Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Pemkab Tanah Bumbu

Selasa, 8 Oktober 2019 - 15:02 WIB

Tunggul Ulin Diyakini Bisa Kabulkan Hajat, Apa Respon MUI?

Redaksi - Apahabar.com

Tunggul ulin 'keramat' yang menjadi tempat penganut animisme di Tanbu. Foto – apahabar.com/Puja Mandela

Tunggul ulin 'keramat' yang menjadi tempat penganut animisme di Tanbu. Foto – apahabar.com/Puja Mandela

apahabar.com, BATULICIN – Tunggul ulin yang berada di kawasan Gunung Tinggi, Kabupaten Tanah Bumbu menjadi sorotan. Oleh sebagian warga tunggul ulin yang dililit dengan kain kuning tersebut diyakini bisa mengabulkan hajat.

Karenanya, pemerintah daerah melalui sejumlah instansi terkait berencana untuk meratakan sisa pohon ulin yang diprediksi sudah berdiri lebih dari 20 tahun lalu. Hal itu dilakukan untuk menjaga masyarakat, terutama umat Islam dari pengaruh animisme.

“Kita masih menunggu rekomendasi Majelis Ulama Indonesia,” kata Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tanah Bumbu, Darmiadi kepada apahabar.com, Selasa (08/10).

Melalui rekomendasi MUI yang akan diteruskan melalui Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Keagamaan itu akan memutuskan nasib tunggul ulin tersebut. Rekomendasi itu, kata Darmiadi, akan diketahui secepatnya.

“Dari situ nanti akan ada keputusan tunggul ini dibongkar atau dibuat tulisan yang menyatakan tempat ini tidak boleh dijadikan wadah ritual. Tapi, kita harapkan dibongkar,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang diterima apahabar.com, tunggul ulin tersebut tumbuh di atas tanah warga bernama H. Koding. Di tunggul ulin itu lah beberapa warga sering kali terlihat membawa sesajen berupa roti bolu, ketan, dan telur. Bahkan, ada juga warga yang datang membawa ayam kambing.

Darmiadi sendiri sudah menghubungi H. Koding untuk mendapatkan informasi lebih jauh terkait tunggul ulin ‘keramat’ itu. Kepada Darmiadi, H. Koding mempersilahkan kepada pemerintah daerah jika ingin membongkar tunggul ulin itu.

“Beliau tidak keberatan. Dan asalkan dari pemerintah ada yang berani membongkar, sebab dari pihak H. Koding tidak berani melakukan pembongkaran,” kata Darmiadi.

Dalam peninjauan yang dilakukan pada Selasa hari ini, Kesbangpol Tanah Bumbu didampingi perwakilan dari MUI Tanah Bumbu, M. Hanafi. Saat itu, Hanafi mengatakan akan menyampaikan permasalahan tersebut ke forum MUI.

Baca Juga: Salat Hajat Untuk Indonesia di RTH Martapura

Baca Juga: MUI: Haram Gunakan Kata Neraka, Setan atau Iblis untuk Nama Produk

Reporter: Puja Mandela
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

Penumpang Kapal Perintis Sabuk Nusantara Diperiksa, Semua Disemprot Disinfektan

Pemkab Tanah Bumbu

Penumpang Kapal Perintis Sabuk Nusantara Diperiksa, Semua Disemprot Disinfektan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Habib Hussein : Paham Radikal Tak Menghargai Perbedaan
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Update Covid-19 di Tanbu: PDP dari Karang Bintang Dirujuk ke Pelaihari
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Sadariah Serahkan Bingkisan kepada 2 Panti Asuhan di Tanbu
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Wacana Larangan Penggunaan Cadar dan Celana Cingkrang, Rooswandi: Kita Menunggu Regulasi Pemerintah Pusat
Update Covid-19 Tanbu: 5 Warga Kusan Hilir Jadi ODP

Pemkab Tanah Bumbu

Update Covid-19 Tanbu: 5 Warga Kusan Hilir Jadi ODP
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Salah Satu Masjid Terbesar di Tanbu Belum Laksanakan Salat Jumat
apahabar.com

Pemkab Tanah Bumbu

Bobol Rekening Hingga Ratusan Juta, Sindikat ‘Lampu Aladin’ Diciduk Polisi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com