MUSDA Kian Sengit, Rikval Fachruri Bidik Posisi Ketum HIPMI Kalsel Tersetrum, Petugas PLN di Kandangan Nyangkut di Tiang Listrik Angin Puting Beliung Ngamuk, Puluhan Rumah di Banjar Poran Poranda Pak Jokowi, Kawasan Industri Jorong Tanah Laut Butuh Investor Baru! Dinkes Banjarmasin Langgar Prokes, Pejabat Pemkot Melempem

Sungai Barito di Kalteng Kembali Surut, Angkutan Air Terganggu

- Apahabar.com Minggu, 13 Oktober 2019 - 05:15 WIB

Sungai Barito di Kalteng Kembali Surut, Angkutan Air Terganggu

Sebuah perahu bermotor (kelotok) melintas di kawasan rumah terapung (lanting) di Sungai Barito yang surut di Muara Teweh, Sabtu (12/10). Foto – Antara/Kasriadi

apahabar.com, MUARA TEWEH – Sungai Barito di kawasan pedalaman Kabupaten Barito Utara dan Murung Raya, Kalimantan Tengah, kembali surut sehingga sejumlah kapal dan tongkang bertonase besar terperangkap dan tidak bisa berlayar.

“Angkutan kapal dan tongkang bermuatan batu bara bertonase besar tidak bisa berlayar sejak Kamis (10/10),” kata Kepala UPTD Dermaga Muara Teweh pada Dinas Perhubungan Barito Utara, Muhammad Nurdin melalui petugas pelabuhan Syamsu Rizal di Muara Teweh, Sabtu (12/10).

Ketinggian air Sungai Barito pada skala tinggi air (STA) Muara Teweh pada Sabtu (12/10) sore di angka 2,80 yang menunjukkan angka tidak aman bagi pelayaran kapal bertonase besar.

Sejumlah kapal tarik atau tugboat dan tongkang yang sebelumnya berlayar ke hulu maupun hilir pada saat debit air Sungai Barito naik, kini terpaksa bersandar di beberapa tempat.

“Saat ini tongkang bermuatan batu bara sudah tidak bisa sehingga mereka bersandar di kawasan hutan pinggiran Sungai Barito,” katanya.

Sejumlah tongkang yang bermuatan batu bara yang sempat berlayar ke hilir ini banyak yang bersandar di wilayah Kecamatan Montallat, selain itu ada sebuah tongkang batu bara mengalami kandas di wilayah Tarusan Kabupaten Barito Selatan.

Kondisi air sungai sepanjang 900 kilometer yang hulunya berada di wilayah Kabupaten Murung Raya dan mengalir ke wilayah selatan di Kalimantan Selatan itu, sekarang sulit diramalkan.

Ia menjelaskan meski saat ini kemarau namun masih ada hujan turun, kondisi debit Sungai Barito pekan lalu sempat naik sehingga transportasi kapal tonase besar bisa berlayar. Namun kini sudah tidak bisa karena debit air Sungai Barito turun dan kalau di wilayah hulu hujan maka air kembali naik.

“Kami sulit memprediksi kondisi air Sungai Barito,” ujarnya.

Meski angkutan kapal dan tongkang bertonase besar tidak bisa berlayar, sejumlah kapal barang dan angkutan penumpang yang tonasenya sedang untuk sementara tidak mengalami kendala.

Baca Juga: Tiga Nelayan KM Berkat Barokah Kobar Masih Belum Ditemukan

Baca Juga: Gubernur dan Wagub Kalteng Mendaftar ke Golkar dan Demokrat

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Dinas Peternakan Pastikan Sapi Kurban Bebas Penyakit
apahabar.com

Kalteng

Gubernur Kalteng Patenkan Tanaman Bajakah Temuan Siswa SMA di Palangkaraya
apahabar.com

Kalteng

Satuan Pendidikan Non Formal Dinilai Berperan Aktif dalam Proses Pembelajaran
apahabar.com

Kalteng

Di Desa Handiwung Kapuas, Mahasiswa UMM Sosialisasikan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalteng

Cegah Covid-19, Palangka Raya Berencana Tutup Pasar
apahabar.com

Kalteng

Dinkes Barut Tarik Peredaran Obat Lambung Ranitidin Dari Puskesmas
apahabar.com

Kalteng

Desa Sentra Pertanian di Barut Keluhkan Jalan Penghubung
apahabar.com

Kalteng

Polda Kalteng Musnahkan 1,9 Kg Sabu, Terbanyak dari Palangka Raya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com