Dini Hari, Polisi Amankan 9 Motor di Banjarmasin Timur Zakaria, Pejuang Covid-19 di Tanah Laut Tutup Usia Malam Minggu, Siring Laut di Kotabaru Kembali Bernadi walau Pandemi Putrinya Hanyut, Bapak Meregang Nyawa di Irigasi Karang Intan Kabar Baik, Tanbu Tambah Pasien Sembuh dari Covid-19




Home Kalteng

Minggu, 17 November 2019 - 06:00 WIB

Dekranasda: Pengembangan Batik Khas Kalteng Belum Optimal

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi batik khas Kalteng. Foto - Tribunnews

Ilustrasi batik khas Kalteng. Foto - Tribunnews

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai pengembangan batik khas daerah itu belum optimal, meskipun peluangnya masih sangat terbuka lebar.

“Sayangnya meski peluangnya cukup bagus, namun belum dimanfaatkan secara optimal,” kata Ketua Dekranasda Kalteng Yulistra Ivo Sugianto Sabran di Palangka Raya, Sabtu (16/11).

Untuk itu, pengembangan usaha maupun produksi batik khas Kalteng ke depannya menjadi salah satu fokus atau prioritas dari Dekranasda bersama pemerintah daerah, baik pemerintah provinsi maupun kabupaten dan kota.

Ivo menilai selama ia aktif sebagai Ketua Dekranasda Kalteng, tampaknya kultur masyarakat setempat lebih kepada menganyam dibandingkan membatik. Hingga setelah hasil anyaman didapat, barulah motifnya dituangkan ke batik.

Baca juga :  PSBB Usai, Bupati Kapuas Ingin New Normal

“Saat ini pelaku usaha batik khas Kalteng, khususnya pembatik masih sangat kurang. Terlebih minat dari generasi muda, sehingga perlu kita dorong bersama,” tuturnya.

Bekerja sama dengan pemda setempat, pihaknya berencana memperbanyak kegiatan pelatihan terkait batik,  dengan mendatangkan para narasumber ternama dan berkompeten pada bidang tersebut, termasuk para desainer yang peduli terhadap batik, sehingga masyarakat maupun generasi muda di Kalteng menjadi lebih termotivasi dan memiliki pengetahuan yang memadai, untuk mengembangkan batik khas Kalteng.

“Pelatihan tentang batik kami upayakan lebih intens dilakukan. Saat pertama menerbitkan sukuk tabungan tahun 2016 partisipasi milenial baru 13 persen, begitu mulai platform online, partisipasi milenial lebih dari 50 persen ,” jelas Ivo.

Baca juga :  Covid-19 di Muara Teweh Menguatirkan, Bupati Barut Titip Pesan

Lebih lanjut ia menjelaskan dalam pengembangan UMKM, Dekranasda memberikan dukungan berupa pembinaan, promosi hingga peningkatan kualitas produk. Sedangkan permodalan, pihaknya hanya bisa memberikan akses mempertemukan pelaku usaha dengan perbankan dan lainnya.

Oleh karenanya, bersama Dinas Koperasi UKM Kalteng dan instansi terkait lainnya, Dekranasda mempertemukan para pelaku UMKM dengan pihak perbankan agar masalah kesulitan modal bisa diatasi.

Baca Juga: Viral Kawanan Pencuri Babak Belur di Kalteng, Simak Penjelasan Polisi

Baca Juga: Sekda Soroti Bekas Galian Tambang di Weyang Lahei

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Banyak Pasar Mingguan di Muara Teweh Perlu Perhatian
apahabar.com

Kalteng

PKS Siapkan Wahana Bermain Rumah Oksigen di Palangka Raya
Jika Dipercaya, Abdul Razak Siap Nakhodai Golkar Kalteng

Kalteng

Jika Dipercaya, Abdul Razak Siap Nakhodai Golkar Kalteng  
apahabar.com

Kalteng

Maju Pilgub Kalteng, Koyem: Saya Tak Ingin Sesumbar
apahabar.com

Kalteng

Langkah Pemkot Palangka Raya Keluar dari Zona Merah
apahabar.com

Kalteng

Kaltim Jadi Ibu Kota Negara, Gubernur Kalteng: Tak Jadi Masalah
apahabar.com

Kalteng

Ditabrak Truk, Pingki Tewas Seketika
apahabar.com

Kalteng

Pemkot Palangka Raya Gandeng Kejaksaan Kawal Anggaran Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com