apahabar.com
Direktur RSUD Ulin Banjarmasin Hj Suciati menjelaskan soal kondisi keuangan pihaknya yang belum stabil. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Belum lama tadi, Komisi IV DPRD Kalsel menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Ulin Banjarmasin. Wakil rakyat menemukan hal-hal yang patut menjadi perhatian pihak rumah sakit milik Pemprov Kalsel itu.

Direktur Utama RSUD Ulin Banjarmasin Hj Suciati tak menampik ada sejumlah fasilitas yang tak memadai yang belum dilakukan perbaikan. Ia berdalih hal itu karena kas rumah sakit yang belum stabil.

Hal itu buntut dari klaim pihaknya ke BPJS yang hingga kini tak kunjung dibayar.

“Makanya untuk sementara kita membayar yang wajib saja, seperti makanan, obat pasien, gaji karyawan, tagihan listrik juga air bersih,” kata Suciati,

Untuk sementara rumah sakit plat merah ini pun menekan belanja demi menjaga kondisi kas yang mulai menipis.

Akibatnya, beberapa fasilitas yang tidak bersentuhan langsung dengan pelayanan masyarakat tidak bisa segera diperbaiki.

“Untuk pelayanan harus kita perbaiki. Tapi kalau lantai yang tidak terlalu berkaitan dengan pelayanan langsung, ya nanti dulu menunggu dibayar BPJS,” sambungnya.

Suci menjelaskan, klaim BPJS yang belum dibayarkan untuk bulan Juli hingga Agustus 2019 sebesar Rp 59,5 miliar.  Pihaknya teramat berharap BPJS bisa segera memenuhi kewajibannya.

Baca Juga: Keuangan RSUD Ulin ‘Di Ujung Tanduk’, Memelas BPJS Kesehatan Bayar Tunggakan

Baca Juga: Disidak DPRD, Dirut RSUD Ulin: Masyarakat Biasa dengan Ruangan Tak Ber-AC

Reporter: Rizal Khalqi
Editor: Syarif