Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Cara KPw BI Kalsel Libatkan Masyarakat Kendalikan Inflasi

- Apahabar.com Jumat, 22 November 2019 - 14:49 WIB

Cara KPw BI Kalsel Libatkan Masyarakat Kendalikan Inflasi

Foto-Manager Pengembangan Ekonomi KPw BI Kalsel Aryo Wibowo. apahabar.com/Rizal Khalqi

apahabar.com, BANJARMASIN – Sudah jadi tugas Bank Indonesia (BI) agar perekonomian tetap stabil dengan mengendalikan inflasi. Namun, masyarakat juga diajak terlibat.

Ya, inflasi yang kerap terjadi di pasaran tentu akan sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Penyebab utama inflasi jumlah barang yang tidak bisa memenuhi kebutuhan pasar.

Nah, berkaitan itu Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kalimantan Selatan (Kalsel) coba memberikan pemahaman bagaimana ekonomi masyarakat bisa stabil. Sekali pun harga kebutuhan pokok mengalami kenaikan atau habis di pasaran.

Lewat Argo Edu Prak Bumi Tangi di Landasan Ulin, Banjarbaru, jadi tempat KPw BI Kalsel melibatkan masyarakat belajar mengendalikan inflasi secara langsung dengan menjaga suplay kebutuhan pokok.

Seperti menanam sayur dan membudidayakan ikan dengan cara organik. Selain itu ada pula tempat pembelajaran membuat pupuk organik yang sudah di uji coba dan berhasil dalam penerapanya.

Manager Pengembangan Ekonomi KPw BI Kalsel Aryo Wibowo mengatakan Argo Edu Park Bumi Tangi konek dengan visi BI mengendalikan suplai. “Kalau BI sendiri gak mungkin, nah kita tularkan ke masyarakat,” ujarnya.

“Flotel food, makanan atau bahan makanan yang mempengaruhi harga barang. Seperti bawang merah, cabe, Ikan air tawar, dan sayur-sayuran,” lanjut Aryo.

Aryo menambahkan dengan keterampilan yang di perloeh di Argo Edu Parka Bumi Tangi masyarakat bisa menanam sendiri sayur atau membudidayakan ikan.

Dengan begitu, selain akan menjaga kestabilan ekonomi dapur, dapat pula menjadi tambahan pemasukan buat masyarakat.

Sepeti di ketahui, di Kalsel sejumlah wilayah yang menjadi indikator selalu mengalami inflasi walau dalam jumlah yang kecil dan terkendali.

Untuk Kalsel beberapa bahan baku yang dapat menyumbang inflasi adalah, ikan air tawar, sayuran, telur, ikan asin dan beberapa jenis kebutuhan pokok lainya.

Baca Juga: Kalsel Siap Jadi Tuan Rumah Fesyar 2019 di KTI, Ini Penjelasan BI

Baca Juga:  Konvoi Sungai BI, Dari Kampanye Nontunai Hingga Mengangkat Pariwisata Kalsel

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Riset Playgroundz: Perempuan Hobi Main Game di Ponsel
apahabar.com

Ekbis

ITDP: Ajak Investor Asing Jadi Tolak Ukur Pengembangan Mobil Listrik
apahabar.com

Ekbis

LKPJ 2018, Produksi Karet Kalsel Lampaui Target
apahabar.com

Ekbis

Ciptakan SDM Unggul, BP Jamsostek Batulicin Gelar Pelatihan Alat Berat
apahabar.com

Ekbis

Demo Berhenti, Rupiah Langsung Menguat

Ekbis

Pemerintah Tindak Tegas Badan Usaha Langgar Harga BBM
apahabar.com

Ekbis

Melemah Tipis, Rupiah Rabu Pagi Jadi 14.768
apahabar.com

Ekbis

3 Hal yang Harus Anda Pahami tentang Volatilitas Perdagangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com