Banjar, Disbudpar Siapkan Rp56 Juta untuk Lomba di Hari Santri

Baca Juga: Tiga Santri Terbaik HST ke Timur Tengah

Reporter: AHC 15
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Dua Rumah di Banua Kupang Hangus, Wabup Berry Turun Tangan

Kalsel

Dua Rumah di Banua Kupang Hangus, Wabup Berry Turun Tangan
apahabar.com

Kalsel

Menuju New Normal, PSBB di Kabupaten Banjar Tidak Diperpanjang
Saka Permai

Banjarmasin

Pagi-Pagi Jago Merah Ngamuk di Saka Permai Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Syarian Nurdin: Membumikan Alquran Sangat Penting
apahabar.com

Kalsel

Sasar Pasar Tradisional, Polsek Takisung Ungkapkan Sanksi Bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Kelurahan Masuk Zona Merah, Sejumlah Sekolah di Banjarmasin Terancam Gagal Gelar Belajar Tatap Muka
apahabar.com

Kalsel

3 Destinasi Wisata Alam nan Menawan di Kalsel yang Sayang Jika Dilewatkan
apahabar.com

Kalsel

Banjir di Tapin, PLN: Antisipasi Bahaya Listrik dengan 5 Langkah Aman
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com