apahabar.com
Dipimpin Ketua sementara DPRD Banjarbaru Fadliansyah (memegang mikorfon), sejumlah wakil rakyat akhirnya turun dari lantai tiga untuk menemui mahasiswa. apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU – Menunggu lebih dari sejam, para mahasiswa akhirnya ditemui oleh wakil rakyat di DPRD Banjarbaru.

Mereka turun dari lantai tiga usai pengambilan sumpah jabatan di Graha Paripurna, Rabu (09/10) pagi tadi.

Sebelum sejumlah anggota dewan datang, lebih dulu Wali Kota Nadjmi Adhani bersama wakilnya Darmawan Jaya menemui massa.

“Apa yang mau diungkapkan. Sebentar lagi anggota dewan akan turun,” ujar Nadjmi menyapa.

Koordinator lapangan aksi mahasiswa, Wira Surya Wibawa pun berterima kasih kepada duo pemimpin Banjabaru itu.

“Terima kasih pak mau menemui kami yang sejak tadi menunggu, tapi kami ingin berdialog dengan wakil rakyat kami,” ujarnya.

Tak lama kemudian, turunlah pimpinan sementara DPRD Banjarbaru, Fadliansyah.

“Kami ingin bapak bersumpah dan disaksikan seluruh rakyat Banjarbaru,” ujar Wira kepada Fadli yang tampak berjalan ke arahnya.

Dengan tenang, Fadli mempersilakan seluruh mahasiswa untuk duduk bersama dan berdialog di dalam gedung.

Namun ajakannya itu ditolak mahasiswa.

“Di sini saja pak. Kita duduk di bawah terik matahari bersama,” celetuk salah satu mahasiswi beralmamater biru.

“Kami di sini berjanji tertib tidak membawa sajam dan barang yang merugikan,” sahut yang lain.

Setelah disepakati, akhirnya mereka mau duduk di halaman gedung DPRD kota Banjarbaru di bawah sengatan matahari.

“Kami perwakilan mahasiswa dengan hormat di sini kami berdialog agar tidak terjadi lagi penyelewengan dan korupsi di Banjarbaru,” ujar pimpinan orasi.

“Kami membawa sumpah rakyat, jadi nanti akan dipimpin ketua DPRD terpilih dan diikuti anggota, juga ditandatangani atas nama mahasiswa yang turun hari ini,” sambungnya orator itu.

Merespon massa, Fadliansyah lebih dulu mengapresiasi aksi mahasiswa.

“Saya apresiasi kegiatan mahasiswa ini, tapi ini panas sekali sehingga pikiran jadi gak jernih, kenapa tidak mau di tempat yang naung [teduh],” ujarnya.

Menurutnya, seberat apapun masalahnya pihaknya berkomitmen untuk memperbaiki.

“Banjarbaru ini terkenal segar dan indah, harus dibantu oleh semuanya dan dialog yang efektif menurut saya itu harus santai. Di tempat yang nyaman lah,” sambungnya.

Ia juga mengaku terbuka dengan mahasiswa karena merupakan generasi masa depan bangsa.

Adapun beberapa tuntutan yang disampaikan dalam aksi kali ini.

Pertama, mereka ingin anggota DPRD bebas dari nepotisme, korupsi, dan jurus. Serta harus siap menerima pendapat.

Menuntut agar warga di Cempaka diperhatikan. Serius menangani prostitusi. Menuntut pengelolaan sampah karena masih belum tertata pengelolaannya.

“Kami juga menuntut agar mewujudkan Perda agar warung di Banjarbaru tidak membohongi harga dan terakhir menuntut diusut tuntas Dana KONI yang menghilang,” jelas dia.

Baca Juga: Baru Dilantik, Anggota DPRD Banjarbaru Alergi dengan Mahasiswa?

Reporter: Nurul Mufidah
Ediitor: Fariz Fadhillah