2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor! Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan

Demo DPRD Kalsel, Enam Sikap Mahasiswa ke Pemerintah

- Apahabar.com Kamis, 28 November 2019 - 14:30 WIB

Demo DPRD Kalsel, Enam Sikap Mahasiswa ke Pemerintah

Ratusan massa aksi menggeruduk kantor DPRD Kalsel, Kamis siang. Selain menyoal kenaikan iuran BPJS yang dinilai mencekik rakyat, mereka juga menuntut revisi PP nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan, penyelesaian kasus ketenagakerjaan di Batola dan Tala, serta revisi Kepmennaker tentang Jabatan tertentu. Foto-apahabar.com/Riyad Dafhi

apahabar.com, BANJARMASIN – Ratusan mahasiswa berbagai kampus ikut memenuhi Jalan Lambung Mangkurat atau tepatnya depan Kantor DPRD Kalsel, Kamis (28/11) siang.

Mereka mengatasnamakan diri Aliansi BEM se-Kalsel. Dengan mengenakan almamater masing-masing, seruan aksi adalah #BPJSMemanggil.

Mahasiswa awalnya berkumpul di depan halaman Masjid Raya Banjarmasin, Jalan Jenderal Sudirman, sebelum beranjak menuju kantor DPRD Kalsel.

Mereka membawa berbagai poster dan spanduk berisi tuntutan dan kecaman.

Ada enam tuntunan diusung mereka ke DPRD Kalsel. Salah satu koordinator aksi, Ghulam Reza menyoroti kenaikan iuran BPJS kesehatan yang tertuang pada Perpres nomor 75 tahun 2019.

Massa aksi, kata dia, meminta pemerintah meninjau kembali usulan peningkatan premi peserta BPJS kesehatan 100 persen sebagai wujud keseriusan pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menjalankan amanat UUD 1945.

“Bahwa setiap warga negara harus diberikan perlindungan dan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Kemudian, menuntut pemerintah untuk mengelola sistem program jaminan kesehatan nasional secara baik dan berpihak kepada rakyat. Demikian sesuai dengan Bab II pasal 2 UU 36/2009 tentang sistem dan fasilitas pelayanan kesehatan.

Selanjutnya, mendesak pemerintah untuk mencari jalan lain dengan menanggung defisit dana jaminan sosial (DJS) kesehatan. Dan juga menuntut pemerintah bersikap tegas dalam menghadirkan sistem dan fasilitas pelayanan kesehatan yang memadai sesuai yang tertuang dalam UU 36/2009.

“Kami juga menuntut pemerintah untuk lebih serius dalam meningkatkan taraf derajat kesehatan masyarakat dalam upaya promotif dan preventif secara masif dan sistematis,” terangnya.

Adapun jalannya aksi berjalan dalam dengan pengawasan dari Polda Kalsel dan Polresta Banjarmasin. Sampai berita ini diturunkan demo masih berlangsung. Adapun aksi mahasiswa itu berbarengan dengan yang digelar oleh buruh dari Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.

Baca Juga: Geruduk DPRD Kalsel, Massa Aksi Sebut Pemerintah Gagal Atasi BPJS

Baca Juga: Ratusan Buruh dan Mahasiswa Geruduk DPRD Kalsel

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sanksi Denda 274 Pelanggar Prokes, Polda Kalsel Kumpulkan Rp 27,1 Juta
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Kalsel Diguyur Hujan Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Sastrawan HST Dominasi Penghargaan di Aruh Sastra ke XVI
apahabar.com

Kalsel

Catatan Simulasi Satu Arah Jalan Piere Tendean
apahabar.com

Kalsel

Ibnu Sina Izinkan PDAM Bandarmasih di Audit
apahabar.com

Kalsel

Ayo Berantas Bibit Nyamuk Aedes Aegypti
apahabar.com

Kalsel

Jalan Tol Banjarbaru – Batulicin Siap Dilintasi Tahun Depan
apahabar.com

Kalsel

Siring Piere Tendean Banjarmasin Tutup, RTH Kamboja Tetap Dibuka
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com