apahabar.com
dr Asnal menyerahkan berkas kelengkapan bacabup kepada Ketua DPC Gerindra HST, H Rachmadi didampingi Sekretaris DPC, Mahmud di Sekretariat DPC Gerindra HST, Sabtu (09/11). Foto – apahabar.com/HN Lazuardi

apahabar.com, BARABAI – Satu lagi dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan maju sebagai bakal calon bupati (bacabup) Hulu Sungai Tengah (HST) pada Pilkada 2020 mendatang, yakni dr Asnal yang sudah melamar ke DPC Partai Gerindra HST.

Asnal mengatakan, pencalonannya untuk maju sebagai HST 1 untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia.

“Insyaallah kalau saya diberi amanah dan terpilih di periode nanti, kesehatan, pendidikan dan pertanian akan menjadi fokus kami. Konsep kami sudah ada, visi misi kami juga sudah disiapkan,” ujar Asnal usai menyerahkan berkas kelengkapan ke DPC Gerindra, Sabtu, (09/11).

Asnal kelahiran Watampone, Sulawesi Selatan 58 tahun lalu, sedikitnya telah mengabdi 15 tahun di HST sebagai dokter spesialis bedah setelah sebelumnya sempat dipindahtugas ke Kandangan.

Walau sudah melamar di Gerindra, dia belum menentukan siapa pasangannya.

Asnal yang saat ini menjabat sebagai Direktur RSUD H Damanhuri Barabai dan Ketua Asosiasi PSSI HST hingga 2022 nanti, belum menentukan siapa bakal cawabup  yang mendampinginya.

Bahkan dia belum pernah berkomunikasi atau melakukan pendekatan dengan bakal calon maupun partai lain.

“Kalau Gerindra berkenan mengusung kita, kita serahkan sepenuhnya bagaimana kebijakan partai untuk menentukan siapa calon wakilnya,” kata Asnal.

Huda Masih Penjajakan

Sebelumnya ada nama M Ainul Huda, anak dari mantan Ketua DPRD, KH Mawardi Tarmum berpasangan dengan dr Halim yang digadang-gadang bakal maju Pilwali di Banjarbaru.

Namun belakangan keduanya maju untuk Pilkada 2020 di HST sebagai pasangan bacabup dan calon wakil bupati (bacawabup). Bahkan nama mereka sudah didaftarkan di Gerindra HST belum lama ini.

Namun keduanya belum melengkapi berkas. Pendaftrannya sendiri hanya melalui Huda.

Ditanyai mengapa tidak didampingi sang dokter, Huda menjawab karena ada kesibukan.

“Beliau lagi ada pasien,” ujar Huda.

Belakangan dikabarkan, terkait Huda berpasangan dengan dr Halim itu ditepis dirinya sendiri.

“Saya belum ada deal apa-apa dengan dr Halim hanya sekedar komunikasi biasa, tidak benar jika saya sudah menyatakan akan berpasangan dengannya. Ini masih penjajakan dengan semua siapa saja itu, jika ada kecocokan baru lah tetapi kalau tidak ada kecocokan ya cari pasangan yang lain,”ujar Huda.

Karena masih proses dan waktu masih panjang, kata Huda, dia tetap maju. Sebab dukungan relawan masih solid.

“Mudah-mudahan ada yang mau sejalan dalam membangun HST yg benar-benar tanpa ada tujuan lain selain mensejahterakan masyarakat HST dan Mawaddaturrahmah dengan niat tulus ikhlas,” ujar Huda saat dikonfirmasi apahabar.com melalui pesan WA, Sabtu (09/11).

Sementara itu, Ketua DPC Gerindra yang saat ini menjabat Ketua DPRD HST, H Rachmadi, mengakui dengan visi-misi yang disampaikan dr Asnal sangat berkenan.

“dr Asnal ini cukup dikenal di HST. Saya pribadi sangat mendukung dengan visi misinya untuk namun yang menentukan nanti di tingkat DPD dan DPP,” kata Rachmadi.

Gerindra sendiri di HST mendapat 8 kursi pada hasil Pilleg April 2019 lalu. Otomatis Gerindra merupakan partai besar yang menjadi incaran para bakal calon untuk maju pada Pilkada 2020 nanti di HST, terlebih untuk yang kesulitan menempuh jalur independen.

Awal dibuka 25 Oktober, sampai saat ini ada 6 bakal calon untuk yang sudah mendaftarkan diri pada Gerindra. Namun yang melengkapi hingga saat ini hanya Aulia, anak dari mantan Bupati HST, Syaiful Rasyid dan dr Asnal.

Sementara yang belum melengkapi yakni, Kader Gerindra, Tajudin yang berpasangan dengan anggota Kodim 1002 Barabai, Kasdim, Mayor Inf Pahrijani.

Kemudian HA Rozanie HN atau H Zanie yang maju bakal cabup dan M Ainul Huda yang menyatakan dirinya berpasangan dengan dr Halim.

Penutupan penjaringan bakal calon untuk Pilkada 2020 di Gerindra akan berakhir pada 15 November nanti.

Yang menjadi catatan bagi pelamar di Gerindra, khususnya yang terpilih wajib menjadi kadernya.

“Jika terpilih, tidak boleh keluar dari Gerindra selama menjabat kepala daerah,” tutup Sekretaris Gerindra, Mahmud.

Baca Juga: Dewan Pertanyakan Lahan Eks SD Melayu 2 Banjarmasin, Diduga Dicaplok Duta Mall

Baca Juga: Wonorejo Balangan Jadi Desa ‘Hantu’, Begini Nasib Warganya

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Aprianoor