Breaking! 2 Penganiaya Brutal ABG di Hotel Banjarmasin Ditangkap Viral Aksi Brutal ABG Dianiaya di Hotel Banjarmasin, Pacar Pelaku Ternyata Salah Kamar Dituduh 2BHD Curang dalam Sidang MK, Tim SJA-Arul Irit Bicara Jejak 6 Preman Perbatasan Kalsel-Kaltim yang Disikat Polisi, Galang Dana dengan Memeras Pascabanjir Kalsel, Wamen LHK Siapkan 5 Aspek Pemulihan Lingkungan

Tetty Paruntu: Pak Pratikno yang WA Saya Minta Menghadap Presiden

- Apahabar.com Selasa, 22 Oktober 2019 - 10:14 WIB

Tetty Paruntu: Pak Pratikno yang WA Saya Minta Menghadap Presiden

Bupati Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu (Tetty Paruntu). Foto - Istimewa

Oleh: Ilham Bintang

BUPATI Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Christiany Eugenia Paruntu (Tetty Paruntu) merapat ke Istana Kepresidenan untuk menghadap Presiden Joko Widodo, Senin ( 21/10) pagi. Ini sesuai panggilan Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Minggu (20/10) pukul 22.27 WIB via pesan WhatsApp.

Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara itu tiba di Istana pukul 10.00 WIB. Sesuai petunjuk Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Tetty diminta berkordinasi dengan Kepala Biro Protokol, Pers, dan Media, Sekretariat Presiden, Bey Triadi Machmudin untuk mendapat akses masuk Istana.

Senin pagi itu, agenda Presiden memang khusus menerina dan berkenalan dengan para calon anggota kabinetnya. Tak ayal, kehadiran Tetty Paruntu di Istana mendapat perhatian khusus dari para wartawan yang bersiaga sejak pagi. Tetty adalah satu-satunya perempuan di antara tokoh-tokoh yang menghadap Presiden Jokowi.
Diklarifikasi Mensesneg

Setelah menunggu di ruang tamu satu jam lebih, sekitar pukul 11.30 WIB protokol Istana menemuinya. Dia terlebih dahulu diminta mengisi formulir dan menandatangani

“Pakta Integritas” yang berisi beberapa hal.

“Pertama, tidak tersangkut kasus hukum. Kedua, kewarganegaraan tidak berstatus ganda (dwikewarganegaraan).

Itu antara lain. Semua pertanyaannya saya jawab. Dan, tandatangani,” ungkap Tetty Paruntu dalam wawancara khusus dengan Ilham Bintang (penulis), Senin (21/10) malam.

Selesai itu Tetty pindah tempat menunggu di lounge Istana.

Tidak berapa lama, Mensesneg Pratikno menemuinya. Ia memberitahu Tetty telah telah menerima sms dari beberapa pihak. Praktikno meminta klarifikasi Tetty pada dua kasus.

Pertama, mengenai dugaan keterlibatan Tetty dalam kasus Bowo Sidik yang sudah memasuki tahap persidangan di pengadilan Tipikor. Kasus kedua, mengenai mutasi ASN di kantornya yang mengakibatkan sekdanya dilidik pihak berwajib.

Tetty pun mengklarifikasi langsung di depan Pak Pratikno. Yang pertama, dia bantah terlibat dalam kasus Bowo Sidik. Juga menyangkal pernah memberikan uang kepada Bowo Sidik. “Saya memang tidak melakukan itu,” elak Tetty.

Menurut keterangan KPK Senin siang, Tetty pernah diperiksa sebagai saksi dalam proses penyidikan dan persidangan Bowo Sidik. Hal itu disampaikan juru bicara KPK, Febri Diansyah, Senin (21/10).

KPK memeriksa Tetty dalam proses penyidikan kasus suap Bowo Sidik pada 26 Juni 2019. Dalam dakwaan KPK, Bowo disebut menerima suap sebesar Rp 2,6 miliar dari Tetty untuk kerja sama pengangkutan pupuk dan gratifikasi senilai Rp7,7 miliar terkait jabatannya sebagai pimpinan Komisi VI DPR.

“Benar saya pernah diperiksa sebagai saksi. Dalam kesaksian itu, saya membantah tuduhan memberi uang kepada Bowo. Dalam persidangan Bowo juga tidak menyatakan saya memberi uang. Clear. Selesai,” sanggah mantan pengusaha Alutsista ini.
Kasus ASN

“Saya juga membantah soal kasus mutasi ASN, yang ditanyakan Pak Pratikno. Kasus itu sama sekali tidak ada. Saya juga heran, kok isu itu muncul,” jelas Tetty.

Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto pun datang saat Tetty bicara dengan Pratikno. Tapi Tetty membantah Airlangga datang untuk menyuruhnya pulang. Dia ke Istana dalam rangka memenuhi panggilan Presiden juga sebagai calon anggota Kabinet.

Justru Airlangga turut membantu saya menjelaskan mengenai tuduhan itu. Setelah itu Tetty pun pulang. Bupati yang sudah dua periode memangku jabatan Bupati di Minahasa Selatan batal bertemu dengan Presiden. “Belum jelas untuk jabatan apa,” jawabnya ketika ditanya.

Hampir semua calon anggota kabinet yang diundang belum diberitahu Presiden akan memangku jabatan dalam kabinet nanti.

Ketika pulang, Tetty tidak melewati jalan yang sama ketika datang ke Istana. Dia pulang lewat samping. Ini pula yang membuat wartawan makin menyoroti kehadirannya. Maka simpang siurlah pemberitaan mengenai kedatangan Tetty di Istana.

Ia tentu saja sedih mengikuti pemberitaan media dengan berbagai versi. Ada yang menulis, seakan Tetty tamu yang tak diundang di Istana.

“Saya itu diminta datang oleh Pak Pratikno. Ini masih saya simpan pesannya di WhatsApp. Pesan beliau masuk pukul 22.27 WIB. Emangnya saya gila datang ke Istana tanpa diundang,” cerita Tetty yang berada di Jakarta pekan lalu.
Usulan resmi Golkar

Menurut Tetty, dia diusulkan secara resmi oleh Partai Golkar untuk menjadi anggota Kabinet Jokowi -Ma’ruf. Yang mengusulkan kepada Presiden Jokowi Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto.

“Saya diberitahu Pak Ketum di kantor Golkar tiga hari lalu, waktu itu hari Jumat. Pak Airlangga menyampaikan bahwa Tetty termasuk dari empat nama dari Partai Golkar yang diusulkan menjadi anggota kabinet. Tiga lainnya, Pak Zainuddin Amali, Pak Agus Gumiwang, dan Pak Airlangga sendiri. Saya tidak pernah minta-minta untuk diutus Partai Golkar. Catat itu Bang,” sambung Tetty.

Tetty mengaku betapapun tak mengenakkan, tidak kecewa oleh kejadian Senin siang itu. Baginya, yang terpenting apa yang terbaik buat Presiden Jokowi, akan didukungnya. “Saya kan bukan orang yang tidak punya pekerjaan,” ujar Tetty yang sebelumnya tergabung dalam tim sukses Gojo, Golkar-Jokowi.

Untuk diketahui, Tetty malah pernah menerima Universal Health Coverage Awards (UHC Award) yang diserahkan oleh Presiden RI Jokowi bulan Mei lalu. Award itu dipersembahkan Presiden RI kepada para Kepala Daerah yang telah memenuhi kriteria Terjaminnya Pelayanan Kesehatan dengan Asuransi Kesehatan bagi masyarakat di daerahnya. Tetty, salah satu penerimanya.

Langkah selanjutnya? “Tidak ada. Saya ikhlas saja menghadapi kenyataan ini,” Tetty mengunci keterangannya.

Baca Juga: Menanti Kinerja Wajah Baru Wakil Kalsel di Senayan

Baca Juga: Jenderal, Ini Demonstran, Bukan Perusuh

Penulis merupakan wartawan dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat.

======================================================

Tulisan ini adalah kiriman dari publisher, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Opini

Jurnalisme Profetik dan Misi Suci Firdaus
apahabar.com

Opini

Tantangan Sang Sultan
apahabar.com

Opini

Reses: Menagih Janji yang Tersumpah
apahabar.com

Opini

Pentingnya Personal Branding Bagi Guru

Opini

Pesantren Darussalam Martapura dan Pertaruhan Anak Santri
apahabar.com

Opini

Membully Manusia, Mengejek Tuhan
apahabar.com

Opini

Surat Terbuka untuk Kapolda Maluku Utara
apahabar.com

Opini

Palangka Raya: Jejak Rusia dan Kandidat Ibu Kota dari Masa ke Masa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com