Ketua Yayasan Haji Maming, Syafruddin H Maming, dan Ketua Pelaksana Ngopi Bareng MHM, Muhammad Syaripuddin dalam penyerahan bantuan permodalan kepada belasan pelaku UMKM di Kalsel, Sabtu sore. apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Lewat pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Mardani H Maming (MHM) tengah berupaya menggenjot perekonomian daerah.

Di Kalimantan Selatan (Kalsel), menggandeng Yayasan Haji Maming, MHM memodali belasan pelaku UMKM.

“Ada 19 pelaku UMKM diberikan modal usaha. Di antaranya 10 orang pelaku usaha dari kalangan mahasiswa,” ucap Ketua Pelaksana Ngopi Bareng MHM, Muhammad Syaripuddin kepada apahabar.com, Sabtu (9/11) sore.

Ngopi bareng merupakan program rutin apahabar.com untuk menggandeng tokoh publik. Belum lama tadi, giliran MHM yang dihadirkan. Kehadiran eks bupati Tanah Bumbu dua periode itu rupanya menyedot perhatian para pelaku usaha lokal. MHM membagikan seputar tips sukses berbisnis, hingga rahasianya bisa menjadi CEO dua perusahaan besar di Kalsel.

Di akhir Ngopi Bareng, MHM menjanjikan suntikan modal untuk para pelaku UMKM. Kini, ia benar merealisasikan janjinya.

Bantuan, kata MHM, diberikan agara para wirausahawaan bisa menjalankan usaha sesuai orientasi bisnis masing-masing.

“Ini akan terus dilakukan komunikasi terhadap pelaku UMKM yang dibantu. Sampai sejauh mana perkembangan bisnis yang dibangun,” beber Bang Dhin, sapaan akrab Syaripuddin.

Setiap pelaku UMKM, kata Bang Dhin, nantinya wajib melaporkan sejauh mana perkembangan dan kendala yang dihadapi pelaku usaha.

“Dari situ nanti akan dicarikan solusinya agar bisa maju,” tegasnya.

Menurutnya, bantuan ini merupakan komitmen MHM dalam mendorong pelaku UMKM di Kalsel agar naik kelas.

MHM, kata pria yang juga menjabat wakil ketua DPRD Kalsel ini, akan memberikan strategi pemasaran via digital.

Bahkan, ia telah menjalin komunikasi dengan Chairul Tanjung agar hasil produk pelaku UMKM bisa dipasarkan di Transmart.

“Ini masih diusahakan agar produk UMKM bisa masuk Transmart dan ritel modern lainnya,” pungkasnya.

Senada, Ketua Yayasan Haji Maming, Syafruddin H Maming siap berkomitmen untuk mendorong kemajuan pelaku UMKM di Kalsel.

“Yayasan H Maming bukan hanya berkontribusi mendorong sektor perekonomian di Kalsel, namun juga berperan membangun dunia pendidikan,” katanya.

Sejauh ini Yayasan Haji Maming telah mengucurkan Rp4,8 miliar untuk program beasiswa 21 mahasiswa angkatan pertama Program Doktor (S3) Ilmu Sosial, Universitas Lambung Mangkurat (ULM). Beasiswa hasil kerja sama dengan Universitas Airlangga Surabaya.

Tak hanya ULM, Yayasan Haji Maming juga membuka beasiswa bagi mahasiswa Program Doktor pada Pascasarjana Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin di tahun yang sama.

Sebelumnya, MHM terus mendorong keterlibatan pelaku UMKM, juga dalam proyek pembangunan pemerintah daerah maupun perusahaan skala besar lainnya.

“Setiap proyek dengan anggaran di bawah Rp200 juta, boleh dilakukan penunjukan langsung oleh Pemda kepada pelaku UMKM,” ucap MHM di sela Hipmi Goes to Campus Government Entrepreneurship, Selasa (05/11) lalu.

Sekarang ini, kata dia, setiap proyek pembangunan oleh Pemda dengan anggaran di atas Rp200 juta mesti melakukan lelang lewat IT atau secara online.

“Dari sini Hipmi benar-benar melatih pengusaha pemula agar menjadi besar,” tegas Mardani.

Dalam kesempatan itu, MHM tak cuma membagi tips sukses berbisnis, tapi juga mencanangkan progam ‘Seribu Doktor’ lewat beasiswa Yayasan Haji Maming ke ratusan mahasiswa.

MHM merupakan CEO PT Batulicin 69 dan PT Maming 69, perusahaan holding yang membawahi 55 entitas anak bisnis, mulai dari perusahaan pertambangan mineral, pengawasan alat berat, pelabuhan, perkebunan hingga properti.

MHM juga pernah menggeluti karier di pemerintahan. Menjabat bupati sejak 2010-2018, ketua asosiasi pemerintah kabupaten seluruh Indonesia ini pernah mencatatkan sejarah sebagai bupati termuda.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah