Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Awalnya Iseng, Pasutri Amuntai Ketagihan Edarkan Upal

- Apahabar.com Sabtu, 23 November 2019 - 18:16 WIB

Awalnya Iseng, Pasutri Amuntai Ketagihan Edarkan Upal

Ilustrasi uang palsu. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Terungkap fakta baru terkait peredaran uang palsu atau upal oleh pasangan suami istri di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Noor Syaifullah dan Zaenab.

Dalam pengakuannya, awalnya mereka berdua cuma iseng sampai akhirnya ketagihan.

Menurut keterangan Kasat Reskrim Polres HSU Iptu Komaruddin, pelaku Noor Syaifullah bekerja serabutan, namun ia lebih sering bekerja di bengkel sepeda motor milik temannya.

“Penghasilannya tak menentu,” jelas kasat dihubungi apahabar.com, Sabtu (23/11) sore.

Tak tahan dengan ekonomi rumah tangganya, Noor Syaifullah kemudian memilih jalan pintas dengan cara membuat uang palsu.
Ide tersebut disampaikan pria kelahiran 25 Juli 1990 itu kepada sang istri, Zaenab.

Tepat di Juni, Noor Syaifullah mulai berselancar di internet mencari referensi tentang tata cara pembuatan uang palsu. Pengakuan pelaku, saat itu ia mengetik kalimat ‘uang 100.000’ di kolom pencarian Google.

“Jadi ide pembuatan uang palsu ini dari si suaminya ya. Dia juga belajar membuat uang palsu dari internet. Kata pelaku, cukup ketik uang 100 ribu, lalu muncul sudah tentang uang di internet,” kata Komarudin.

Usai tahu cara mencetak uang palsu, lanjut Komaruddin, Noor Syaifullah pun terpancing untuk mencoba mempraktikkan.

Dengan bermodalkan satu unit komputer jinjing alias laptop merk Acer Aspire ES 14 warna hitam, mesin Printer Canon IP 2770 dan kertas HVS, ia mulai menjalankan aksinya.

Pertama-tama, kata Iptu Komaruddin, Noor Syaifullah mencetak satu lembar kertas HVS dengan nominal 100.000. Hasil cetakan tersebut mereka potong dengan menggunakan gunting.

“Pelaku berhasil mencetak uang dengan menggunakan kertas HVS yang sebelumnya mereka olesi lilin agar tidak mudah pudar,” bebernya.

Meski kedua pelaku ragu, namun uang palsu tersebut mereka belanjakan. Agar memuluskan aksinya, ia meminta sang istri belanja di warung-warung kecil sekitaran rumahnya. Mereka sengaja menjadikan warung kecil sebagai target, karena anggapan kedua pelaku warung itu tidak memiliki alat scan uang. Aksi itu sukses, pemilik warung tidak mengetahui bahwa uang yang dibelanjakan Zainab, palsu.

“Kedua pelaku tahu kalau perbuatan mereka melanggar hukum. Tapi setelah transaksi pertama berjalan sukses, ia pun ketagihan untuk kembali cetak uang dengan nominal yang 50.000 dan 100.000,” ucapnya.

Sekali cetak, pelaku membutuhkan 3 lembar kertas HVS dengan jumlah uang yang berhasil dibuat sebesar 800.000. Pelaku tidak setiap hari mencetak uang, namun secara bertahap sesuai kebutuhan sehari-hari.

“Biasa cetak 3 lembar HVS sekitar 800 ribu seminggu dua minggu terbelanjakan atau habis cetak lagi dengan memprint,” terangnya.

TANGKAP PELAKU

Ulah warga jalan Gerilya Dua Desa Palampitan Hulu RT 04 Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara itu akhirnya tercium polisi. Berawal dari keluhan pemilik warung yang mengaku menolak uang dari seorang wanita waktu belanja di tempatnya karena mengetahui bahwa uang tersebut palsu, polisi mulai melacak keberadaan pelaku.

Tepat Pada Hari Rabu, 20 November 2019 sekira pukul 16.00 wita di Jalan Lorong Gerilya II No.017 RT 04, Kelurahan Palampitan Hulu, Kecamatan Amuntai Tengah, petugas melihat sepeda motor yang biasa digunakan oleh pelaku membelanjakan uangnya di warung warung sekitar.

Polisi menangkap Noor Syaifullah dan Zaenab di rumahnya di Kelurahan Palampitan Hulu. Polisi menemukan 6 lembar kertas yang sudah tercetak gambar uang Rp 100.000, namun belum dipotong-potong, 2 lembar kertas Uang Palsu yang telah dipotong dan 1 lembar kertas Uang Palsu yang belum lengkap cetakannya. Kasat Reskrim menjelaskan, Dengan total 34 lembar pecahan 100 ribuan dan belum dipotong masih berupa lembaran print.

Polisi akhirnya menjerat Noor Syaifullah dan Zaenab dengan pasal 36 ayat 1 dan 3 jo pasal 26 ayat 1 dan 3 dari Undang-undang RI Nomor 7 Tahu 2011 tentang Mata Uang junto Pasal 55 KUHP. Ancaman sangat serius. “Hukuman sampai 15 tahun penjara,” pungkas Iptu Komaruddin.

apahabar.com

Noor Syaifullah dan Zaenab, pasutri asal Amuntai pengedar uang palsu. Foto-Istimewa

Baca Juga: 41 Komunitas Siap Ramaikan Aruh Pemuda Sanggam 3 Gelaran KNPI Balangan

Baca Juga: Rangkaian HUT ke-42, Alumni SMAN 4 Banjarmasin Sambangi ‘Sekolah Bawang’

Reporter: Eddy Andriyanto
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Satlinmas dan Petugas Ketertiban Dibekali Langkah Pengamanan di TPS
Sekda Kotabaru Minta Kadishub Tingkatkan Profesionalisme dalam Bertugas

Kalsel

Sekda Kotabaru Minta Kadishub Tingkatkan Profesionalisme dalam Bertugas
apahabar.com

Kalsel

BBPJN XI Selidiki Penyebab Oprit Jembatan Kalumpang HSS Amblas
apahabar.com

Kalsel

Berpotensi Gelombang Tinggi, BMKG Peringatkan Angkutan Air
apahabar.com

Kalsel

PDAM Bandarmasih Kembali Kuncurkan Paket Bapok
apahabar.com

Kalsel

Cegah ISPA, Dinkes Kalsel akan Bagikan 10 Ribu Masker
apahabar.com

Kalsel

Dorr!! Spesialis Pencuri Mobil Mewah Bati-Bati Dilumpuhkan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Kabar Baik, 8 Warga di Kotabaru Sembuh dari Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com