apahabar.com
Personel Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tanah Bumbu melakukan pengecekan kadar keasaman Sungai Satui yang diduga tercemar limbah perusahaan tambang. Foto-Istimewa

apahabar.com, BATULICIN – Isu lingkungan hidup kembali mengemuka di Kabupaten Tanah Bumbu. Tiga hari lalu, Sungai Satui berubah warna menjadi hijau pekat.

Ikan-ikan pun banyak yang mati. Peristiwa ini pun membuat masyarakat setempat resah.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tanah Bumbu langsung bergerak untuk mencari sumber pencemaran lingkungan. Butuh tiga hari sampai personel DLH menemukan sumber masalahnya.

“Jadi ada jalan hauling PT. Wahana Bharatama Mining, tapi di luar konsesi mereka. Nah, di samping jalan hauling itu ada aliran air mengalir. Air ini bersifat asam dan terbendung di situ. Oleh perusahaan karena air itu dianggap merusak jalannya, lalu dijebol dan mengalir ke Sungai Satui,” papar Kepala DLH Rahmat Prapto Udoyo, kepada apahabar.com, Kamis (10/10).

Ya, air yang mengalir ke Sungai Satui diduga kuat berasal dari tambang batu bara di sekitar titik tersebut. Tak hanya tambang di Tanah Bumbu, juga sejumlah tambang batu bara di Tanah Laut.

Rahmat memprediksi arus air tersebut makin deras mengalir ke Sungai Satui saat musim penghujan. Itu belum ditambah dengan tipikal tanah asam di sekitar lokasi tambang yang menyebabkan oksigen menjadi nol sehingga menyebabkan banyak ikan mati.

Rabu kemarin, pihak DLH Tanah Bumbu sudah meminta PT. Wahana Bharatama Mining untuk menutup sumber air yang menjadi sebab tercemarnya Sungai Satui. Bahkan, pihak perusahaan sudah berupaya menetralisir. Sayangnya upaya itu tak berhasil.

“Jadi semua air yang ada di lubang tambang itu asam sekali,” katanya.

Karena persoalan pencemaran lingkungan itu berasal dari dua kabupaten berbeda, DLH setempat mengembalikan penyelesaian permasalahan itu kepada pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral RI serta Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.

Di samping itu, pihaknya tetap berupaya untuk memulihkan air Sungai Satui ke kondisi semula. DLH juga sudah mencoba menghubungi sejumlah perusahaan yang terkait dengan permasalahan itu.

“Kita harus pulihkan itu. Dan kita minta perusahaan di sana untuk memulihkan itu. Tapi perusahaannya tak ada yang aktif,” tandasnya.

Baca Juga: Polresta Banjarmasin Bekuk Budak Sabu 2,7 Kg, 41.850 Jiwa Selamat

Baca Juga: Tinjau Pembangunan Asrama Senilai Rp3,8 Milyar, Chairansyah: Saya Minta Tepat Waktu

Baca Juga: Tinjau Proyek Pengerjaan Bandara, Paman Birin: November Akan Soft Launching

Baca Juga: Jadi Tempat Wisata, Kampung Arab Justru Tak Tersentuh Wisatawan

Reporter: Puja Mandela
Editor: Fariz Fadhillah