2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Polisi Soal Status Tersangka Dua Mahasiswa ULM Banjarmasin: Masih Proses Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal

Aturan Peredaran Minol, Komisi II Pertanyakan Komitmen Ibnu Sina

- Apahabar.com Jumat, 15 November 2019 - 10:58 WIB

Aturan Peredaran Minol, Komisi II Pertanyakan Komitmen Ibnu Sina

Petugas menyita ratusan miras berbagai merk di sejumlah warung makan atau resto di penjuru Banjarmasin, Selasa siang. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, M Faisal Hariyadi mempertanyakan komitmen Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina dalam mengatur peredaran minuman beralkohol (minol) di Banjarmasin. Sampai saat ini, kata Faisal, peraturan daerah (Perda) tentang minol masih saja tertunda.

Faisal mengakui Perda itu sudah selesai pembahasan dan tinggal ketok palu untuk disetujui. “Pihak kami tentu mempertanyakan, kenapa sampai sekarang Perda itu ditunda. Memang sebelumnya pihak pemkot meminta Perda itu ditunda, tapi alasannya kenapa? kita belum jelas,” ujarnya kepada apahabar.com.

Dengan dikeluarkannya Perda itu, maka peredaran Minol di Kota Seribu Sungai bisa saja diperketat oleh pemerintah. Sebab Perda hanya mengatur penjualannya di supermarket dan hypermarket, bahkan di jam tertentu saja.

“Kalau belum ada Perda, bagaimana kita bisa menindak yang menjual di luar ketentuan tempat yang ada, dan bisa memberikan sanksi sesuai aturan,” imbuhnya.

Faisal pun menganggap dengan penundaan Perda tersebut akhirnya ada kekosongan hukum. “Bagaimana kita menindak?” jelas dia.

apahabar.com

Ketua Komisi II DPRD Banjarmasin, M Faisal Hariyadi. Foto-apahabr.com/ Ahya Firmansyah

Di lapangan, kata dia, masih banyak ditemukan penjualan minol tak berizin atau ilegal. Faisal berharap baik Satpol PP maupun kepolisian bisa berkoordinasi lebih intens melakukan sweeping ke tempat-tempat yang dianggap ilegal menjual Minol.

“Terakhir kabar dari teman-teman di Panitia Khusus (Pansus) yang membahas revisi Perda ini memang sudah rampung dan sudah siap disahkan, hanya saja memang pihak Pemkot minta ditunda pengesahannya,” pungkasnya.

Dari catatan apahabar.com, klaim Faisyal terkait maraknya peredaran minol di Banjarmasin ada benarnya. Sebanyak 748 botol minuman keras (miras) ilegal disita petugas Satpol PP pada Selasa (12/11) kemarin.

Miras-miras tersebut disita dari sejumlah warung makan atau resto di penjuru Banjarmasin. Antara lain, Depot Medan Jalan Ahmad Yani Km 5, Warung Medan serta Warung Cafe And Resto Jalan Veteran dan Cafe 69 Jalan Piere Tendean.

Kemudian, Royal Cafe dan Beluga Jalan Djok Mentaya, Warung Batak Jalan S Parman serta Depot Ujung Pandang Jalan Kolonel Sugiono. Di hadapan petugas, para pemilik usaha itu tak bisa menunjukkan Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Berakholol (SIUP-MB) dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP).

Baca Juga: Petugas Gerebek Penjual Miras Berkedok Warung Makan di Banjarmasin

Baca Juga: Ratusan Botol Miras di Satui Disita Aparat Gabungan

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Nasdem Buka Pendaftaran Online, 4 Kursi Jadi Pemikat Bacada
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Kalsel Hujan Lokal
apahabar.com

Kalsel

Tanpa BPJS Kesehatan, Aliqa dari Batola Ditangani Dokter Terbaik di Jakarta
apahabar.com

Kalsel

Update Karhutla: Ratusan Hektar Lahan di Kalsel Terbakar Dalam Sepekan

Kalsel

Kebakaran di Malintang, Foto Ulama Besar Kalsel Lolos dari Amuk Api
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Dua Wilayah di Kalsel Hujan Berpetir Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Duka Mendalam DPD Partai Demokrat Kalsel, Ani Yudhoyono Tutup Usia
apahabar.com

Kalsel

Terjaring Razia Masker di Banjarmasin, Intip Sederet Alasan Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com