Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Awasi Siaran TV Nasional, KPID dan ULM Gelar FGD

- Apahabar.com Selasa, 5 November 2019 - 20:55 WIB

Awasi Siaran TV Nasional, KPID dan ULM Gelar FGD

Komisioner KPI, Yuliandre Darwis. Foto-apahabar.com/Musnita Sari.

apahabar.com, BANJARMASIN – Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) bekerja sama dengan Universitas Lambung Mangkurat (ULM) gelar Focus Group Discussion (FGD) panel ahli riset indeks kualitas program siaran televisi tahun 2019 di Hotel Mercure Banjarmasin, Selasa (5/10).

“Kita mendiskusikan suatu pandangan terhadap televisi hari ini, apakah kontennya lebih baik atau malah merosot,” ucap Komisioner KPI, Yuliandre Darwis kepada apahabar.com.

Diskusi ini digelar untuk memberikan penilaian terhadap siaran-siaran TV Nasional secara komprehensif. Sehingga dapat mengangkat sesuatu yang substansif dari isi siaran tersebut.

Kegiatan ini diikuti sejumlah tokoh. Mulai dari akademisi, praktisi, hingga seniman Kalsel. Semuanya adalah perwakilan tokoh berdasarkan keilmuan dan pakar yang dipilih oleh ULM bersama KPID Kalsel.

“Ada pakar komunikasi, psikologi, sosiologi dan lainnya. Untuk berbicara pandangan tentang konten-konten tv pada saat ini,” lanjut dia.

Sementara itu, sebagai panel ahli, Bahrudin Ali Ahmad juga memaparkan selain meningkatkan isi siaran tv nasional.

Kegiatan FGD juga guna mengevaluasi penayangannya. “Ada isi siaran yang kita kritik habis-habisan tetapi masih melakukan kesalahan yang sama. Tetapi kita tidak bosan untuk mengingatkan,” papar Dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM ini.

Salah satu siaran yang dinilainya sering melakukan pelanggaran adalah acara talkshow. Beberapa tayangan ujarnya seringkali melontarkan kekerasan verbal, sesuatu yang kasar dan jorok, atau perilaku non verbal.

“Itu sebetulnya tidak cocok dengan budaya kita yang agamis dan santun. Sering kita kritik tetapi selalu tetap muncul,” bebernya.

Ironisnya, acara tersebut memiliki rating yang tinggi. Pihaknya hingga kini masih mempertanyakan sistematis parameter penilaian itu.

“Mereka tidak terbuka untuk memperlihatkan kepada kita bagaimana cara menilai. Nampaknya memang ada koneksitas kepentingan dengan pengiklan,” duganya.

Untuk Kalsel sendiri menurut Bahrudin, sejauh ini belum dilakukan evaluasi terhadap tayangan tv lokal. Namun usulan ini dinilainya bagus.

“Mungkin KPID Kalsel bisa mengusulkan kepada KPI Pusat untuk tv lokal juga dilakukan penilaian. Kita pasti menyambut baik,” ungkapnya.

Forum ini katanya hanya sebatas memberikan penilaian, serta memberikan teguran dan peringatan kepada TV yang melakukan pelanggaran.

“Kita hanya menilai isi siaran. Mereka memang diberi teguran dan peringatan, tetapi siaran tidak dihentikan hanya diminta ada perbaikan,” tuturnya mengakhiri.

apahabar.com

Panel Ahli, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP ULM, Bahrudin Ali Ahmad. Foto-apahabar.com/Musnita Sari

Baca Juga: Dinsos Berharap Ketua RT Mampu Jadi Filter Pendataan Warga Miskin

Baca Juga: Program Kotaku, Siasat HST Sulap Kawasan Kumuh

Reporter: Musnita Sari
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Kalsel

Mengintip Proses Pemakaman Damang Dayak Meratus Ayal Kusal

Kalsel

RZ Kalsel Beri Kado Lebaran ke Sejumlah Anak Yatim di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Protes PDIP Kotabaru Warnai Pleno Rekapitulasi KPU
apahabar.com

Kalsel

Efendi Meninggal Murni Kecelakaan Tunggal Perahu Ketinting
apahabar.com

Kalsel

Cegah Covid-19, Markas Jaksa Kalsel Disemprot Disinfektan
apahabar.com

Kalsel

Serahkan Berkas ke PPP dan Demokrat, Gusti Iskandar ‘Tantang’ Paman Birin
Orbawati

Kalsel

Ketuanya Buron, Joko Pitoyo Ambil Alih Nasdem Tanah Laut
apahabar.com

Kalsel

Tala Tambah 4 Positif Covid-19, 1 Meninggal Dunia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com