Biang Kebakaran Hebat di Patmaraga Kotabaru Mulai Terungkap Nasib Terkini 505 Warga Korban Kebakaran di Patramarga Kotabaru Hari Ini, 30 Warga Balangan Dominasi Kasus Positif Covid-19 di Kalsel [FOTO] Penampakan Ratusan Rumah yang Terbakar di Patmaraga Kotabaru Kena PHP, Buruh Tebar Ancaman ke Wakil Rakyat Kalsel di Senayan

Dirintis Sejak 2017, Kambat Utara HST Bakal Jadi Desa Agrowisata

- Apahabar.com Jumat, 22 November 2019 - 16:47 WIB

Dirintis Sejak 2017, Kambat Utara HST Bakal Jadi Desa Agrowisata

Dosen Fakultas Pertanian ULM memaparkan kajian-kajiam wilayah pertanian kepada Bupati HST, HA Chairansyah di saat panen jagung hibrida perdana dan penanaman padi secara tugal di Desa Kambat, Kamis (21/11). Foto-Istimewa

apahabar.com, BARABAI – Desa Kambat Utara, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) bakal dijadikan wilayah Agrowisata.

Hal itu berdasarkan kajian-kajian oleh Fakultas Pertanian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST

“Kerjasama Pemkab HST dengan ULM telah dirintis sejak 2017,” kata Dosen Fakultas Pertanian, Juraida Titin Mariana disela-sela panen jagung hibrida perdana dan penanaman padi secara tugal, Kamis (21/11).

Kawasan terpadu rawa lebak di Desa Kambat Utara, menurut Juraida didesain berdasarkan kajian dan sudah ditelaah secara mendalam. Sehingga sangat tepat dijadikan lahan yang berbasis agrowisata.

“Lahan yang disiapkan sekita 5 hektar lebih nantinya akan dikembangkan untuk pertanian tanaman palawija, hultikultura, padi, ternak itik maupun kolam ikan yang ditopang dengan saluran irigasi yang dapat mengalirkan air terutama untuk kolam ikan,” urai Juraida

Gagasan yang dicanangkan dari ULM itu, sambung Bupati HST, HAChairansyah sangat positif dalam mengembangkan suatu wilayah terutama di bidang pertanian.

Dia mengharapkan agar wilayah agrowisata di Kambat Utara itu benar-benar terealisasi di 2020 nanti.

“Lahan rawa lebak bisa untuk di manfaatkan sebagai tempat pertanian dan perkebunan serta perikanan yang terpadu sekaligus bisa menarik wisatawan yang akan melihat langsung produk yang dihasilkan karena berbentuk suatu kawasan wisata berbasis lingkungan,” terang Chairansyah.

Untuk hal itu, lanjut Chairansyah, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pariwisata, Bappalitbangda, Camat Pandawan serta Pambakal Desa Kambat Utara.

“Kita juga berharap adanya dorongan dari Pemerintah Provinsi, sehingga kesejahteraan petani akan lebih meningkat yang diimbangi dengan sumber daya manusia berkualitas khususnya pada bidang pertanian, ucap Chairansyah.

Dukungan untuk desa agrowisata itu pun mengalir dari Gubernur Kalsel, Paman Birin, begitu akrab sapaannya.

“Paman Birin sangat antusias dalam mengembangkan pertanian di Kalimantan Selatan termasuk di HST yang notabane masyarakatnya yang agraris,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, H Syamsir Rahman menanggapi perencanaan wilayah agrowisata di Kambat Utara saat itu.

Menurut Paman, lanjut Syamsir, HST komoditi unggulannya adalah pertanian. Karena itu Pemprov selalu mendorong kepada para petani agar lebih ditingkatkan.

Saat ini, pemerintah mengupayakan Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi). Serasi diprogramkan untuk pengolahan rawa dan lahan tidur untuk dijadikan lahan pertanian.

Meminjam data Dinas Pertanian, di HST pada 2019 dialokasikan 2000 hektare. Itu terbagi pada 4 kecamatan di HST yakni, Haruyan, LAS, Batara dan Pandawan.

Di Pandawan sendiri dialokasikan untuk Serasi mendapatkan porsi terbanyak yakni, 1200 hektar.

Terlebih saat ini, produksi padi menjelang akhir 2019 sudah mencapai 53 ribu hektar target tercapai.

“Untuk target panen setalah dihitung ada surplus 128 ribu ton untuk HST termasuk cadangan,” ungkap Plt Kepala Dinas Pertanian, H Misradi saat melaporkan datanya.

Mengingat program serasi di HST cukup berhasil hinggamendekati target, pada tahun 2020 nanti diharapkan mendapat program yang sama melalui Serasi.

“Mudah-mudahan kembali diberikan program yang sama dengan alokasi yang diberikan 2000 hektar. Hal tersebut disampaikan Paman Birin,” ujar Syamsir.

Bagi para petani di HST, Syamsir berharap, bisa menciptakan petani baru yang lebih handal terutama generasi muda. Sebab kedepannya PKalsel dan Kalteng akan dijadikan penyangga pangan Ibu Kota.

“Jadi wilayah Hulu Sungai termasuk di dalamnya menyusul dengan adanya pemindahan Ibu Kota Ke Kaltim,” ujar Syamsir.

apahabar.com

Penanaman padi secara tugal oleh Bupati HA Chairansyah dan Forkopimda HST bersama Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, H Syamsir Rahman di Kambat Utara, Kamis, (21/11). Foto-Istimewa

Baca Juga: Jalan Panjang KJM Bentuk PWI Cabang di HST

Reporter: HN Lazuardi
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pengemudi Bajaj Dapat Toleransi
apahabar.com

Kalsel

Jelang Buka Puasa, Kapolda Kalsel Bersama Bhayangkari Bagi Takjil Gratis
apahabar.com

Kalsel

Patroli Dialogis, Polsek Banjarbaru Barat Bersinergi Ingatkan Prokes pada Warga
apahabar.com

Kalsel

Empat Puskesmas di Tala Naik Kelas
apahabar.com

Kalsel

Negatif Covid-19, 17 Orang Klaster Gowa di Tapin Dipulangkan
apahabar.com

Kalsel

Rancangan APBD Kalsel 2020 Defisit Rp350 Miliar, Begini Kata Gubernur
apahabar.com

Kalsel

Istighotsah Kubro di Banjar, Ribuan Jemaah Diprediksi Datang
apahabar.com

Kalsel

Meriahnya 20 Tahun Kebersamaan Alumni SMAN 4 Banjarmasin, Reuni Dikemas Bukber
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com