apahabar.com
Foto- Alfin Farhan Lestaluhu.

apahabar.com, BANJARMASIN – Bek Timnas U-16, Alfin Farhan Lestaluhu wafat. Dia dikabarkan mengidap penyakit encephalitis/ensefalitis alias infeksi/radang otak.

Alfin menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta, Kamis (31/10) malam sekira pukul 23.11 Wita.

Dari keterangan PSSI pemain berusia 15 tahun itu sempat berjuang dari koma selama kurang lebih sebulan lamanya.

“Diagnosa dokter, Alfin meninggal karena encephalitis (infeksi otak) dengan hypoalbumin,” tulis PSSI dalam laman resminya seperti dikutip apahabar.com, Jumat (1/11) pagi.

Pagi ini juga dari pantauan apahabar.com, tagar #RIPAlfin menjadi trending topic di Twitter.

Sebelumnya, Alfin Lestaluhu dikabarkan menjadi salah satu korban yang terdampak gempa Ambon. Gempa yang terjadi pada Kamis (26/9/2019) lalu tersebut berkekuatan magnitudo 5,6 SR pada pukul 08.39 WITA.

Setelah terdampak gempa tersebut, Alfin Lestaluhu dirawat ke Rumah Sakit hingga kurang lebih satu bulan lamanya.

Namun saat itu belum diketahui penyakit apa yang diderita salah satu pencetak gol timnas U-16 Indonesia di ajang Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 tersebut.

Kemudian Alfin Lestaluhu dirawat di rumah sakit di Jakarta atas inisiatif PSSI.

Namun, pada Kamis malam, Alfin Lestaluhu dikabarkan meninggal dunia karena encephalitis dengan hypoalbumin.

Mengutip dari hellosehat.com, encephalitis atau ensefalitis (radang otak) adalah kondisi yang ditandai dengan munculnya peradangan pada jaringan otak akibat adanya infeksi virus.

Meski kebanyakan kasus peradangan otak disebabkan oleh virus, tapi bakteri serta jamur juga bisa menjadi penyebab lainnya.

Penyakit ensefalitis ini bisa berkembang sangat serius ketika menyerang tubuh.

Bukan tidak mungkin, ensefalitis dapat mengakibatkan seseorang mengalami perubahan kepribadian, kelemahan tubuh, bahkan kejang-kejang.

Berbagai gejala radang otak lainnya biasanya ditentukan oleh bagian otak mana yang terkena infeksi virus, bakteri, maupun jamur.

Sementara hypoalbumin berdasarkan informasi di alodokter.com adalah kondisi ketika kadar albumin dalam darah di bawah normal.

Kondisi ini biasanya terjadi pada seseorang dengan penyakit yang berat atau sudah berlangsung lama (kronis).

Salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan hipoalbuminemia adalah penyakit peradangan.

Pagi ini, Jenazah Alfin Lestaluhu akan dibawa ke Bandara Halim Perdanakusuma untuk diterbangkan ke tanah kelahirannya.

Rencananya, Alfin Lestaluhu dimakamkan di kampung halamannya, Tulehu, Ambon.

Baca Juga: Wafat Karena Encephalitis, Sosok Alfin Farhan Lestaluhu Di Mata Rekan Timnas U-16

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin