ga('send', 'pageview');
Sebelum Wafat, Kondisi Wali Kota Banjarbaru Naik Turun Geger Mayat Mengapung di Laut Tanbu, Polisi Sulit Identifikasi Jelang Magrib, Api Gegerkan Blok Ikan Pasar Kandangan Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia




Home Kalsel

Senin, 11 November 2019 - 10:46 WIB

BBM Bersubsidi di Kalsel Acap Kali Kosong, YLK Geram

Redaksi - apahabar.com

ilustrasi, kelangkaan BBM. Foto-net

ilustrasi, kelangkaan BBM. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Yayasan Perlindungan Konsumen (YLK) tampak geram melihat fenomena “kelangkaan” BBM bersubsidi jenis Premium di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kalsel.

“Selalu saja terjadi kekosongan. Bahkan, setiap hari terlihat antrian panjang pada jam tertentu,” ucap Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Kalimantan Selatan, Ahmad Murjani kepada apahabar.com, Senin (11/11) pagi.

Tak bisa dipungkiri, kata dia, apabila ingin mengisi BBM bersubsidi jenis premium selalu dihadapkan dengan tulisan “kosong” atau “sedang dalam pengiriman” di depan SPBU.

Murjani menyarankan agar Hiswana Migas, Pertamina, DPRD Provinsi, dan Pemprov Kalsel duduk bersama membahas persoalan tersebut. Baik menyangkut teknis pendistribusian maupun pengawasan.

Baca juga :  Tekan Sebaran Covid-19, Sat Sabhara Polres Batola Gelar Patroli Dialogis

“Artinya kalau itu ditengarai kekurangan kuota untuk Kalsel maka mesti didukung data-data di lapangan,” tegasnya.

Terpenting, sambung dia, Gubernur sebagai pimpinan tertinggi di Kalsel harus memperjuangkan ke pemerintah pusat dan Pertamina.

“Juga menyuarakan ke Komisi VII DPR RI untuk penambahan Kouta BBM Bersubsidi di Kalsel,” bebernya.

Murjani berharap agar Pertamina Cabang Banjarmasin dan Hiswanamigas mampu meningkatkan komunikasi dan koordinasi ke pemerintah daerah. Termasuk mitra kerja. Maklum, penambahan kuota BBM bersubsidi berkaitan dengan APBN.

Baca juga :  Sambut HUT RI ke-75, Pemkab HSS Gelar Lomba Menyanyi #Dirumahsaja

“Semoga kue dana APBN untuk penambahan kuota Kalsel bisa lebih diperhatikan,” pungkasnya.

Saat dikonfirmasi ke Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan, Hepi Wulansari belum merespon pertanyaan yang dilayangkan Wartawan apahabar.com.

Begitu juga Ketua Hiswanamigas Kalsel, Syaibani. Ia terlihat membiarkan dan hanya membaca pesan singkat via WhatsApp yang dikirim Wartawan.

Baca Juga: Simdali, Siasat Kaltara Atasi 4 Persoalan Distribusi BBM dan LPG

Baca Juga: Komisi VII Minta Pertamina Serius Tangani Penyimpangan Distribusi BBM

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kalsel Berpotensi Hujan Hingga Beberapa Hari Kedepan
apahabar.com

Kalsel

Fiersa Besari Kado Spesial HUT Ke-33 SMAN 7 Banjarmasin
Pandemi Corona, Jangan Sepelekan DBD di Banjarmasin

Kalsel

Pandemi Corona, Jangan Sepelekan DBD di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Tahun Depan, Kalsel Bakal Miliki Perpustakaan Khusus Penyandang Disabilitas
apahabar.com

Kalsel

Permudah Layanan, Polsek Berangas Pindah Lokasi
apahabar.com

Kalsel

Rapat Golkar Putuskan Nama Ketua DPRD Balangan
apahabar.com

Kalsel

Sambut Kedatangan Panglima TNI dan Kapolri, Polres HSU Salurkan Bantuan Sosial
apahabar.com

Kalsel

Tol Banjarbaru-Batulicin, Asita: Genjot Pariwisata Lokal
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com