ga('send', 'pageview');
Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST




Home Kalsel

Rabu, 6 November 2019 - 19:00 WIB

Anggota DPRD Banjarmasin Berkomitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru PAUD/TK

Redaksi - apahabar.com

Kesejahteraan Guru PAUD dan TK dirasa masih rendah, anggota DPRD Banjarmasin Amalia Handayani berkomitmen memberikan perhatian penuh. Foto- net

Kesejahteraan Guru PAUD dan TK dirasa masih rendah, anggota DPRD Banjarmasin Amalia Handayani berkomitmen memberikan perhatian penuh. Foto- net

apahabar.com, BANJARMASIN – Anggota DPRD Banjarmasin, Amalia Handayani merasa selama ini kesejahteraan bagi Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) masih rendah.

Padahal, menurutnya, PAUD/TK adalah sebuah tahapan penting dalam mendidik karakter anak. Namun sayang, kesejahteraan gurunya dirasa kurang memadai. 

Untuk itu Amalia Handayani berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh kepada PAUD dan TK, khususnya berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan para guru.

“Kalau saat ini, kesejahteraan mereka masih rendah, insya Allah kami di dewan akan memperjuangkan, paling tidak ada kenaikan dari tahun sebelumnya,” ujarnya, Rabu (6/11). 

Politisi Fraksi PAN ini menjelaskan, guru PAUD memiliki peran strategis dalam mewujudkan generasi penerus bangsa yang baik dan berkualitas ke depan. Mereka merupakan pengajar di lembaga pendidikan awal yang mempunyai peran penting dalam membina anak-anak dan mengarahkan mereka kepada kebiasaan-kebiasaan positif.

“Kalau saat ini pendapatan mereka berkisar Rp 300 ribu, nanti tahun 2020 ini akan kami koordinasikan dengan pemerintah setempat, semoga ada tambahan untuk mereka,” sebutnya. 

Selain itu, pihaknya juga menginginkan Pemkot Banjarmasin mengawasi dan tidak memberikan izin operasional berdirinya sebuah lembaga pendidikan PAUD dan TK baru berdekatan dengan PAUD dan TK yang sudah berdiri lebih dulu.

“Artinya jika di satu wilayah atau kelurahan sudah memilik TK dan PAUD, seyogyanya pemerintah harus mengkaji terlebih dulu. Jangan sampai justru TK atau PAUD yang baru itu akan mematikan TK dan PAUD yang lama menjadi pesaing,” bebernya. 

Baca Juga: Horeee, Jembatan Sungai Puting Tapin Sudah Bisa Dilewati

Baca Juga: Belajar Kedirgantaraan, Akademi Angkatan Udara Sambangi Syamsuddin Noor

Reporter: Ahya Firmansyah

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Januari 2020, 128 Desa Di Batola Rawan Banjir
apahabar.com

Kalsel

DPRD Banjarmasin Terima Tamu dari Kotim dan Magetan
apahabar.com

Kalsel

Proyeknya Ancam Nyawa Warga, Manajemen Duta Mall Minta Maaf
apahabar.com

Kalsel

Di Tengah Pandemi, BNN Banjarmasin Tetap Galakkan Sosialisasi Anti Narkoba

Kalsel

Viral! Polisi Imbau Bahaya Covid-19 dengan Lagu Cari Jodoh
apahabar.com

Kalsel

Lawan Perundungan, ‘Kopi’ Siap Jadikan Banjarmasin Kota Inklusi
apahabar.com

Kalsel

OJK Jamin Saldo Nasabah Mandiri Kembali Normal
apahabar.com

Kalsel

Pimpin KKSS Tanbu, Cuncung Ingatkan Jaga Persatuan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com