BANJIR KALSEL: 2 Ribu Jiwa Mengungsi, Pasukan Khusus TNI Mendarat di Banjarbaru Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!!

Wiranto Diserang, Polri: Tidak Ada Istilah Kecolongan

- Apahabar.com Kamis, 10 Oktober 2019 - 20:22 WIB

Wiranto Diserang, Polri: Tidak Ada Istilah Kecolongan

Wiranto diserang di Pandeglang. Foto - Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Masyarakat Indonesia dibuat geger dengan adanya penusukan terhadap Menko Polhukam Wiranto usai melakukan peresmian di Universitas Mathlaul Anwar (Unma) Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten oleh dua orang tidak dikenal yang salah satunya menggunakan cadar berwarna hitam.

Dari kejadian itu, Polri membantah kecolongan setelah Wiranto ditusuk oleh seseorang bernama Syahril Alamsyah alias Abu Rara, Kamis, (10/10) saat berkunjung ke Banten.

“Tidak ada istilah kecolongan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, dikutip dari Antara.

Menurut Dedi, barikade pengamanan berlapis sudah sesuai dengan prosedur pengamanan pejabat publik. Namun, interaksi dengan masyarakat merupakan hal yang biasa jika ada warga yang minta bersalaman.

“Pengamanan tetap melekat. Ada pengamanan melekat (pamkat), pengamanan pengawalan (pamwal) juga sudah standar operasional, sudah ada pengawalan melekat,” ucap Dedi.

Wiranto diserang saat hendak balik ke Jakarta setelah berkunjung ke Ponpes Mathla’ul Anwar, Labuan, Banten. Berdasarkan foto yang beredar, Wiranto diserang oleh pria bercelana putih. Pria itu menggenggam seperti pisau pendek. Penyerangan terjadi di dekat pintu mobil Wiranto.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku terpapar paham radikal. “Dugaan laki laki terpapar paham radikal ISIS, yang perempuan masih didalami,” ujar Dedi.

Menanggapi kejadian ini, Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Lili Romli memandang perlu ada evaluasi standar operasional prosedur (SOP) pengamanan pejabat publik terkait dengan penusukan Wiranto ini.

“Berarti perlu ada SOP pengamanan pejabat publik ini. SOP selama ini seperti apa pengamanannya. Perlu ada evaluasi, karena bagaimana pun pejabat publik harus mendapat perlindungan keamanannya,” kata Lili, Jakarta.

BIN Pastikan Pelaku Kelompok JAD

Sementara itu, dikutip dari Kompas.com, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan memastikan pelaku penusukan Menko Polhukam Wiranto tergabung dengan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Budi Gunawan menjelaskan, BIN telah memantau pergerakan kelompok ini.

“Ini sudah pasti dari kelompok jaringan JAD, khususnya jaringan JAD Bekasi. Kita sudah pantau khusus pelaku ini tiga bulan yang lalu kan pindah dari Kediri ke Bogor, kemudian dari Bogor pindah ke Menes (Banten),” ucap Budi saat keluar dari RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/10).

Budi Gunawan mengatakan, jaringan JAD banyak tumbuh di tengah masyarakat. Untuk itu, dia berharap masyarakat ikut mengawasi perkembangan jaringan tersebut.

“Memang sel-sel seperti ini cukup banyak sehingga kami mengimbau agar masyarakat tidak ikut dan turut memantau mengawasi sel-sel seperti ini,” ucap dia.

Meski demikian polisi menyebut pelaku terpapar radikalisme ISIS dan tengah mendalami kaitannya dengan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Baca Juga: Pelaku Penyerangan Wiranto Dikenal Jago IT

Baca Juga: Mendagri: Wiranto Sudah Bisa Bersalaman

Editor: Aprianoor

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Penerimaan CPNS 2019, Kementerian Agraria dan Tata Ruang Cari 727 Orang
apahabar.com

Nasional

Spanduk Bekas Kampanye Pemilu Jadi Jaket Keren
apahabar.com

Nasional

Kampanye Akbar Jokowi-Amin di Kalsel, Persiapan Stadion 17 Mei 50 Persen
apahabar.com

Nasional

Jokowi Puji Inovasi Anak Bangsa Lawan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Anies Baswedan: Kasih Sayang Ibu Adalah Cinta Tanpa Batas
apahabar.com

Nasional

Kemendagri Ungkap Penjualan Online Blangko e-KTP
apahabar.com

Nasional

Kasasi Prabowo-Sandiaga Kembali Ditolak MA
apahabar.com

Nasional

Gubernur Kaltim Sepakat Omnibus Law Jokowi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com