apahabar.com
Ustadz Khairullah Zein ketika memberikan tausiyah pada Tabligh Akbar di Masjid Al Baytar, ULM. Foto-istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Menyampaikan tausiyah pada Tabligh Akbar yang dilaksanakan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Banjarbaru, Ustadz Khairullah Zein berulang kali memompa semangat sahabat PMII dengan salam pergerakan. Sebab menurutnya, Nabi adalah seorang aktivis pergerakan.

“Beliau menggerakkan para sahabatnya untuk berjuang membela Islam. Karenanya para aktivis mahasiswa harus mempelajari bagaimana teladan Nabi sebagai seorang agen penggerak. Sebab Nabi adalah Uswatun Hasanah atau teladan yang terbaik,” kata Ustadz bernama lengkap Ustadz Khairullah Zainuddin ini.

Sosok Nabi Muhammad SAW, menurutnya, adalah manusia paripurna yang bisa menjadi teladan bagi siapa saja yang ingin sukses, karenanya mahasiswa pergerakan mesti meneladaninya. Hal ini, dikatakannya, membutuhkan kajian dan telaahan. Karenanya mahasiswa pergerakan harus mengkaji sejarah hidup Nabi.

“Sangat banyak kitab dan buku ditulis tentang sejarah hidup dan keteladanan Nabi Muhammad SAW dari berbagai perspektif,” jelas Ustadz jebolan Ma’had ‘Aly Darussalam Martapura itu.

Meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai aktivis pergerakan, sambungnya, tidak harus frontal. Kadang kita maju, kadang diam, dan bahkan kadang harus mundur untuk melakukan sebuah lompatan. Ustadz Khairullah pun menceritakan peristiwa Nabi Muhammad SAW membatalkan masuk ke Makkah untuk berhaji pada tahun 6 Hijriah dan menandatangani perjanjian Hudaibiyah.

“Sekilas isi perjanjian merugikan kaum Muslimin. Bahkan beberapa sahabat mengkritik, termasuk Umar bin Khattab. Namun ternyata keputusan Nabi Muhammad SAW dipandang Allah sebagai sebuah kemenangan. Sehingga turunlah wahyu surah Al-Fath,” ungkap Ustadz Khairullah menceritakan asbabun Nuzul surah ke-48 tersebut.

Terbukti dua tahun kemudian, lanjutnya, 10.000 umat Islam memasuki bahkan membebaskan kota Makkah tanpa setetes darah pun yang tumpah.

Ustadz yang Kerap memakai nama pena Abu Zein Fardany itu mengaku sangat beruntung bisa berkumpul bersama para mahasiswa di malam itu. Sebab, kata dia, mahasiswa adalah para penuntut ilmu yang berjuang melaksanakan kewajiban Fardhu Kifayah.

“Ada riwayat hadits, siapa yang ingin memandang orang yang dibebaskan dari neraka, maka pandanglah para penuntut ilmu. Karenanya saya merasa beruntung bisa berkumpul dan bertatap muka dengan kalian,” ujarnya.

“Dalam kitab Ihya, Imam al Ghazali mengklasifikasi ilmu menjadi dua, ada yang Fardhu ‘Ain mempelajarinya dan ada yang Fardhu Kifayah. Yaitu semua ilmu yang dibutuhkan kaum Muslimin,” lanjutnya.

Ustadz Abu Zein menekankan para mahasiswa agar meluruskan niat dalam menuntut ilmu sesuai dengan hadits Nabi. Jangan sampai kuliah hanya sebatas mencari gelar untuk memudahkan dapat pekerjaan.

“Umat Islam membutuhkan orang-orang yang profesional dan ahli di bidangnya. Kalianlah yang harus memenuhi kebutuhan umat ini,” tekan pengurus PCNU Kabupaten Banjar ini.

Tabligh Akbar yang diisi Ustadz Khairullah Zein mengambil tempat di Masjid Al Baytar Universitas Lambung Mangkurat, pada Sabtu (09/11) malam dalam rangka memperingati maulid Nabi Muhammad SAW dengan tema “Meneladani Akhlak dan Perjuangan Nabi Muhammad SAW”.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin Sayyid Mahmud bin Muhammad Al Ahdal, salah seorang aktivis PMII.

apahabar.com

Baca Juga: Muslim Etnis Hui di China Rayakan Maulid Nabi

Baca Juga: Mencintai dan Teladani Rasul SAW Jadi Tantangan Berat di Era Digital

Editor: Muhammad Bulkini