Video Viral Rombongan Klub Harley Keroyok 2 Anggota TNI, Polisi Melerai Dicuekin, Ini Gara-garanya Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru

Cak Imin Lobi Kroasia untuk Bantu 16 Juta Buruh Kelapa Sawit Indonesia

- Apahabar.com Rabu, 20 November 2019 - 19:09 WIB

Cak Imin Lobi Kroasia untuk Bantu 16 Juta Buruh Kelapa Sawit Indonesia

Ilustrasi sejumlah pekerja kebun kelapa sawit memilah dan mengangkut hasil panen di kawasan Kalidoni Palembang, Sumsel. Foto–Antara/FenySelly/ama/17

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar meminta Wakil Ketua DPR Kroasia Željko Reiner melobi sejumlah partai yang tergabung di Parlemen Eropa agar mau menolong lebih dari 16 juta buruh perkebunan kelapa sawit yang ada di Indonesia.

Mereka melakukan pertemuan sebelum menghadiri acara Partai Masyarakat Eropa (European People’s Party/ EPP) pada tanggal 19 sampai 21 November 2019 di Zagreb, Kroasia.

“Pak Željko sebagai ketua partai Croatian Democratic Union/CDU akan membantu melobi partai-partai di Parlemen Eropa soal nasib 16 juta buruh sawit Indonesia,” kata pria yang disapaCakImin dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu (20/11).

Kroasia saat ini menjadi tuan rumah forum pertemuan partai-partai se-Eropa itu, dimana Indonesia diundang sebagai salah satu peserta. Agenda pertemuan itu fokus membicarakan masalah lingkungan hidup dan perubahan iklim.

“Sebagai tuan rumah, posisi tawar Kroasia tentu cukup kuat. Jadi saya minta dijembatani ke Uni Eropa. Sekalian kulonuwun, begitu,” kata CakImin.

Muhaimin menyampaikan ajakan untuk terus menjalin kerja sama dengan parlemen dan pemerintah Indonesia. Selain itu, secara khusus dia meminta Željko menjembatani Indonesia di dalam forum pertemuan EPP.

“Terutama dalam mengkomunikasikan kepentingan industri sawit kita dan bahan bakar hayati (biofuel)-nya,” kata CakImin.

Produk Minyak Kelapa Sawit dan turunannya (biofuel B20) dari Kelapa Sawit Indonesia diboikot Uni Eropa, dalam perundingan dagang IEU-CEPA, yang mencapai putaran kedelapan bulan Juni lalu.

Pelarangan itu dinilai tidak fair, karena minyak Kelapa Sawit adalah salah satu produk Indonesia untuk mengembangkan energi terbarukan (renewable energy).

CakImin mengatakan dari program B20 saja di tahun 2018-2019, Indonesia mengirit biaya impor solar sebesar Rp23 triliun. Lalu dengan B30, Indonesia bisa mengirit biaya impor solar sebesar Rp41 triliun.

“Tahun depan kita sudah mandatory. Uang itu bisa digeser untuk biaya sekolah, menambal BPJS dan lain-lain. Makanya saya akan melobi habis-habisan dalam forum pertemuan EPP itu supaya tidak dilarang. Doakan saja,” kata CakImin.

Baca Juga: Pemerintah Kantongi Rp23 T Dari Lelang Surat Utang Negara

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Intip Dua Kapal Baru Pengangkut BBM Pertamina International Shipping
apahabar.com

Ekbis

Kembangkan UMKM di Kotabaru, Kadin Gandeng Jamrkrindo Syariah
apahabar.com

Ekbis

Harga Cabe Masih Sepedas Rasanya
Kadin Usul Geser Sebagian Anggaran Subsidi Elpiji 3 Kg ke Perumahan

Ekbis

Kadin Usul Geser Sebagian Anggaran Subsidi Elpiji 3 Kg ke Perumahan
apahabar.com

Ekbis

Jokowi: BUMN Jangan Ambil Semuanya Proyek Infrastruktur, Berikan Ruang Bagi Swasta
apahabar.com

Ekbis

Harga Emas Antam Pecah Rekor Baru Jadi Rp 809.000 per Gram
apahabar.com

Ekbis

Eskalasi Kasus Covid-19, Rupiah Kembali Terkoreksi
apahabar.com

Ekbis

Pasar Domestik Masih Menarik, IHSG Bergerak Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com