Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Tanggapan Maxim Pusat Terkait Keluhan Mitranya di Banjarmasin

- Apahabar.com     Kamis, 31 Oktober 2019 - 17:52 WITA

Tanggapan Maxim Pusat Terkait Keluhan Mitranya di Banjarmasin

Puluhan driver ojek online Maxim saat menggelar aksi di depan kantornya Jl Perdagangan Banjarmasin, Senin (28/10). Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi R

apahabar.com, BANJARMASIN – Jeritan puluhan driver ojek online Maxim di Banjarmasin dengan menggelar aksi di kantor Jl Perdagangan, tempo hari, mendapat tanggapan dari manajemen pusat.

Maxim pusat melalui Maria Pukhova selaku humas layanan aplikasi online coba menjelaskan terkait situasi tersebut.

Maxim menilai, sebagian besar mitra yang bekerja dengan layanan mereka di Banjarmasin tidak berpartisipasi dalam aksi protes di sana.

Disamping itu, Maxim menyebut ketentuan kerjasama dengan perusahaan telah sesuai dengan kepuasaan para mitranya.

“Mitra mengetahui bahwa promosi dan harga yang terjangkau, dapat meningkatkan permintaan untuk perjalanan,” tulis Humas Layanan Maxim, Maria Pukhova dalam rilisnya ke redaksi apahabar.com, Kamis (31/10).

Lebih jauh dia menjelaskan, jika mereka (Mitra) sudah memahami berkat kebijakan perusahaan telah mendapat banyak order. “Dan mendapatkan lebih banyak pemasukan daripada dengan tarif tinggi,” lanjutnya.

“Kenaikan harga yang tidak masuk akal, sebaliknya, akan mengurangi permintaan, dan mereka akan kehilangan uang,” jelas Maria.

Para mitra, menurut Maxim, juga sudah memahami pendapatan tidak sama dengan total biaya order. “Yang perlu diperhitungkan adalah komisi untuk layanan perusahaan,” lanjut Maria.

Dalam layanan Maxim komisi tersebut hanya 10%. “Perlu diceritakan mengenai sistem prioritas, bahwa layanan ini menyediakan mitra untuk pembelian barang-barang dengan logo. Hal ini merupakan hadiah yang sah untuk penyebaran informasi tentang perusahaan,” papar Maria.

Ya, Mitra dengan helm dan jaket menggunakan label Maxim cenderung menerima order lebih banyak. Tetapi hal tersebut tidak perlu dianggap sebagai diskriminasi.

Maria mengungkapkan hal ini juga merupakan kesempatan untuk meningkatkan penghasilan para Mitra, yang dapat digunakan untuk mengambil keuntungan.

“Yang terpenting, semua pertanyaan dapat diselesaikan melalui dialog. Maxim tertarik untuk membuat kondisi kerja sama yang menarik bagi para Mitra,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, puluhan driver ojek online aplikasi Maxim melakukan aksi di depan kantornya di Jalan Perdagangan, Kecamatan Banjarmasin Utara, Senin (28/10) siang.

Aksi ini mereka lakukan lantaran kecewa karena hak-hak mereka dirasa tidak terpenuhi.

Baca Juga: Menjerit, Puluhan Driver Ojek Online Maxim Banjarmasin Gelar Aksi

Baca Juga: Tarif Naik, Pengamat: Ojol Jangan Terbuai Intensif Lagi!

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sempat Meningkat, Positif Covid-19 di Tabalong Turun Lagi
Jaring Ratusan Pengendara, Polres Banjar Terapkan Sistem E-Tilang

Kalsel

Jaring Ratusan Pengendara, Polres Banjar Terapkan Sistem E-Tilang
366 Surat Suara

Kalsel

Jelang Pencoblosan, 366 Surat Suara di Tapin Dibakar
apahabar.com

Kalsel

Keroyok Covid-19, Ini Wakil Rakyat Kalsel yang Rela Tak Terima Gaji
apahabar.com

Kalsel

Jelang Ramadan, Polda Kalsel Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Covid-19
Covid-19

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel, Dalam Sepekan Kasus Positif Naik 15,7 Persen
apahabar.com

Kalsel

Dirawat di RSUD Barabai, OTG asal BAT Keluhkan Gejala Covid-19
zona oranye

Kalsel

Tambah Puluhan Kasus Covid-19, Kalsel Masih Bertahan di Zona Oranye
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com