UPDATE Laka Maut Tewaskan Ibu-Bayi di Bati-Bati Tanah Laut, Berakhir Damai Pengamanan Berlapis Kawal Rekapitulasi PSU Kalsel Tingkat Provinsi Kapolri Bidik Puluhan IUP Diduga Bodong di Kalsel, Dinas ESDM No Comment Breaking News! Gunung Bugis di Kaltim Membara Lagi Jelang MotoGP Jerman 2021, Momen Marc Marquez Meramaikan Barisan Depan

Evliya Celebi Bermimpi Bertemu Rasulullah SAW

- Apahabar.com Selasa, 5 November 2019 - 05:30 WIB

Evliya Celebi Bermimpi Bertemu Rasulullah SAW

Evliya Celebi. Foto-frpnet.net

apahabar.com, JAKARTA – Setelah bermimpi bertemu Nabi Muhammad SAW, Evliya Celebi pengelana hebat Utsmaniyah memulai petualangan besarnya pada usia 20 tahun.

Nah dalam mimpi itu, Evliya bergetar bukan main, lidahnya kelu untuk sekadar mengucap salam kepada orang-orang mulia itu. Alih-alih meminta syafaat (pertolongan), Evliya justru mengucap seyahat (perjalanan).

Siapa sangka permintaan ‘tak disengaja’ itu ditanggapi oleh Rasululah SAW. Dalam mimpi itu, Rasulullah berkata kepada Evliya, “Engkau harus melakukan perjalanan ke seluruh dunia dan menjadi keajaiban di antara manusia. Dari negara-negara yang kamu lewati, mulai dari istana mereka, benteng, barang antik yang indah, makanan dan minuman, dan lamanya hari-hari di sana, buatlah catatan dan deskripsi yang akan menjadi sesuatu yang pantas bagimu.”

Berbekal perintah Rasulullah dalam mimpinya, Evliya memulai pengelanaannya dengan menjelajah kota kelahirannya, Istanbul. Petualangan pertamanya ini lebih banyak mengekspos tentang sejarah kota, masjid, dan budaya.

Salah satu tempat yang paling membuat Evliya terkesan adalah Masjid Suleymaniye, yang dibangun oleh arsitek Sinan dan Suleyman. Masjid bertengger di salah satu bukit itu menjadi ikon keindahan Kota Istanbul kala itu. Dalam catatan perjalanannya, Evliya memuji masjid ini sebagai “beyond all description beautiful” (melebihi segala deskripsi keindahan).

Evliya mulai perjalanan pertamanya di luar Istanbul, ketika dia menuju Bursa dan Ismet, kemudian ke Trabzon dan Krimea. Saat berlayar, tak jarang kapalnya diamuk badai. Beruntung, ia selamat meski kapal yang ditumpanginya rusak di beberapa bagian.

“Kami dilemparkan ke dalam pusaran kesedihan, angin menerjang, tak tahu lagi ke arah mana kami harus pergi. Pelaut kami tam pak pucat. Terdengar tangisan dan ratapan orang-orang yang mulai putus asa,” tulis Evliya saat menggambarkan kepanikan di ka palnya yang diterjang badai di Laut Hitam. Beruntung, Evliya dan penumpang lainnya selamat setelah menyelamatkan diri dengan sekoci dan menggunakan serban mereka sebagai layar.

Baca Juga: Menjadi Pemuda yang Dirindukan Rasulullah, Sulitkah?

Baca Juga: 2 Tujuan di Balik Tuntunan Berziarah Kubur, Apa Saja?

Sumber: Republika
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Imam Ibnu Hajar Diprotes Non Muslim Karena Kekayaannya
apahabar.com

Hikmah

Ini Alasan Kenapa Sayidina Umar bin Khattab Bisa Tidur Nyenyak di Atas Kerikil
apahabar.com

Hikmah

Cerita Kemurahan Hati Tuan Guru Nuzhan Dalam Pagar
apahabar.com

Hikmah

Pesantren Diminta Lebih Melek Digital
apahabar.com

Hikmah

Muslim Finlandia Berdakwah Lewat Komunitas
apahabar.com

Hikmah

Jelang Wafat, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Menangisi ‘Jabatannya’

Hikmah

Uji Keikhlasan, Ibnu Ruslan Lemparkan Kitab Zubad ke Laut
apahabar.com

Hikmah

Ramadan, Kesempatan Mengevaluasi Diri
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com