Tambah 103 Kasus, Semua Kelurahan di Banjarmasin Kini Zona Merah! Kalsel Jadi Atensi Presiden, Cuncung Minta GTPP Proaktif Eks Pacar Bidan Pembunuh Anak di Barito Utara Diperiksa Banjarmasin Buka Rumah Ibadah, Kemenag: Wajib Kantongi Suket Kalsel Diatensi Presiden, Warga Banjarbaru Sabar Dulu




Home Kalbar

Selasa, 19 November 2019 - 12:28 WIB

Alasan WNI di Perbatasan Miliki KTP Malaysia

rifad - Apahabar.com

Ilustrasi perbatasan RI-Malaysia. Foto- Okezone

Ilustrasi perbatasan RI-Malaysia. Foto- Okezone

apahabar.com, PUTUSSIBAU – Warga Negara Indonesia di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kecamatan Puring Kencana, wilayah Kapuas Hulu, Kalimantan Barat rata-rata ber-KTP ganda. Lantas apa alasannya?

“Kami ada KTP Indonesia juga KTP Malaysia, tujuannya untuk mempermudah kami berkunjung ke Malaysia baik mencari pekerjaan mau pun menjual hasil kebun kami ke Malaysia,” kata Kincu warga Desa Merakai Panjang, Kecamatan Puring Kencana, Kincu, melansir Antara, Selasa (19/11) siang.

Untuk masuk ke Malaysia, kata Kincu, cukup berjalan kaki sekitar satu jam setengah menuju Kupang Paus Negara Malaysia.

Selain bekerja, kata dia, warga ke negeri jiran untuk menjual hasil olahan kebun, seperti lada hitam dan sayur mayur ke negara tetangga.

Baca juga :  Pemerintah Indonesia Siapkan Strategi Baru Bela Siti Aisyah

“Kami tidak perlu pakai paspor atau pun Pas merah, karena ada keluarga kami yang sudah menjadi polisi Malaysia dan kami tidak akan ditangkap karena kami juga memiliki identitas warga negara Malaysia,” ucap pria 50 tahun itu.

Lantas, bagaimana ketika Malaysia melakukan pemilihan umum?

Kata dia, sejumlah warga negara Indonesia yang memiliki KTP Malaysia pun juga ikut mencoblos atau menyalurkan hak pilihnya.

“Begitu juga sebaliknya, jika kebetulan di Indonesia ada pemilu juga kami ikut, ada juga orang Malaysia yang menikah dengan warga perbatasan juga memiliki KTP Indonesia,” jelas Kincu.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kapuas Hulu, Usmandi mengatakan pihaknya sudah berupaya agar warga perbatasan yang wajib KTP elektronik untuk memiliki KTP.

Baca juga :  Mulai Hujan, Titik Panas di Kalbar Berangsur Turun

Bahkan, kata dia, sudah beberapa kali pihak Dukcapil Kapuas Hulu melakukan perekaman e-KTP dengan sistem jemput bola, langsung ke desa-desa di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia termasuk di Desa Merakai Panjang Kecamatan Puring Kencana.

Menurut Usmandi, saat perekaman e-KTP di perbatasan tidak ada yang memiliki KTP ganda, hanya saja rata-rata warga perbatasan bekerja di Malaysia.

“Sejumlah warga perbatasan memang ada yang bekerja di Malaysia, namun dokumen kependudukannya masih tetap di Indonesia,” kata Usmandi.

Baca Juga: Warga Desa Perbatasan Kotabaru Ramaikan Peringatan Hari Kesehatan Nasional

Baca Juga: Toko di Perbatasan Indonesia-Malaysia Ditarget Rampung Akhir Tahun

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

Pontianak Dapat Dana Kelurahan Rp10 Miliar
apahabar.com

Kalbar

Mulai Hujan, Titik Panas di Kalbar Berangsur Turun
apahabar.com

Kalbar

Jaga Kawasan Lindung di Jalan Pararel Perbatasan
apahabar.com

Kalbar

Banjir Mulai Rendam Sejumlah Wilayah Sambas
apahabar.com

Kalbar

Gubernur Sutarmidji Target Kalbar Segera Bebas Pungli
apahabar.com

Kalbar

Olah TKP Kebakaran Maut di Sekadau, Jendela Kamar Terkunci Mati
apahabar.com

Kalbar

Update Penginapan Jamaah Haul Guru Sekumpul ke-15, 10 Tempat Gratis Sudah Penuh
apahabar.com

Kalbar

Tahun Depan, Jalan Badau-Puring Kalbar Ditarget Selesai