Alasan MK Tolak Gugatan Khairil Soal Hasil Pilgub Kalsel Doktor Kehormatan Paman Birin Ditolak Usai Audiensi, Rektor Sutarto: BEM ULM ‘Maulu-ulu’ CATAT! Per Hari Ini Tarif PCR di Kalsel Wajib Rp 300 Ribu Realisasi Kompensasi Tambang Sebuku Macet, Aliansi Kotabaru Ancam Kerahkan Massa Blakblakan Ayah Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin

Tim Brigdal Adaro Melawan Karhutla di Palangka Raya

- Apahabar.com     Rabu, 2 Oktober 2019 - 05:30 WITA

Tim Brigdal Adaro Melawan Karhutla di Palangka Raya

Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla) Adaro Group yang tergabung bersama Posko 1 dalam tugas memadamkan karhutla. Foto-Istimewa

apahabar.com, PALANGKARAYA – Tim Brigade Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Brigdal Karhutla) Adaro Group yang tergabung bersama Posko 1 Bundaran Burung yang diketuai Kiwok selama 5 hari berjibaku melawan Karhutla di Jalan G Obos, Palangka Raya, Kalteng.

Tim brigdal karhutla Adaro yang berjumlah 17 orang ini sempat dibuat kocar kacir oleh amukan api yang membakar lahan. Karena lokasi kebakaran yang berdekatan dengan pemukiman warga ini. Untuk mengurai kebakaran, tim ini dapat suplai air dari BPBD Kalteng.

“Beruntung, setelah 3 jam upaya pemadaman kami lakukan hujan lebat mengguyur. Namun hujan tidak berselang lama, Kendati demikian, hujan tak lantas membuat api terhenti. Masih tampak kepulan asap di sejumlah titik,” ungkap Kiwok.

Langsung tim kembali beraksi turun padamkan titik api, setelah titik api mulai terlihat berkurang. Diperoleh kabar kembali ada titik api baru melalui radio dalam mobil.

“Mohon merapat ke jalan Mahir Maher lingkar luar karena ada titik api baru yang lokasinya pun berdekatan dekat dengan rumah warga…demikian ganti,” ujar suara diujung radio.

Tim langsung berangkat menuju lokasi titik api  dengan peralatan hose dan nozzle untuk menyemburkan air ke bara yang ada di lahan gambut. Hingga petang tim masih memadamkan bara api

“Sekitar 5 hektar lahan gambut yang terbakar, karena hari ini adalah hari terakhir masa tanggap darurat karhutla Kalimantan Tengah. Kami akan beralih ke transisi, jika intensitas hujan dalam sepuluh hari kedepan tinggi berarti masa transisi inipun di hentikan, tetapi kalaupun belum kami akan lanjut lagi,” jelasnya Kiwok.

Ketua Tim Rescue Adaro Fenly Refsi M juga mengungkapkan, ini merupakan koordinasi yang baik antar tim. “Kita melakukannya bukan semata-mata karena tugas dan tanggung jawab tapi lebih kepada kecintaan kita terhadap pekerjaan yang membuat team kita solit sampai hari ini,” pungkasnya.

Baca Juga: Mahasiswa, Pelajar dan Santri Ikut Keroyok Karhutla

Baca Juga: Kapolres Umumkan 12 Tersangka Penyebab Karhutla di Kobar

Reporter: Agus Suhadi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pembaruan DTKS

Kalteng

Cegah Kehilangan Bantuan, Kades di Kapuas Diminta Bantu Pembaruan DTKS
apahabar.com

Kalteng

Positif Covid-19 di Kalteng Bertambah: 26 Tahun dan Pernah ke Bogor
apahabar.com

Kalteng

Jembatan Mentaya Bajarum Kalteng Akan Ditutup
apahabar.com

Kalteng

25 Caleg Terpilih DPRD Barut Ditetapkan

Kalteng

Catat, Truk yang Dilarang Melintas di Ruas Jalan Kuala Kurun-Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

Bus Terbalik di Kalteng, Tiga Tewas, Polisi Periksa Dua Supir
apahabar.com

Kalteng

Si Jago Merah Hanguskan Dua Jembatan dan Puluhan Bangunan di Murung Raya
apahabar.com

Kalteng

Wafat Usai dari Bandung, Warga Landasan Ulin Kuatir Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com