Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

DPRD Banjarmasin Belajar Penjaminan Mutu Pendidikan ke Bekasi

- Apahabar.com Sabtu, 30 November 2019 - 16:51 WIB

DPRD Banjarmasin Belajar Penjaminan Mutu Pendidikan ke Bekasi

Kunjungan kerja anggota DPRD Banjarmasin kepada pemerintah Kota Bekasi belum lama tadi. Foto- Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Para wakil rakyat di DPRD Banjarmasin melakukan kunjungan kerja ke DPRD Kota Bekasi untuk menggali informasi terkait sistem penjaminan mutu pendidikan, Kamis (28/11).

Penjaminan mutu pendidikan di Bekasi menurut Wakil Ketua DPRD Banjarmasin HM Yamin sudah baik. Apalagi kota ini sudah ditopang dengan suntikan dana pendidikan yang besar melalui APBD.

Bahkan ujar Yamin, alokasi anggaran Bantuan Operasional Daerah (Bosda) mereka, telah mengover biaya pendidikan di sekolah dasar hingga sekolah menengah. “Angkanya cukup besar. Berkisar Rp 28.000 per siswa,” ungkap Yamin, Sabtu (30/11).

Belum lagi Pemkot Bekasi lanjutnya, sudah memiliki anggaran untuk Guru Tenaga Kependidikan (GTK) non PNS sebesar Rp 3,8 juta perbulan. “Itu dibayar dari APBD. Itu yang kami pelajari dan akan coba diadopsi di Banjarmasin,” terang politisi Partai Gerindra ini.

Sementara di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin Hj Ananda membenarkan, capaian Kota Bekasi dalam meningkatkan mutu pendidikan sangat baik. Terbukti gelontoran dana APBD Bekasi mampu meningkatkan mutu pendidikan di kota itu.

“Jadi ada yang spesial di Bekasi. Yaitu terkait GTK. Mereka dibayar bukan melalui sekolah yaitu langsung dari pemerintah setempat. Ini yang akan Insya Allah kita terapkan nanti di Banjarmasin,” bebernya.

Hal yang sama pun diungkapkan Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Matnor Ali. Menurutnya, Banjarmasin saat ini memang belum dapat memenuhi semua kebutuhan pendidikan melalui APBD di Kota Seribu Sungai.

Namun kata Matnor, melalui dana Bosda, untuk gaji guru honorer sudah mengalami peningkatan dari tahun lalu. Sebelumnya pada 2018, guru honorer hanya mendapatkan gaji Rp800 ribu per bulan, tahun 2019 sudah naik menjadi Rp900 ribu per bulan.

“Sedikit demi sedikit kami bersama pemerintah kota membenahi mutu pendidikan di Banjarmasin. Alhamdulillah ada kenaikan gaji guru honorer,” katanya.

Politisi Partai Golkar ini berharap, Banjarmasin ke depan juga dapat mengalokasikan anggaran untuk menunjang pendidikan. Mulai dari sarana prasarana hingga peningkatan mutu dan kesejahteraan pendidiknya.

“InsyaAllah 2020 kami dapat meningkatkan itu  layaknya Kota Bekasi yang dapat mengcover seluruh biaya pendidikan di SD dan SMP, negeri maupun swastanya,” tutupnya.

Baca Juga: Komisi III DPRD Banjarmasin Coba Ungkap Fakta Bangunan Parkir ‘Liar’ Duta Mall

Baca Juga: Komisi II DPRD Banjarmasin Apresiasi Perwali Pengendalian Gas 3kg

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Aprianoor

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca Kisruh Pengepungan Mahasiswa Papua, Cipayung Plus dan Imapa Ajukan Beberapa Tuntutan
apahabar.com

Kalsel

Eksekusi 8 Bangunan di Area RSUD Sultan Suriansyah Ditunda
apahabar.com

Kalsel

Buruh Tewas di Duta Mall, Pemprov Desak Pemenuhan Hak Pekerja!
apahabar.com

Kalsel

Galian Tambang Ditinggal Pergi, ESDM Bingung Cari Solusi
apahabar.com

Kalsel

Kronologi Satu Mahasiswa ULM Dikabarkan Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Gini Ratio Maret 2019 Tercatat Sebesar 0,334  
apahabar.com

Kalsel

Isu Ambil Untung Covid-19, Simak Penjelasan RSDI Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Upaya Meyakinkan Potensi Wisata Kalsel Terus Digenjot
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com