Malam Ini, Mata Najwa Kupas Biang Kerok Banjir Kalsel Mengupas Problem Banjir Kalsel: Ratusan Eks Lubang Tambang di DAS Barito Terendus! Banjir dan Ancaman Tim Paman Birin, “Sudah Jatuh Warga Tertimpa Tangga” Komisi III DPR Setujui Komjen Listyo Sigit Jadi Kapolri Ke-25 Tak Perlu Lakukan Tilang, Calon Kapolri Harap Polantas Hanya Atur Lalin

Evliya Celebi Bermimpi Bertemu Rasulullah SAW

- Apahabar.com Selasa, 5 November 2019 - 05:30 WIB

Evliya Celebi Bermimpi Bertemu Rasulullah SAW

Evliya Celebi. Foto-frpnet.net

apahabar.com, JAKARTA – Setelah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW, Evliya Celebi pengelana hebat Utsmaniyah memulai petualangan besarnya pada usia 20 tahun.

Nah dalam mimpi itu, Evliya bergetar bukan main, lidahnya kelu untuk sekadar mengucap salam kepada orang-orang mulia itu. Alih-alih meminta syafaat (pertolongan), Evliya justru mengucap seyahat (perjalanan).

Siapa sangka permintaan ‘tak disengaja’ itu ditanggapi oleh Rasululah SAW. Dalam mimpi itu, Rasulullah berkata kepada Evliya, “Engkau harus melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan menjadi keajaiban di antara manusia. Dari negara-negara yang kamu lewati, mulai dari istana mereka, benteng, barang antik yang indah, makanan dan minuman, dan lamanya hari-hari di sana, buatlah catatan dan deskripsi yang akan menjadi sesuatu yang pantas bagimu.”

Berbekal perintah Rasulullah dalam mimpinya, Evliya memulai pengelanaannya dengan menjelajah kota kelahirannya, Istanbul. Petualangan pertamanya ini lebih banyak mengekspos tentang sejarah kota, masjid, dan budaya.

Salah satu tempat yang paling membuat Evliya terkesan adalah Masjid Suleymaniye, yang dibangun oleh arsitek Sinan dan Suleyman. Masjid bertengger di salah satu bukit itu menjadi ikon keindahan Kota Istanbul kala itu. Dalam catatan perjalanannya, Evliya memuji masjid ini sebagai “beyond all description beautiful” (melebihi segala deskripsi keindahan).

Evliya mulai perjalanan pertamanya di luar Istanbul, ketika dia menuju Bursa dan Ismet, kemudian ke Trabzon dan Krimea. Saat berlayar, tak jarang kapalnya diamuk badai. Beruntung, ia selamat meski kapal yang ditumpanginya rusak di beberapa bagian.

“Kami dilemparkan ke dalam pusaran kesedihan, angin menerjang, tak tahu lagi ke arah mana kami harus pergi. Pelaut kami tam pak pucat. Terdengar tangisan dan ratapan orang-orang yang mulai putus asa,” tulis Evliya saat menggambarkan kepanikan di ka palnya yang diterjang badai di Laut Hitam. Beruntung, Evliya dan penumpang lainnya selamat setelah menyelamatkan diri dengan sekoci dan menggunakan serban mereka sebagai layar.

Baca Juga: Menjadi Pemuda yang Dirindukan Rasulullah, Sulitkah?

Baca Juga: 2 Tujuan di Balik Tuntunan Berziarah Kubur, Apa Saja?

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Penghuni Surga Kelak Akan Saling Jenguk dan Tanya Kabar
apahabar.com

Hikmah

Ketika Rasulullah SAW Menangis karena Kesyukuran
apahabar.com

Hikmah

Mimpi Rasulullah dan Kehebatan Angkatan Laut Muslim

Hikmah

Mengapa Islam Melarang Nabi Dilukis?
apahabar.com

Hikmah

Patah Hati? Simak 5 Ayat Alquran yang Bisa Jadi Penawar
apahabar.com

Hikmah

Ketika Bajingan Lebih Mulia daripada Orang Saleh
apahabar.com

Hikmah

Cerita Tambuang, Menjadi Muslim di Tengah Keluarga China
apahabar.com

Hikmah

Kisah Lockdown di Masa Umar bin Khattab
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com