Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru

BPBD Petakan Titik Rawan Banjir di Calon Ibu Kota RI

- Apahabar.com Minggu, 17 November 2019 - 00:13 WIB

BPBD Petakan Titik Rawan Banjir di Calon Ibu Kota RI

Ilustrasi banjir. Foto-Istimewa

apahabar.com, PENAJAM – Seiring meningkatnya intensitas hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai memetakan wilayah rawan banjir. Itu sebagai antisipasi bencana di calon ibu kota negara (IKN) baru.

“Kami petakan daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Sepaku, Babulu dan Waru,” kata Kepala Sub Bidang Logistik dan Perlengkapan BPBD Kabupaten Penajam Paser Utara, Nurlaila, melansir Antara, Sabtu (16/11) malam.

Daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Sepaku yang terpetakan, kata dia, meliputi daerah Logpon dan Desa Tangin Baru. Sedangkan di wilayah Kecamatan Babulu, kata dia, titik rawan banjir berada di daerah Desa Sumber Sari, dan Kelurahan Waru merupakan daerah rawan banjir di wilayah Kecamatan Waru.

Faktor utama terjadinya banjir di wilayah Kecamatan Babulu, Waru dan Kecamatan Sepaku tersebut, menurut Nurlaila, yakni luapan air sungai dan air laut di sekitarnya.

“Luapan air sungai dan air laut sebagai penyebab rentannya terjadi banjir di wilayah yang terpetakan sebagai daerah rawan banjir itu,” katanya.

BPBD PPU berharap pemerintah kewilayahan meliputi camat, kepala desa dan lurah agar dapat memantau lokasi rawan bencana banjir tersebut.

“Jadi di setiap kecamatan, desa maupun kelurahan sudah punya langkah antisipasi bencana banjir di daerah masing-masing,” kata Nurlaila.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, khususnya di kawasan yang rentan tergenang di sejumlah wilayah Benuo Taka, sebutan PPU.

“Masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya banjir, terutama di wilayah yang selama ini memang kerap tergenang,” demikian Nurlaila.

Baca Juga: Kuasa Hukum Ungkap Kondisi Tapol Papua yang Ditahan di Kaltim

Baca Juga: 2020, Target Pendapatan APBD Penajam Naik

Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Sanggar Seni ENTERO Tampil Maksimal Meski dalam Keterbatasan
apahabar.com

Kaltim

MPR : PMP Perlu Kembali Diajarkan di Sekolah
apahabar.com

Kaltim

Wagub Kaltim Optimis Pemilu 2019 Kondusif
apahabar.com

Kaltim

Bandara Kalimarau Terbaik Anugerah Bandara Award 2018
apahabar.com

Kaltim

17 April Libur Nasional, Wagub Hadi: Bukan untuk Berwisata tapi Nyoblos
apahabar.com

Kaltim

Ribuan Warga Penajam Dapat BST Rp 600 Ribu
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Siapkan Ribuan Armada, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik
apahabar.com

Kaltim

Dewan Kaltim: Pemerintah Harus Serius Tangani Jalan Trans Kalimantan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com