Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru

Tajamnya Pandangan Guru Seman Mulya; Mengetahui Muridnya yang Datang Mengaji tanpa Izin Suami

- Apahabar.com Kamis, 24 Oktober 2019 - 10:28 WIB

Tajamnya Pandangan Guru Seman Mulya; Mengetahui Muridnya yang Datang Mengaji tanpa Izin Suami

Tuan Guru Seman Mulya Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Tuan Guru H Seman Mulya –Allah yarham- semasa hidup menggelar majelis di kediamannya. Salah satunya adalah majelis khusus untuk jemaah wanita. Di majelis tersebut beliau membimbing ilmu, amal, dan akhlak murid-muridnya.

Guru Seman di antaranya mengajarkan jemaah wanita untuk meminta izin terlebih dulu kepada suami masing-masing untuk menghadiri majelis ilmu yang beliau asuh. Apabila tidak, Guru Seman tak segan untuk menegur.

Pernah suatu ketika, sebagaimana yang diceritakan Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri, Guru Seman menegur jemaah wanita yang tidak meminta izin kepada suami untuk hadir di majelis beliau.

“Nah ada babinian di luar, di bawah jambu air, kada bepadah lawan laki. Lamun nyawa bulik luh-ai ke rumah, bepadah lawan laki nyawa: ulun tadi abahnya ai kada bepadah lawan pian, minta halal minta ridha. Lamunnya nyawa masih kada bapadah minggu dudi, paraya lagi umpat mangaji lawan unda.”

(Nah ada perempuan di luar, di bawah pohon jambu air. Dia tidak minta izin pada suaminya untuk hadir ke majelis ini. Nanti kalau kamu pulang, minta halal minta ridha kepada suamimu karena sudah berangkat tanpa izin. Jika masih tanpa izin hadir pekan depan, tidak usah lagi ikut mengaji denganku, red),” ujar Guru Syaifuddin Zuhri menirukan perkataan Guru Seman saat itu.

Guru Banjar Indah –Guru Syaifuddin dikenal-, juga pernah menyaksikan saat beliau mengantar ibu beliau hadir di majelis ilmu yang diasuh Guru Seman.

Saat itu, ada jemaah wanita yang juga duduk di luar. Keadaan orang itu diketahui Guru Seman. Beliau kembali menirukan perkataan Guru Seman, “Kasian nang di luar itu. Dari pada handak mangaji ke sini nah, imbah laki maizini, itu duit tatinggal di rumah, han dimapa bulik. Ambil Luh-ai ini nah baandak di palatar, itu hak nyawa.

(Kasihan wanita yang duduk di luar itu. Dari pada ingin mengaji ke sini, setelah mendapat izin suaminya, uang ketinggalan di rumah, bagaimana dia pulang (ongkos taksi). Ambil ke sini, ini nah (uang) ada di beranda rumah, itu hakmu, red).”

“Ketahuan sidin, nang kada bepadah lawan laki ketahuan sidin, nang berkelahi lawan laki ketahuan sidin. Itu urang kasyaf.”

(Ketahuan beliau. Yang tidak meminta izin dengan suami ketahuan beliau. Yang berkelahi dengan suami, ketahuan beliau. Itu orang (yang diberi anugerah Allah pandangan batin (kasyaf),” ujar Guru Banjar Indah.

Guru Seman Mulya adalah ulama besar asal Martapura, Kabupaten Banjar. Beliau adalah guru sekaligus julak (Saudara tertua ibu beliau) dari Tuan Guru H Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari atau Abah Guru Sekumpul.

Baca Juga: Guru Seman dan Cara Unik Membimbing Murid

Baca Juga: Mendengar Khotbah Guru Seman, “Pertikaian” Berujung Damai

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Salat Subuh Pertama Pasca Ditutupnya Masjid Nabawi, Terapkan Physical Distancing
apahabar.com

Hikmah

Hikmah di Balik Corona, Azan Diizinkan Mengalun di Jerman
apahabar.com

Religi

Sayidina Husain Sempat Berpidato Sebelum Dibantai di Karbala
apahabar.com

Ceramah

Bolehkah Membasuh Najis Besar dengan Sabun?
apahabar.com

Hikmah

12 Keistimewaan Salat Malam
Awal Munculnya Istilah Tarawih

Sirah

Awal Munculnya Istilah Tarawih
apahabar.com

Religi

Dakwah Melalui Institusi Negara Kerajaan Banjar
apahabar.com

Hikmah

Mengapa Pemakaman Disertai dengan Azan, Begini Alasannya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com