BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Sering Konsumsi Kentang Goreng Ternyata Tak Baik Bagi Kesehatan

- Apahabar.com Jumat, 18 Oktober 2019 - 05:45 WIB

Sering Konsumsi Kentang Goreng Ternyata Tak Baik Bagi Kesehatan

Ilustrasi kentang goreng. Foto - Thinkstockphotos

apahabar.com, JAKARTA – Mungkin tidak sedikit orang menyukai makan kentang goreng. Rasanya yang renyah di bagian luar dan lembut di bagian dalam membuat orang yang menyukai makanan itu tak mau berhenti menyantapnya.

Ternyata dibalik kerenyahannya, kentang goreng juga tidak baik untuk kesehatan.

Selain memicu kolesterol dan menambah berat badan karena kentang goreng merupakan makanan tinggi kalori, ada bahaya lain di balik renyahnya kentang goreng.

Hal ini diungkap dari hasil penelitian terbaru.

The UK Food Standards Agency (FSA) telah meluncurkan peringatan kampanye tentang resiko kanker terkait memasak kentang dan makanan dengan kandungan pati lain yang dimasak pada suhu tinggi.

Mengapa kentang goreng berbahaya?

Di dalam kentang goreng, terdapat kandungan arkilamida.

Akrilamida sendiri merupakan bahan kimia yang kerap digunakan dalam banyak proses industri termasuk pemurnian air, serta untuk percobaan memisahkan molekul DNA

Akan tetapi, Kandungan kimia ini secara alami juga ditemukan di beberapa makanan.

Kandungan Akrilamida terbentuk melalui reaksi Maillard yang salah satu dampaknya adalah membuat coklat memiliki rasa yang enak ketika dimasak.

Kadar akrilamida yang tinggi umumnya muncul ketika makanan seperti kentang dimasak pada suhu di atas 120 derajat celcius.

Selain pada kentang, kadar akrilamida juga ditemukan dalam makanan bertepung seperti roti, sereal sarapan, dan biskuit.

Apakah Akrilamida berbahaya?

Saat berada di dalam tubuh, akrilamida diubah menjadi senyawa lain yakni glikidamid yang bisa mengikat DNA dan menyebabkan mutasi.

Penelitian pada hewan menunjukkan bahwa akrilamida bisa menyebabkan kanker.

Namun dampaknya pada manusia belum diketahui dengan pasti.

“Meskipun bukti dari penelitian pada hewan menunjukkan bahwa akrilamida dalam makanan dapat dikaitkan dengan kanker, hubungan ini tidak jelas dan konsisten pada manusia,” kata Emma Shields, Peneliti dari Cancer Research UK yang dikutip dari Kompas.com.

Namun, ia menyarankan agar masyarakat mengurangi makanan-makanan dengan kandungan berkalori tinggi seperti kentang, keripik dan biskuit, yang merupakan sumber utama akrilamida.

Apalagi jika seseorang yang gemar mengkonsumsi kentang goreng juga merupakan seorang perokok, maupun peminum alkohol dan cenderung memiliki gaya hidup yang tidak sehat.

Mengurangi risiko kentang supaya tidak sebabkan kanker Emma menyarankan agar saat menggoreng, atau memanggang kentang agar tidak sampai berwarna kuning pekat, akan tetapi cukup berwarna kuning ringan.

Untuk yang menyukai kentang panggang maupun yang digoreng hingga berwarna gelap, maka sebaiknya tidak mengkonsumsi makanan tersebut terlalu sering.

Untuk mengurangi risiko bahaya dari kentang yang dimasak maka sebaiknya jangan simpan kentang mentah di dalam lemari es.

Saat suhu rendah, enzim invertase memecah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa yang bisa membentuk akrilamida saat kentang dimasak.

Meski tidak dihimbau disimpan di kulkas, tetapi, tidak berlaku apabila kentang dibekukan.

Karena pada makanan beku dimana suhu sangat rendah, sukrosa tidak dipecah.

Cara lain untuk mengurangi faktor risiko kentang sebabkan kanker, kamu bisa mencoba merebusnya dahulu sebelum menggoreng.

Hal ini untuk menghilangkan setengah gula sehingga mengurangi kadar akrilamida terbentuk.

Baca Juga: Pria Juga Perlu Periksa Payudara Sendiri

Baca Juga: Demi Rp45 Juta, Mahasiswi Ini Rela Kirim Foto Kaki Seksinya

Sumber: Grid.id
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Gaya

12 Hari di Rumah Sakit, Nunung Kini Sembuh dari Covid-19
apahabar.com

Gaya

Saat Ramadan, Ini Kebiasaan yang Dilakukan Tulus
apahabar.com

Gaya

Bermodal Tirai Shower, Inilah Marion Donovan Sang Penemu Pampers
Kasumbi

Gaya

Film ‘Kasumbi’ Tayang Malam Ini, Saksikan Siaran Langsungnya!
apahabar.com

Gaya

Ortu Mesti Tahu, Ini 3 Jenis Obat-obatan yang Harus Dihindari Si Kecil
apahabar.com

Gaya

Wah, Begini Bahaya Jika Tidur Terlalu Lama
apahabar.com

Gaya

Begini Cara Hemat Hadiri Haul Sekumpul ke-14
apahabar.com

Gaya

Guru Besar UGM: Kalung Eucalyptus Belum Terbukti Menangkal Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com