Banjir Kalsel: 112.709 Warga Mengungsi, 5 Orang Meninggal Adaro Bersama Mitra Kerja Bantu Korban Banjir di Tabalong dan HST Tambah 14.224, Kasus Baru Covid-19 Indonesia Pecah Rekor Lagi! Jokowi Telepon Paman Birin, TNI Terjunkan Kopaska hingga Puluhan Perahu Karet Kapolres Balangan Siap Salurkan Bantuan Adaro ke Masyarakat Terdampak Banjir

Saling ‘Tuding’ BPJS Kesehatan dan Disdukpencapil Tanbu

- Apahabar.com Rabu, 16 Oktober 2019 - 16:31 WIB

Saling ‘Tuding’ BPJS Kesehatan dan Disdukpencapil Tanbu

Ilustrasi. Foto-Tribun Kaltim

apahabar.com, BATULICIN – Sebagian warga mengeluh karena datanya tidak terinput saat ingin mengurus administrasi di BPJS Kesehatan Tanah Bumbu.

Persoalan ini pun menimbulkan kebingungan di masyarakat. Sebab, pihak BPJS menuding Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukpencapil) Tanah Bumbu tidak memperbarui datanya. Di sisi lain, Dinas Disdukpencapil mengklaim selalu melakukan perbaruan data kependudukan.

“Ini agak aneh, karena update data kami dilakukan secara real time,” sebut Kabid Pelayanan Pendaftaran Penduduk, Des Rizal RRD, kepada apahabar.com, Rabu (16/10).

Untuk meluruskan hal tersebut, rencananya Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tanah Bumbu akan mengirimkan surat kepada BPJS Kesehatan Tanah Bumbu.

Rizal mengatakan data yang dirilis oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Tanah Bumbu validitasnya bisa dipertanggungjawabkan.

Menyikapi hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Tanah Bumbu, Aslamiyah, menegaskan pihaknya tidak pernah menolak masyarakat yang melakukan pengurusan administrasi di BPJS Kesehatan.

Aslamiyah menyebut pihaknya hanya sebatas sebatas memastikan data validitas NIK. Jika data sudah dipastikan benar pasti bisa didaftarkan.

“Data kepesertaan kami terkoneksi dengan Dirjen Kependudukan Pusat di Jakarta. Karena data online untuk seluruh Indonesia. Jadi datanya sesuai update pada Dirjen Kependudukan Pusat,” jelasnya.

Dalam beberapa kasus yang terjadi, data kependudukan masyarakat di daerah belum terkoneksi dengan data kependudukan di pemerintah pusat. Salah satu penyebabnya, kata dia, karena Dinas Kependudukan Catatan Sipil di daerah melakukan update data per semester.

“Update-nya per semester, sehingga NIK pada sistem kami belum dapat terbaca,” tegasnya.

Jika dilihat pada visualisasi data kependudukan di Kementrian Dalam Negeri, data yang muncul adalah data sampai semester 1 tahun 2019. Karenanya, pihaknya meminta masyarakat untuk mengupdate data di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Baca Juga: Selama 2019, Kasus Perceraian di Tanbu Tinggi

Baca Juga: Perempuan Dinilai Memiliki Peran Strategis dalam Kemajuan Pembangunan

Reporter: Ahc21
Editor: Puja Mandela

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Kursani Lepas Rombongan “Si Kadal” ke Pelosok Desa
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Datangi Penjual Wadai, Sudian Noor Bagi-Bagi Masker Kain
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Pasca-Banjir, Jalan Lintas Desa di Kusan Hulu Kembali Diaspal
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Sudah Ribuan Pasutri di Tanbu Ikuti Sidang Isbat Nikah
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Market Day, Siswa Al Fath Batulicin Dilatih Berwirausaha
Pasar

Pemkab Tanah Bumbu

Disdagri Tanbu Gelar Pengundian Tempat untuk Pedagang Pasar Rakyat Sungai Danau
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Staf Ahli Apkasi Soroti Nasib Guru Honorer
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Tanah Bumbu Berduka, Fadli Zour Tutup Usia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com