CEK FAKTA: Covid-19 Jadi Ladang Bisnis RS di Banjarmasin? Duh, Zona Hitam Covid-19 di Banjarmasin Bertambah! Selama Pandemi, Biaya Operasional Bekantan Kalsel Kian Melonjak Belasan Warga Kalsel Terimbas Penyusutan Karyawan Lion Air KPK OTT Bupati Kutai Timur dan Istrinya di Jakarta




Home Kaltim

Minggu, 17 November 2019 - 00:13 WIB

BPBD Petakan Titik Rawan Banjir di Calon Ibu Kota RI

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi banjir. Foto-Istimewa

Ilustrasi banjir. Foto-Istimewa

apahabar.com, PENAJAM – Seiring meningkatnya intensitas hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memetakan wilayah rawan banjir. Itu sebagai antisipasi bencana di calon ibu kota negara (IKN) baru.

“Kami petakan daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Sepaku, Babulu dan Waru,” kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Perlengkapan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, melansir Antara, Sabtu (16/11) malam.

Daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Sepaku yang terpetakan, kata dia, meliputi daerah Logpon dan Desa Tangin Baru. Sedangkan di wilayah Kecamatan Babulu, kata dia, titik rawan banjir berada di daerah Desa Sumber Sari, dan Kelurahan Waru merupakan daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Waru.

Baca juga :  IKN di Penajam, Butuh Rp 60 M untuk Lahan Bendungan

Faktor utama terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Babulu, Waru dan Kecamatan Sepaku tersebut, menurut Nurlaila, yakni luapan air sungai dan air laut di sekitarnya.

“Luapan air sungai dan air laut sebagai penyebab rentannya terjadi banjir di wilayah yang terpetakan sebagai daerah rawan banjir itu,” katanya.

BPBD PPU berharap pemerintah kewilayahan meliputi camat, kepala desa dan lurah agar dapat memantau lokasi rawan bencana banjir tersebut.

Baca juga :  IKN di Penajam, Butuh Rp 60 M untuk Lahan Bendungan

“Jadi di setiap kecamatan, desa maupun kelurahan sudah punya langkah antisipasi bencana banjir di daerah masing-masing,” kata Nurlaila.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, khususnya di kawasan yang rentan tergenang di sejumlah wilayah Benuo Taka, sebutan PPU.

“Masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, terutama di wilayah yang selama ini memang kerap tergenang,” demikian Nurlaila.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Tapol Papua yang Ditahan di Kaltim

Baca Juga: 2020, Target Pendapatan APBD Penajam Naik

Editor: Fariz Fadhillah

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Warga Panik, Kapal Bermuatan Elpiji Meledak di Samarinda
apahabar.com

Kaltim

Pasien Positif Corona di Samarinda Pernah Ikuti Pertemuan di Bogor
apahabar.com

Kaltim

Jelang Kedatangan Jokowi, Polda Kaltim dan Pangdam VI Mulawarman Upayakan Penajam Kondusif
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Siap Gelontorkan Puluhan Miliar untuk Beasiswa Tahun Ini
apahabar.com

Kaltim

Waspada Penyakit Pasca Banjir
apahabar.com

Kaltim

Degradasi Lingkungan Hidup Picu Bencana, Wagub: Kaltim Siap Siaga
apahabar.com

Kaltim

Hadi Anggap Pajak Sebagai Sedekah
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Miliki Stok Karbon 4,5 Juta Hektare
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com