apahabar.com
Kepala Diskominfo Kalteng Herson B Aden (kiri) memaparkan upaya yang dilakukan pihaknya dalam mewujudkan Kalteng Smart Province dan keterbukaan informasi di Palangka Raya, Kamis (07/11). Foto - Antara/HO-MMC Kalteng

apahabar.com, PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Kalimantan Tengah Herson B Aden mengakui, masih ada organisasi perangkat daerah di lingkungan pemerintah provinsi belum cekatan menyediakan data terkait perkembangan program yang sedang dan telah dikerjakan.

Herson mengatakan Diskominfo melalui Bidang Statistik sebenarnya sudah dan akan terus berupaya keras mendorong serta berkomunikasi dengan sejumlah OPD agar lebih cekatan menyediakan data.

“Kemampuan OPD mengolah data, termasuk membuat data jadi bahasa publish masih kurang, kedepan menjadi catatan Kominfo, dan tentunya dukungan media untuk menularkan kemampuan itu,” ujarnya saat press rilis di Palangka Raya, Kamis (07/11).

Menurut dia, data-data itu perlu dipublikasikan agar masyarakat tahu saja yang telah dan sedang dikerjakan pemprov, khususnya di masing-masing OPD. Untuk itulah Diskominfo Kalteng berkomitmen membantu OPD di lingkungan Pemprov Kalteng, agar lebih meningkat kemampuannya dalam membuat dan mengolah data menjadi bahasa publis.

Pemprov Kalteng melalui Diskominfo sejak 2019, telah melakukan berbagai inovasi terkait keterbukaan informasi publik berbasis website, yakni ppid.kalteng.go.id. Website tersebut merupakan kumpulan data-data seluruh OPD Kalteng, bahkan rincian anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) hingga rencana kerja dan anggaran.

Herson juga mengatakan inovasi tersebut mendapat apresiasi bahkan penghargaan dari Komisi Informasi Pusat. Di mana Komisi tersebut menganugerahkan penghargaan kepada Kalteng sebagai Badan Publik Menuju Informatif pada 5 November 2018 di Istana Wakil Presiden.

“Kami hanya menjalankan apa yang menjadi keinginan dan perintah bapak Gubernur Sugianto Sabran. Bapak Sugianto kan ingin Kalteng ini lebih transparan dan mengoptimalkan penggunaan teknologi,” ucapnya.

Selain ppid.kalteng.go.id, Diskominfo Kalteng juga membuat inovasi baru, yakni pusat media informasi berbasis web news, yakni mmc.kalteng.go.id. Web news itu juga sudah mulai dikembangkan sejak 2017 lalu, dan portal media informasi program kegiatan pemprov dan DPRD serta kabupaten/kota se- Kalteng.

Dia mengatakan webs news itu bukan hanya bisa diakses secara luas oleh masyarakat se-Kalteng bahkan Internasional, tapi juga berita yang ditampilkan selalu terbaru berbagai aktivitas pemprov, khususnya Gubernur, Ketua PKK Kalteng, Wakil Gubernur, Sekda dan lainnya.

“Sampai Oktober 2019, pengunjung mmc.kalteng.go.id sudah melebihi empat juta. Itu dicapai kurang dari dua tahun. Beberapa hal itu pun belum termasuk media sosial, baik facebook, instagram, youtube yang dikelola Diskominfo Kalteng,” kata Herson.

Baca Juga: Indentitas Mayat Tanpa Kepala di Kalteng Terungkap, Korban Nelayan Hilang

Baca Juga: Dua Bulan Tak Bayar, PDAM Muara Teweh Akan Tutup Meteran Pelanggan

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor